Surah Al-An'am : Ayat 42
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَٰهُم بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini mengabarkan bahwa ketentuan tersebut berlaku juga atas umat sebelumnya. Dan sungguh, kami telah mengutus para rasul kepada umat-umat sebelum engkau, wahai nabi Muhammad, tetapi mereka durhaka, maka kemudian kami siksa mereka dengan menimpakan kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon kepada Allah sambil mengakui kesalahan dan dengan sikap kerendahan hati, semoga kiranya Allah menerima tobat mereka sehingga dapat terhindar dari siksa Allah. Setelah ditawarkan kesempatan untuk terhindar dari siksa dengan syarat mereka harus bertobat, para pendurhaka itu enggan melakukannya, maka muncul keheranan yaitu mengapa mereka tidak memohon kepada Allah dengan kerendahan hati ketika siksaan kami (Allah) datang menimpa mereka' jawabannya adalah memang mereka tidak bermohon, karena kedurhakaan mereka sudah sedemikian parah. Bahkan hati mereka telah menjadi keras sehingga sulit untuk menerima petunjuk dan setan pun merayu dan mengelabui mereka dengan menjadikan terasa indah bagi mereka apa, yakni dosa-dosa dan kedurhakaan, yang selalu mereka kerjakan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 40-45 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Berbuat lagi Dzat yang mengatur makhlukNya sesuai yang Dia kehendaki. Tidak ada yang bisa menolak hukumNya, dan tidak ada satu punyang mampu mengubah hukumNya atas makhlukNya, bahkan hanya Dialah Tuhan tidak ada sekutu bagiNya. Dzat yang ketika diminta, maka Dia mengabilkannya bagi orang yang Dia kehendaki. Oleh karena itu Allah berfirman: (Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepada kalian, atau datang kepada kalian hari kiamat”) yaitu datang kepada kalian ini atau itu (apakah kalian menyeru (tuhan) selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar) yaitu janganlah kalian berdoa kepada, selain Allah, karena kalian mengetahui bahwa tidak ada satu pun yang mampu menghilangkan hal itu selain Dia. Oleh karena itu Allah berfirman: (jika kalian orang-orang yang benar) yaitu dalam perbuatan kalian yang mengambil tuhan-tuhan bersama Dia ((Tidak), tetapi hanya Dialah yang kalian seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kalian berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kalian tinggalkan sembahan-sembahan yang kalian sekutukan (dengan Allah) (41)) yaitu dalam keadaan darurat kalian tidak berdoa kepada siapa pun selain Allah, dan hilanglah dari kalian berhala-berhala dan tandingan-tangingan kalian. Sebagaimana firmanNya: (Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru, kecuali Dia) (Surah Al-Isra: 67) Firman Allah: (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan) yaitu kemiskinan dan kesulitan dalam hidup (dan kemelaratan) yaitu penyakit dan luka (supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri) yaitu mereka berdoa kepada Allah, merendahkan diri dan tunduk kepadaNya. Allah berfirman: (Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka) yaitu kenapa ketika Kami menguji mereka dengan hal itu, mereka tidak menundukkan dan mendekatkan diri kepada Kami (bahkan hati mereka telah menjadi keras) yaitu tidak lembut dan tidak khusyu’ (dan setan pun menghiasi untuk mereka yang selalu mereka kerjakan) yaitu kemusyrikan, keingkaran, dan kemaksiatan (Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka) yaitu mereka berpaling dari hal itu dan melupakannya serta meninggalkannya (Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka) yaitu Kami membukakan untuk mereka pintu-pintu rezeki dari setiap hal yang mereka pilih. Itu merupakan pembiaran dari Allah untuk mereka, dan pemenuhan keinginan mereka, kami berlindung kepada Allah dari tipu daya itu. Oleh karena itu Allah berfirman: (sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka) yaitu berupa harta, anak, dan rezeki (Kami siksa mereka dengan tiba-tiba) yaitu ketika keadaan lalai (maka ketika itu mereka terdiam putus asa) yaitu mereka putus asa dari setiap kebaikan. Al-Walibi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Al-mublis” adalah orang yang putus asa Qatadah berkata bahwa siksa atas suatu kaum secara tiba-tiba adalah urusan Allah. Allah tidak akan menyiksa suatu kaum begitu saja, kecuali di saat mereka lalai, lengah, dan hanyut dalam kenikmatan mereka. Maka janganlah teperdaya oleh ujian Allah, Sesungguhnya tidak ada teperdaya oleh ujian Allah kecuali kaum yang fasik Malik meriwayatkan dari Az-Zuhri terkait firmanNya: (Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka) yaitu kemakmuran dan kemudahan dunia. Diriwayatkan dari Uqbah ibnu Amir, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Apabila kamu melihat Allah memberikan kesenangan dunia kepada seorang hamba yang berbuat maksiat terhadapNya sesuka hatinya, maka sesungguhnya hal itu adalah istidraj”. Kemudian Rasulullah SAW membacakan ayat: (Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa (44)) (sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa) sebagaimana Allah berfirman (Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (45))
Tafsir As-Sa'di
42. Allah berfirman, “Dan sungguh kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu,” dari umat-umat terdahulu dana bad-abad yang lampau, lalu mereka mendustakan rasul-rasul Kami dan mengingkari ayat-ayat Kami. “Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan.” Yakni kemiskinan, penyakit, dan musibah-musibah sebagai rahmat dari Kami untuk mereka. “Supaya mereka memohon dengan tunduk merendahkan diri” kepada Kami, dan kembali kepada Kami pada saat sulit.
