Surah Saba : Ayat 44
وَمَآ ءَاتَيْنَٰهُم مِّن كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا ۖ وَمَآ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِن نَّذِيرٍ

"Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun."

Tafsir Ringkas Kemenag
Kaum musyrik mekah tidak punya dasar apa pun untuk pembenaran agama nenek moyang mereka dengan menolak kerasulan nabi Muhammad dan menuduh Al-Qur'an sebagai sihir, karena kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca, dan kami tidak pernah mengutus seorang rasul sebagai pemberi peringatan kepada mereka sebelum engkau diutus kepada mereka. 45. Pada ayat ini Allah menggambarkan lemahnya kekuatan orang-orang kafir mekah dibanding umat-umat terdahulu. Umat masa lalu begitu kuat, namun mereka dihancurkan oleh Allah akibat mendustakan para rasul. Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan para rasul, sedang orang-orang kafir mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah kami berikan kepada orang-orang terdahulu itu, berupa kepandaian, umur panjang, kekuatan jasmani, keka-yaan, dan sebagainya, namun mereka mendustakan para rasul-ku. Maka, lihatlah bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaan-ku. Mereka hancur lebur walaupun kekuatan mereka jauh melebihi kaum musyrik mekah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 43-45 Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang kafir, bahwa mereka layak mendapat siksaan dan azab yang pedih dariNya, karena mereka itu apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya yang jelas yang mereka dengar dari lisan Rasulullah SAW yang menerimanya masih hangat dan segar (mereka berkata, "Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang di sembah oleh bapak-bapakmu”) Mereka yakin bahwa agama nenek moyang merekalah yang benar, dan apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW menurut mereka adalah kebathilan. Semoga mereka dan nenek moyang mereka dilaknat oleh Allah (dan mereka berkata, "(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja”) yang mereka maksud adalah Al-Qur'an (Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”) Allah SWT berfirman: (Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun" (44)) yaitu Allah SWT belum pernah menurunkan suatu kitab pun kepada bangsa Arab sebelum Al-Qur'an, dan belum pernah mengutus seorang nabi kepada mereka sebelum nabi Muhammad SAW, dan mereka selalu mengharapkannya dan berkata, "Seandainya datang kepada kami seorang pemberi peringatan atau diturunkan kepada kami sebuah kitab, tentu kami menjadi orang-orang yang lebih mendapat petunjuk daripada selain kami" Tetapi setelah Allah menganugerahkan hal itu kepada mereka, ternyata mereka mendustakan, mengingkari, dan menentangnya Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan) dari kalangan para umat terdahulu (sedangkan orang-orang kafir Makkah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu) Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud adalah kekuatan di dunia. Demikian juga dikatakan Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pen­dengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikitpun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya (26)) (Surah Al-Ahqaf) yaitu hal itu tidak dapat melindungi mereka dari azab Allah dan tidak dapat menolaknya, bahkan Allah menghancurkan mereka setelah mereka mendustakan para rasulNya. Oleh karena itu Allah berfirman: (lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku) yaitu betapa dahsyatnya siksaan, pembalasan, dan pertolongan­Ku kepada para rasulKu
Tafsir As-Sa'di
44. Setelah Allah menjelaskan argumentasi yang mereka jadikan untuk menolak kebenaran, yaitu berupa perkataan-perkataan yang masih di bawah tingkatan syubhat, dan sama sekali bukan hujjah (argument), maka di sini Allah menjelaskan bahwa mereka, sekalipun ada seseorang yang akan membelanya, maka sesungguhnya mereka sama sekali tidak mempunyai sandaran dan tidak mempunyai sesuatu apa pun yang dapat dijadikan sebagai pegangan, seraya berfirman, “Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca,” sehingga mereka mempunyai sandaran, “dan sekali-kali tidak pernah pula mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun,” sehingga mereka memiliki perkataan-perkataan dan kondisi-kondisi yang dapat mereka jadikan sebagai alat untuk menolak syariat yang engkau bawa. Jadi, mereka tidak mempunyai ilmu ataupun secuil dari ilmu.
