Surah An-Nisa : Ayat 44
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًا مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ يَشْتَرُونَ ٱلضَّلَٰلَةَ وَيُرِيدُونَ أَن تَضِلُّوا۟ ٱلسَّبِيلَ
"Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Tidakkah kamu memperhatikan dengan saksama orang yang telah diberi bagian kitab taurat' mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat menyimpang dari jalan yang benarayat-ayat yang lalu memberi petunjuk dalam rangka pembinaan masyarakat islam ke dalam, sedang ayat-ayat berikut memberi tuntunan bagaimana menghadapi musuh-Musuh yang mengganggu pembinaan masyarakat tersebut. Dan Allah pada hakikatnya lebih mengetahui tentang musuh-Musuhmu dari diri kamu sendiri. Oleh sebab itu, berserah dirilah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi pelindung dalam menangani kepentingan kalian dan cukuplah Allah menjadi penolong bagimu dalam menghadapi musuh-Musuh itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 44-46 Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang Yahudi (Laknat Allah yang terus-menerus hingga hari kiamat kepada mereka) bahwa mereka membeli kesesatan dengan petunjuk, dan mereka menyimpang dari apa yang diturunkan Allah kepada RasulNya, serta meninggalkan apa yang ada pada mereka dari nabi-nabi terdahulu tentang sifat nabi Muhammad SAW, dimana mereka membelinya dengan harga yang murah berupa kefanaan dunia (dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat dari jalan (yang benar)) yaitu, mereka merasa senang jika kalian menjadi kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada kalian, wahai orang-orang mukmin, dan meninggalkan petunjuk dan pengetahuan yang bermanfaat yang ada pada kalian (Yaitu orang-orang Yahudi) "min" ini untuk menjelaskan jenis, sebagaimana firmanNya: (maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu)
Tafsir As-Sa'di
44. Ini merupakan celaan bagi orang-orang yang “telah diberi bagian dari al-Kitab (Taurat)” dan ayat ini juga mengandung peringatan buat hamba-hambaNya agar tidak terpedaya dengan mereka dan tidak terjerumus ke dalam orang-orang yang semisal mereka, lalu Allah mengabarkan mereka tentang diri mereka sendiri, “Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk)” maksudnya, mereka sangat menyukainya dan mendahulukannya sebagaimana seorang yang mengarahkan harta yang banyak untuk meraih apa yang disukainya, mereka mendahulukan kesesatan daripada petunjuk dan kekufuran daripada keimanan serta kesengsaraan daripada kebahagiaan, walaupun demikian, “mereka bermaksud suapaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar)” mereka itu sangat bersemangat untuk menyesatkan kalian dengan segenap kemampuan, mereka mengerahkan segala upaya dalam hal tersebut, akan tetapi ketika Allah adalah pelindung bagi hamba-hambaNya yang beriman dan penolong mereka, maka Allah menerangkan kepada mereka tentang apa yang terkandung padanya berupa kesesatan dan penyesatan.
Tafsir Al-Wajiz
44. Wahai nabi, apakah kamu belum melihat orang-orang Yahudi yang telah diberi sebagian kitab Taurat lalu mereka mengganti kebenaran dengan kesesatan, yaitu dengan tetap beragama Yahudi setelah adanya dalil tentang kebenaran nubuwwah nabi Muhammad SAW. Dan mereka ingin menyesatkan orang-orang mukmin supaya meninggalkan agama yang benar dan membuat orang-orang mukmin itu seperti mereka
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu tidak mengetahui (wahai rasul), tentang kaum yahudi yang telah diberi bagian ilmu yang datang kepada mereka melalui taurat, mereka menukar kesesatan dengan hidayah ,dan meninggalkan apa yang ada pada mereka berupa hujjah-hujjah dan bukti-bukti nyata, yang menunjukkan kebenaran risalah utusan Allah, Muhammad ,serta berharap kalian (wahai kaum mukminin yang memperoleh hidayah) supaya kalian semua menyimpang dari jalan yang lurus supaya kalian sesat seperti mereka?
Tafsir Al-Madinah
44. Muhammad Tidakkah kamu melihat orang-orang yang telah diberikan kitab, bagaimana mereka terhalangi dari hidayah dan menukar hidayah itu dengan kesesatan. Mereka sendirilah yang memilih kesesatan bagi diri mereka, dan mereka ingin menyesatkan orang-orang beriman dari jalan yang lurus sebagaimana mereka tersesat. Mereka selalu membuat tipu daya terhadap kalian agar sebisa mungkin mereka kdapat mengeluarkan kalian dari agama Islam.
Tafsir Al-Mukhtashar
44. Tidakkah kamu -wahai Rasul- mengetahui perihal orang-orang Yahudi yang Allah beri karunia bagian dari ilmu melalui kitab suci Taurat. Tetapi mereka menukar petunjuk itu dengan kesesatan dan berambisi untuk menyesatkan kalian -wahai orang-orang mukmin- dari jalan lurus yang dibawa oleh Rasul, supaya kalian mengikuti jalan yang menyimpang.
