Surah Az-Zariyat : Ayat 46
وَقَوْمَ نُوحٍ مِّن قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًا فَٰسِقِينَ

"dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik."

Tafsir Ringkas Kemenag
45-46. Petir itu menyambar dengan dahsyat, maka mereka tidak mampu bangun untuk menyelamatkan diri dan juga tidak mendapat pertolongan dari siapa pun. Itulah kisah umat terdahulu yang durhaka kepada para nabinya, dan sesungguhnya sebelum itu telah kami binasakan pula kaum nuh karena keingkaran mereka. Sungguh, mereka semua adalah kaum yang fasik, durhaka, dan enggan beriman. 47. Tidak hanya berkuasa mengazab umat yang durhaka dan ingkar pada ajaran nabi, Allah juga kuasa menciptakan langit dan alam semesta. Dan langit yang terhampar luas di atas kepalamu itu kami bangun dengan kekuasaan kami yang mahadahsyat dan mahasempurna, dan kami benar-benar memiliki kekuasaan yang tidak terbatas sehingga tidak ada yang dapat menghalangi kami untuk meluaskannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 38-46 Allah SWT berfirman: (Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir’aun dengan membawa mukjizat yang nyata (38)) yaitu dengan membawa dalil yang jelas dan hujjah yang pasti (Maka dia (Fir'aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya) Maka Fir'aun berpaling dari kebenaran yang disampaikan nabi Musa, padahal kebenaran itu sudah jelas dan terang karena kesombongan dan keingkarannya. Mujahid berkata bahwa maknanya adalah Fir'aun memperkuat dirinya dengan teman-temannya. Qatadah berkata bahwa Fir'aun musuh Allah ini mengalahkan kaumnya. Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (Maka dia (Fir'aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya) yaitu bersama golongan-golongannya. Kemudian Ibnu Zaid membacakan firmanNya: ("Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat") (Surah Hud: 80) makna yang pertama adalah yang kuat. Sebagaimana firmanNya: (dengan memalingkan lambungnya untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah) (Surah Al-Hajj: 9) yaitu berpaling dari kebenaran karena kesombongannya (dan berkata, "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila”) yaitu tidaklah kamu dengan urusan yang kamu datangkan itu, melainkan adakalanya kamu seorang penyihir atau orang gila. Maka Allah SWT berfirman: (Maka Kami siksa dia dan tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka) yaitu Kami lemparkan mereka (ke dalam laut) yaitu laut (sedangkan dia melakukan pekerjaan yang tercela) yaitu tercela, kafir, ingkar, durhaka, dan membangkang. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan juga pada (kisah) 'Ad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan (41)) yaitu angin yang merusak dan tidak membawa manfaat apa pun. Pendapat itu dikatakan Adh-Dhahhak, Qatadah dan lainnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (angin itu tidak membiarkan suatu pun yang dilandanya) yaitu sesuatu yang dirusak oleh angin itu (melainkan dijadikannya seperti serbuk) yaitu seperti sesuatu yang binasa dan hancur Sa'id bin Al-Musayyib dan lainnya berkata tentang firmanNya: (ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan) Mereka berkata bahwa itu adalah angin selatan. Telah disebutkan dalam hadits shahih dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Aku diberi pertolongan dengan angin kencang yang dingin dan kaum 'Ad dibinasakan dengan angin yang membinasakan” (Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka,"Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu” (43)) Ibnu Jarir berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sampai waktu habisnya ajal kalian. Yang jelas bahwa ayat ini sebagaimana firmanNya: (Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan) (Surah Fushshilat: 17) Demikian juga di sini Allah berfirman di sini: (Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka.”Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu” (43) Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir, sedangkan mereka melihatnya (44)) Demikian itu karena mereka menunggu azab itu selama tiga hari, tetapi ternyata azab tersebut datang kepada mereka pada pagi hari keempat (Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun) yaitu tidak bisa lari dan tidak pula bangun (dan tidak pula mendapat pertolongan) yaitu mereka tidak mampu menolong diri sendiri dari azab yang menimpa mereka. Firman Allah: (dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu) yaitu Kami binasakan kaum nabi Nuh sebelum mereka (Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik) Semua kisah ini telah dijelaskan dengan panjang lebar di berbagai banyak surah Al-Qur'an.
Tafsir As-Sa'di
46. Dan seperti itu juga tindakan yang dilakukan Allah terhadap kaum Nabi Nuh ketika mereka mendustakan Nuh serta menyimpang dari perintah Allah, Allah mengutus air bah dari langit dan bumi kepada mereka sehingga menenggelamkan mereka semua hingga tidak tersisa seorang kafir pun di muka bumi. Ini merupakan kebiasaan Allah serta sunnahNya terhadap orang-orang yang mendurhakaiNya.
Tafsir Al-Wajiz
46. Kami juga membinasakan kaum Nuh sebelum membinasakan kaum-kaum yang telah disebutkan tersebut. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak taat kepada Allah SWT
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami juga telah membinasakan kaum Nuh Sebelum mereka itu, karena mereka adalah kaum yang menyelisihi perintah Allah, menyimpang dari ketaatan kepadaNya.
Tafsir Al-Madinah
46. Dan Kami telah membinasakan kaum Nuh sebelum kaum-kaum itu, Kami menenggelamkan mereka dalam banjir. Mereka adalah orang-orang yang berpaling dari ketaatan Allah.
Tafsir Al-Mukhtashar
16. Dan telah Kami hancurkan kaum Nabi Nuh dengan cara tenggelam sebelum mereka yang telah disebutkan, sesungguhnya mereka adalah kaum yang keluar dari ketaatan kepada Allah maka mereka pantas untuk mendapat siksa.
Tafsir Ash-Shaghir
Dan pada kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum fasik} tidak mau taat kepada Allah
Tafsir Hidayatul
Yakni demikian pula apa yang Allah lakukan terhadap kaum Nuh ‘alaihis salam ketika mereka mendustakan Nuh ‘alaihis salam dan melanggar perintah Allah, maka Allah kirimkan kepada mereka air yang melimpah dari langit dan bumi, lalu Allah tenggelamkan mereka dengannya. Inilah sunnah atau kebiasaan Allah terhadap orang-orang yang mendurhakai-Nya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Az-Zariyat ayat 46: Allah mengabarkan kebinasaan kaum Nuh, dari kaum-kaum yang sebelumnya; Dimana Allah binasakan dengan banjir bandang; Karena mereka telah mendustakan Rasul yang datang kepada mereka; Mereka adalah kaum yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan ketauhidan kepada-Nya, mendustakan Rasul dan sombong.