Tafsir Al-Wajiz
44. Kami tidak menurunkan kepada penduduk Mekah kitab-kitab yang bisa mereka baca dan pahami yang menunjukkan tentang benarnya suatu kesyirikan ({Min Kutubin} huruf min disini menunjukkan keuniversalan sesuatu setelahnya). Wahai Nabi, Kami juga tidak mengutus kepada bangsa Arab seorang nabi sebelummu yang memberi peringatan tentang hukuman Kami. Maknanya adalah: Bagaimana bisa mereka mendustakanmu sedangkan mereka tidak punya dalil berupa kitab dan rasul?
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami tidak menurunkan kepada orang-orang kafir itu kitab-kitab yang mereka baca sebelum al-Qur’an lalu kitab-kitab itu menunjukkan kepada apa yang mereka klaim bahwa apa yang dibawa Muhammad adalah sihir. Dan Kami tidak mengutus kepada mereka sebelummu (wahai Rasul) seorang rasul yang memperingatkan mereka terhadap siksa Kami.
Tafsir Al-Madinah
44. Kami tidak pernah mendatangkan kitab kepada mereka sebelum kitab ini untuk mereka pelajari, dan Kami tidak pernah mengutus pemberi peringatan kepada mereka sebelummu wahai Muhammad; maka selayaknya mereka menerima dan berpegang teguh kepada kitab ini, dan mentaati pemberi peringatan ini yang datang kepada mereka dengan kebaikan dunia dan akhirat, bukan sebaliknya mereka mendustakannya dan menbuat tuduhan tanpa dasar.
Tafsir Al-Mukhtashar
44. Kami tidak memberi mereka kitab-kitab yang mereka baca sehingga kitab-kitab tersebut menunjukkan pada mereka bahwa Al-Qur`ān ini adalah dusta yang dibuat-buat oleh Muhammad. Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelummu -wahai Rasul- kepada mereka kecuali Rasul tersebut menakut-nakuti mereka dari azab Allah.
Tafsir Zubdatut
44. (Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca) Yakni Kami belum pernah menurunkan kepada orang Atab kitab dari langit yang dapat mereka pelajari. (dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun) Yakni orang yang mengajak mereka kepada kebenaran dan memperingati mereka dari azab. Sehingga pendustaan mereka terhadap al-Qur’an dan Rasulullah tidak memiliki dasar atau alasan yang dapat mereka pegang; lalu mengapa mereka mendustakanmu? Padahal mereka tidak pernah didatangkan kitab atau pemberi peringatan dari apa yang mereka lakukan itu?
Tafsir Ash-Shaghir
Kami tidak memberikan kepada mereka} Kami tidak memberi orang-orang musyrik itu {kitab apa pun yang mereka pelajari} yang mereka baca {dan Kami juga tidak mengutus seorang pemberi peringatan kepada mereka sebelum kamu
Tafsir Hidayatul
Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan penolakan mereka terhadap kebenaran dan bahwa penolakan itu adalah sekedar ucapan yang tidak sampai ke tingkatan syubhat apalagi hujjah, maka Dia menyebutkan bahwa ketika mereka hendak berhujjah, tidak ada lagi hujjah dan sandaran sama sekali bagi mereka. Sehingga menjadi pegangan mereka. Sehingga ada pada mereka ucapan rasul tersebut atau keadaannya yang dapat digunakan untuk membantah apa yang engkau bawa. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki ilmu dan perkara terpuji yang berasal dari ilmu.
Tafsir An-Nafahat
Surat Saba ayat 44: Dan tidaklah Kami turunkan kepada kaummu wahai Muhammad ﷺ satu kitab sebelum Al Qur’an sebagai pegangan bagi kebohongan mereka kepadamu, tidak juga kami utus Rasul kepada mereka sebelummu sebagai pembawa peringatan atau utusan yang mengikuti perkataan-perkataan yang membantahmu, lantas darimana mereka mengetahui bahwa Al Qur’an ini adalah sihir yang nyata ? Tidaklah semua itu kecuali murni sebuah kebodohan, dusta dan pengingkaran.