Tafsir Zubdatut
44. (Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab) Yakni kitab taurat, dan mereka adalah kaum Yahudi. (Mereka membeli (memilih) kesesatan) Yakni dengan tetap dalam agama Yahudi meski telah jelas bagi mereka bukti atas kebenaran kenabian nabi Muhammad. (dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar)) Disamping kesesatan mereka itu, mereka juga memakai penyembunyian kebenaran, pengingkaran, dan tipu daya mereka untuk menyesatkan kalian dari jalan kebenaran wahai orang-orang beriman.
Tafsir Li Yaddabbaru
Hal yang patut diperhatikan bagi setiap orang yang dikaruniakan oleh Allah keilmuan agar mereka senantiasa menjadi yang terdepan dalam menegakkan kebenaran, dan memberantas kebathilan; oleh karena itu dalam ayat ini Allah meemparkan celaan-Nya dengan begitu keras kepada siapa yang melanggar dua perkara ini { } "Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk)".
Tafsir Ash-Shaghir
Tidakkah kamu melihat orang-orang yang telah diberi bagian dari Kitab} bagian pengetahuan dari Taurat {Mereka membeli kesesatan} Mereka mengganti petunjuk dengan kesesatan {dan ingin agar kalian tersesat dari jalan (yang benar)} jalan yang lurus
Tafsir Aisarut
Makna Kata: {ﺃﻟﻢ ﺗﺮ} ala taro: apakah kalian tidak melihat dengan hati (ilmu kalian) {ﻧﺼﻴﺒﺎ} nashiban: bagian dan jatah. {ﻳﺸﺘﺮﻭﻥ ﻟﻀﻼﻟﺔ} yasytaruunadh dholaalah: membeli kekafiran dibayar dengan iman. Makna Ayat: Diriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan perihal Rifa’ah bin Zaid bin at Tabuut, salah seorang pembesar Yahudi di kota Madinah. Dulu dia jika berbicara kepada Nabi memlesetkan kata-kata dan berkata: “Tujukan pendengaranmu, wahai Muhammad sampai kami memahamimu.” Kemudian ternyata dia berpaling dari Islam dan Allah turunkan tiga ayat ini sampai dengan firman “maka tidaklah mereka beriman kecuali sedikit” dan Firman ini adalah penjelasan dari Firman yang lain, {ﺃﻟﻢ ﺗﺮ ﺇﻟﻰ ﻟﺬﻳﻦ ﺃﻭﺗﻮ ﻧﺼﻴﺒﺎ ﻣﻦ ﻟﻜﺘﺎﺏ ﻳﺸﺘﺮﻭﻥ ﻟﻀﻼﻟﺔ ﻭﻳﺮﻳﺪﻭﻥ ﺃﻥ } “Apakah kau tidak melihat orang-orang yang telah diberikan kitab, mereka membeli kesesatan dan menginginkan tersesat di jalan”, maksudnya adalah apakah tidak datang ilmu kepada kamu dan kepada para sahabatmu apa yang membuat kalian menjadi takjub? Ilmu yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan kitab dan mereka adalah Rifa’ah bin Yazid dan teman-temannya dari kalangan Yahudi. Mereka telah memahami Taurat dan mengerti kebenaran agama Islam dan kejujuran Nabinya. { } “membeli kesesatan”, yaitu kekafiran yang dibeli dan ganti dengan iman. Tatkala mereka mengingkari ciri-ciri dan sifat Nabi yang ada di dalam Taurat untuk mengukuhkan kedudukan meraka di hadapan kaum mereka, maka dengan keingkaran mereka, mereka menjadi dituankan dan dimuliakan oleh kaumnya. Bersamaan dengan itu mereka menginginkan untuk menjadi sesat -wahai kaum mukminin- dari jalan kebenaran dan petunjuk yang berupa iman kepada Allah dan Rosul-Nya dan amal dengan menaati mereka untuk mejadi lebih bahagia dan lebih sempurna. Pelajaran dari Ayat: • Penjelasan makar Yahudi kepada orang-orang beriman dengan cara menyesatkan mereka semenjak zaman Nabi sampai sekarang ini.
Tafsir Hidayatul
Ayat ini merupakan celaan kepada mereka yang telah diberikan al kitab, namun mereka meletakkan kitab tersebut di belakang punggung mereka, mereka lebih memilih kesesatan daripada petunjuk, memilih kekafiran daripada keimanan dan memilih kesengsaraan daripada kebahagiaan. Di dalamnya terdapat peringatan bagi kaum mukmin agar tidak terpedaya oleh mereka dan tidak terjatuh seperti mereka.
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Nisa ayat 44: Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang diberi sebahagian daripada Kitab itu membeli kesesatan, dan mereka ingin supaya kamu sesat jalan?