Tafsir Al-Wajiz
42 Sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul kepada umat-umat sebelum kamu wahai Nabi, namun mereka mendustakan para rasul yang Kami utus, kemudian Kami siksa mereka dengan menimpakan kesengsaraan, kemelaratan, dan berbagai penyakit tubuh, supaya mereka memohon kepada Allah dengan tunduk merendahkan diri.
Tafsir Al-Muyassar
Dan sesungguhnya kami (wahai Rasul) telah mengutus rasul-rasul kepada golongan-golongan manusia sebelum engkau, rosul-rosul yang mengajak mereka kepada Allah . Namun umat-umat itu mendustakan para rasul itu, maka kami pun menimpakan cobaan kepada mereka terhadap harta benda mereka dengan kemelaratan yang sangat berat dan kesulitan hidup yang mencekik. kami juga menimpakan cobaan pada mereka terhadap fisik-fisik mereka dengan berbagai macam wabah dan rasa sakit, dengan harapan agar mereka mau menghinakan diri kepada Tuhan mereka dan tunduk patuh kepadaNya saja dalam beribadah.
Tafsir Al-Madinah
42. Allah meringankan beban Nabi Muhammad akibat berpalingnya orang-orang musyrik dari petunjuknya dan kebebalan mereka untuk tetap di dalam kekafiran, dengan berfirman bahwa Dia telah mengutus para rasul sebelumnya kepada umat-umat terdahulu. Para rasul itu menyeru mereka untuk beriman kepada Allah Semata dan meninggalkan peribadatan kepada berhala-berhala. Namun mereka berpaling dan mengingkari-Nya, maka Allah menyiksa mereka dengan kesusahan dan azab; sebagian mereka Allah siksa dengan kesempitan hidup dan kemiskinan, sebagian lain dengan berbagai penyakit, dan sebagian lain dengan azab yang pedih. Hal ini agar mereka tunduk dan kembali kepada keimanan.
Tafsir Al-Mukhtashar
42. Sesungguhnya Kami telah mengutus banyak rasul kepada umat-umat sebelum kamu -wahai Rasul- kemudian mereka mendustakan para rasul tersebut dan berpaling dari ajaran yang dibawanya. Maka Kami hukum mereka dengan kesusahan seperti kemiskinan dan musibah pada tubuh mereka seperti penyakit supaya mereka mau tunduk dan patuh kepada Rabb mereka.
Tafsir Zubdatut
42 (kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan) Makna () yakni kemiskinan dan musibah-musibah yang menimpa harta benda. (dan kemelaratan) Yakni penyakit dan musibah-musibah yang menimpa badan. (supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri) Yakni berdoa kepada Allah dengan penuh ketundukan.
Tafsir Li Yaddabbaru
Jika Allah menguji hamba-Nya dengan satu macam saja dari musibah, lalu kemudian mereka mengembalikan ibtila' itu kepada Allah, sungguh itu adalah tanda-tanda kebahagiaan baginya : { } "kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri".
Tafsir Ash-Shaghir
Sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami menyiksa mereka dengan kemelaratan} kesulitan dan kemiskinan {dan kesengsaraan} penyakit {agar mereka tunduk} merendahkan diri dan tunduk kepada Tuhan mereka
Tafsir Hidayatul
Surat Al-An’am ayat 42: Kemudian mereka mendustakannya. Seperti kemiskinan, sakit, penderitaan, dan musibah karena rahmat Allah kepada mereka. Dan mereka mau beriman.