Surah Az-Zariyat : Ayat 44
فَعَتَوْا۟ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ وَهُمْ يَنظُرُونَ
"Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir dan mereka melihatnya."
Tafsir Ringkas Kemenag
43-44. Dan perhatikanlah pula tanda-tanda kekuasaan kami pada ki-sah kaum samud. Ingatlah ketika dikatakan kepada mereka oleh nabi saleh, 'bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang telah ditentukan oleh Allah'. Lalu mereka berlaku angkuh dan ingkar terhadap perintah tuhannya. Mereka bahkan menyembelih unta betina mukjizat nabi saleh. Akibat kedurhakaan ini maka mereka disambar oleh petir yang datang dari arah awan hitam. Mereka binasa karenanya, sedang mereka saat itu melihatnya sendiri saat azab itu menimpa. 45-46. Petir itu menyambar dengan dahsyat, maka mereka tidak mampu bangun untuk menyelamatkan diri dan juga tidak mendapat pertolongan dari siapa pun. Itulah kisah umat terdahulu yang durhaka kepada para nabinya, dan sesungguhnya sebelum itu telah kami binasakan pula kaum nuh karena keingkaran mereka. Sungguh, mereka semua adalah kaum yang fasik, durhaka, dan enggan beriman.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 38-46 Allah SWT berfirman: (Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir’aun dengan membawa mukjizat yang nyata (38)) yaitu dengan membawa dalil yang jelas dan hujjah yang pasti (Maka dia (Fir'aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya) Maka Fir'aun berpaling dari kebenaran yang disampaikan nabi Musa, padahal kebenaran itu sudah jelas dan terang karena kesombongan dan keingkarannya. Mujahid berkata bahwa maknanya adalah Fir'aun memperkuat dirinya dengan teman-temannya. Qatadah berkata bahwa Fir'aun musuh Allah ini mengalahkan kaumnya. Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (Maka dia (Fir'aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya) yaitu bersama golongan-golongannya. Kemudian Ibnu Zaid membacakan firmanNya: ("Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat") (Surah Hud: 80) makna yang pertama adalah yang kuat. Sebagaimana firmanNya: (dengan memalingkan lambungnya untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah) (Surah Al-Hajj: 9) yaitu berpaling dari kebenaran karena kesombongannya (dan berkata, "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila”) yaitu tidaklah kamu dengan urusan yang kamu datangkan itu, melainkan adakalanya kamu seorang penyihir atau orang gila. Maka Allah SWT berfirman: (Maka Kami siksa dia dan tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka) yaitu Kami lemparkan mereka (ke dalam laut) yaitu laut (sedangkan dia melakukan pekerjaan yang tercela) yaitu tercela, kafir, ingkar, durhaka, dan membangkang. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan juga pada (kisah) 'Ad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan (41)) yaitu angin yang merusak dan tidak membawa manfaat apa pun. Pendapat itu dikatakan Adh-Dhahhak, Qatadah dan lainnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (angin itu tidak membiarkan suatu pun yang dilandanya) yaitu sesuatu yang dirusak oleh angin itu (melainkan dijadikannya seperti serbuk) yaitu seperti sesuatu yang binasa dan hancur Sa'id bin Al-Musayyib dan lainnya berkata tentang firmanNya: (ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan) Mereka berkata bahwa itu adalah angin selatan. Telah disebutkan dalam hadits shahih dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Aku diberi pertolongan dengan angin kencang yang dingin dan kaum 'Ad dibinasakan dengan angin yang membinasakan” (Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka,"Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu” (43)) Ibnu Jarir berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sampai waktu habisnya ajal kalian. Yang jelas bahwa ayat ini sebagaimana firmanNya: (Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan) (Surah Fushshilat: 17) Demikian juga di sini Allah berfirman di sini: (Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka.”Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu” (43) Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir, sedangkan mereka melihatnya (44)) Demikian itu karena mereka menunggu azab itu selama tiga hari, tetapi ternyata azab tersebut datang kepada mereka pada pagi hari keempat (Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun) yaitu tidak bisa lari dan tidak pula bangun (dan tidak pula mendapat pertolongan) yaitu mereka tidak mampu menolong diri sendiri dari azab yang menimpa mereka. Firman Allah: (dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu) yaitu Kami binasakan kaum nabi Nuh sebelum mereka (Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik) Semua kisah ini telah dijelaskan dengan panjang lebar di berbagai banyak surah Al-Qur'an.
Tafsir As-Sa'di
44. “Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Rabbnya, lalu mereka disambar petir,” yaitu petir yang besar dan membinasakan, “Sedang mereka melihatnya,” yakni, melihat hukuman mereka dengan mata kepala mereka sendiri.
Tafsir Al-Wajiz
44. Mereka enggan melaksanakan perintah Allah, melampaui batas dalam kezalimannya dan membantai unta itu. Maka halilintar membantai mereka. Itulah azab yang (siap) menghancurkan (mereka). Mereka melihat azab itu saat siang hari.
Tafsir Al-Muyassar
43-44. Dalam pembinasaan kaum Tsamud juga terkandung bukti dan pelajaran, manakala Nabi mereka, Shaleh berkata kepada mereka, “Silakan kalian bersenang-senang di negeri kalian selama 3 hari hingga ajal kalian habis.” Tetapi mereka mendurhakai perintah Tuhan mereka, maka halilintar azab menghancurkan mereka dan mereka menyaksikan azab tersebut dengan mata kepala mereka sendiri.
Tafsir Al-Mukhtashar
14. Lalu mereka berlaku sombong terhadap perintah Rabb mereka, merasa tinggi dan takabur tidak mau beriman dan taat, maka mereka disambar petir sementara mereka melihat datangnya petir itu, karena mereka telah diancam dengan siksa tiga hari sebelum kedatangannya.
Tafsir Zubdatut
44. (Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya) Yakni mereka enggan melaksanakan perintah Allah karena kesombongan mereka. (lalu mereka disambar petir) Yakni mereka ditimpa segala azab yang membinasakan. (dan mereka melihatnya) Yakni mereka melihatnya secara langsung. Pendapat lain mengatakan yakni mereka menunggu azab yang diancamkan kepada mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
{Lalu mereka bersikap angkuh} lalu mereka menyombongkan diri {terhadap perintah Tuhan mereka. Lalu mereka disambar petir} suara yang membinasakan {dan mereka menyaksikan
Tafsir Hidayatul
Setelah berlalu tiga hari. Yakni melihat azab yang menimpa mereka itu dengan mata kepala mereka.
Tafsir An-Nafahat
Surat Az-Zariyat ayat 44: 43-45. Ketahuilah juga pada kisah Tsamud dan kebinasaan mereka terdapat bukti yang besar bagi mereka yang takut akan adzab yang pedih; Dimana mereka mendustakan Rasul mereka, yaitu Shalih yang berkata kepada mereka : Tahanlah diri-diri kalian di rumah-rumah kalian selama tiga hari lamanya, dan tahanlah diri-diri kalian dari dunia yang fana dimana akan datang waktu kebinasaan bagi kalian. Akan tetapi mereka mendustakan Rasul mereka, dan sombong atas perintah yang diperintahkan kepada mereka; Maka Allah membinasakan mereka dengan suara yang memekikkan telinga, dan mereka melihat adzab dengan mata-mata mereka sendiri, mereka tidak akan bisa apa-apa ketika adzab menimpa mereka, mereka tidak dapat lolos dan lari serta selamat. Dan tidak ada seorangpun yang dapat menolong mereka, dan tidak ada yang dapat menahan dari adzab Allah selain dari Allah sendiri.