Surah An-Nazi'at : Ayat 46
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَىٰهَا

"Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari."

Tafsir Ringkas Kemenag
Hari kiamat itu penuh dengan huru-hara yang membuat manusia sangat tercengang. Pada hari ketika mereka melihat hari kiamat itu, mereka merasa seakan-akan hanya sebentar saja tinggal di dunia, hidup di dunia seakan hanya pada waktu sore atau pagi hari. 1. Jika bagian akhir surah an-n'zi''t menjelaskan tugas nabi sebagai pemberi peringatan tentang hari kiamat, maka pada permulaan surah 'abasa Allah menyebutkan siapa yang akan mendapatkan manfaat dari peringatan tersebut. Disebutkan bahwa seorang pria buta bernama 'abdull'h bin ummi makt'm, anak paman khad'jah, menghadap nabi untuk meminta petunjuk. Ketika itu nabi tengah berdakwah kepada para pemuka quraisy. Nabi kurang berkenan dengan kedatangannya. Muka nabi menjadi masam. Atas perilaku tersebut Allah menegurnya dengan halus. Teguran ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukanlah perkataan nabi melainkan kal'mullah. Dengan teguran itu Allah menghendaki agar nabi Muhammad melakukan hal yang lebih utama, yaitu memperhatikan orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran dan berpegang teguh dengan islam. Dia, nabi Muhammad, berwajah masam karena kedatangan ibnu ummi makt'm, dan berpaling darinya untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemuka quraisy.
Tafsir As-Sa'di
Ayat 45-46 “Kamu hanya memberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari kebangkitan),” yakni ancamanmu hanya berguna bagi orang yang takut akan datangnya Hari Kiamat dan takut berdiri di hadapan Allah. Mereka adalah orang-orang yang perhatiannya tertuju untuk mempersiapkan diri menghadapinya dan beramal untuk menyongsongnya. Adapun orang yang tidak beriman pada Hari Kiamat, ia tidak mempedulikannya karena sikap pembangkangannya berdasarkan kedustaan dan pembangkangan.bila sifatnya sudah seperti ini, maka jawaban atasnya adalah sia-sia Yang Mahasuci Allah lagi Yang Mahabijaksana dari hal itu.
Tafsir Al-Wajiz
46. Ketika orang-orang yang mengingkari hari kiamat kiamat itu mengalami suasana hari kiamat yang hebat mereka merasa seakan hidup mereka di dunia hanya sebentar saja, pagi hari atau sore hari saja
Tafsir Al-Muyassar
42-46. Orang-orang musyrik itu bertanya kepadamu (wahai rasul) dalam rangka mengejekmu, tentang kapan datangnya hari kiamat yang kamu ancamkan kepada mereka. Kamu sama sekali tidak punya ilmu tentangnya, Sebaliknya ilmunya kembali kepada allah semata, Urusanmu terhadap hari kiamat hanya memperingatkan orang orang yang takut kepadanya, Seolah-olah mereka pada hari mereka melihat hari kiamat tidak tinggal di kehidupan dunia,karena ketakutannya yang berat,kecuali antara zhuhur hingga terbenam matahari,atau antara terbit matahari hingga tengah hari.
Tafsir Al-Mukhtashar
46. Pada Hari ketika mereka melihat Kiamat di depan mata, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal di kehidupan dunia mereka kecuali hanya sebatas sore dari suatu hari atau sepaginya.
Tafsir Zubdatut
46. (Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari) Yakni selama beberapa saat di sore atau pagi hari. Atau seperti selama waktu pagi setelah sore itu.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ) Hasan al-bashri suatu ketika membaca : { } dia kemudian berkata : wahai anak Adam ! dunia ini tidak lain kecuali seperti waktu pagi dan sore, maka apakah kamu tidak sabar dari kemaksiatan ? 2 ) { } Dilipatlah kehidupan dunia ini yang para penghuninya saling berperang dan membinasakan untuk mendapatkannya, akan tetapi mereka tidak menyadari kalau kehidpan dunia ini hanyalah sebentar, mereka rela mengorbankan akhirat demi meraih segala pernak-pernik dunia, sungguh ini adalah kebodohan yang sangat besar yang tidak akan diperbuat oleh orang-orang yang mendengar dan melihat ! 3 ) Jika kehidupan dunia ini diukur dengan waktu, maka tidaklah ia kecuali waktu yang sagat singkat, lalu bagaimana dengan malam-malam yang sangat singkat itu di dibandingkan dengan usia dunia seleuruhnya ? adapun orang beriman memahami makna ayat ini untuk memperbanyak ketaatan kepada Allah pada waktu yang sangat singkat ini, agar mereka meraih semua kesempatan yang ada, sehingga waktu yang terus berjalan tidak terbuang dengan sia-sia tanpa adanya titik terang untuk mendekatkan diri kepada Allah { } "dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)”.
Tafsir Ash-Shaghir
Pada hari ketika melihatnya, mereka merasa seakan-akan hanya tinggal pada waktu petang atau paginya} akhir atau permulaan hari.
Tafsir Hidayatul
Karena hebatnya suasana hari berbangkit itu mereka merasa bahwa hidup di dunia hanya sebentar saja.
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Nazi’at ayat 46: Kemudian Allah jelaskan bahwa mereka orang-orang kafir ketika melihat hari kiamat, Allah mengingatkan mereka ketika di dunia, dan terasa sebentar (di dunia). Seakan-akan ia (orang-orang musyrik) tidaklah tinggal di dunia melainkan antara waktu dzuhur sampai terbenamnya matahari atau apa yang di antara terbitnya matahari sampai pertengahan siang. (Mereka merasakan demikian) karena sebab apa yang mereka lihat dari kedahsyatan keadaan (hari kiamat).