Surah Ibrahim : Ayat 47
فَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِۦ رُسُلَهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ ذُو ٱنتِقَامٍ

"Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Maka karena itu, jangan sekali-kali kamu atau siapa pun mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya dalam keberhasilan tugas yang mereka laksanakan. Sungguh, Allah mahaperkasa dan mempunyai pembalasan. Dia akan menjatuhkan siksa bagi para pendurhaka. Siksa itu akan Allah jatuhkan pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan langit diganti dengan langit yang lain, dan mereka, yakni manusia, berkumpul di padang mahsyar untuk menghadap Allah yang maha esa lagi mahaperkasa guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 47-48 Allah SWT berfirman seraya menentukan dan menegaskan janjiNya: (Karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasulNya) yaitu, menolong mereka di kehidupan dunia dan pada hari kiamat. Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat yang memiliki kekuatan, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi kehendakNya, dan tidak dikalahkan, serta mempunyai pembalasan terhadap orang-orang yang mengingkari dan menentangNya (Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (11)) (Surah Ath-Thur) Oleh karena itu Allah berfirman: ((Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit) yaitu janji Allah ini dilaksanakan pada hari ketika bumi diganti dengan selain bumi, yang tidak seperti sekarang yang dikenal, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim melalui hadits Abu Hazim, dari Sahl bin Sa'd, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Kelak manusia di hari kiamat akan dihimpunkan di bumi yang putih lagi tandus seperti perak yang putih bersih, tiada suatu tanda pun bagi seseorang padanya” Firman Allah: (dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) berkumpul) yaitu semua makhluk keluar dari kuburan mereka (menghadap kepada Allah) yaitu Dzat yang mengalahkan, menundukkan segala sesuatu, dan tunduklah kepadaNya semua kepala dan tunduklah kepadaNya semua orang yang berakal.
Tafsir As-Sa'di
47. Allah berfirman, “Karena itu, jangalah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janjiNya kepada rasul-rasulNya”, dengan menyelamatkan mereka dan para pengikut mereka, dan menjadikan mereka bahagia, lalu memusnahkan musuh-musuh mereka serta menelantarkan para musuh itu (tanpa bimbingan dariNya) dan mengenakan hukuman bagi mereka di akhirat. Kejadian ini pasti terealisasikan, karena merupakan janji yang telah disampaikan oleh Dzat yang jujur melalui lisan insan yang paling jujur. Mereka itu adalah para rasul. Informasi ini sebuah berita yang paling tinggi (tingkatan keakurasiannya). Apalagi, kabar berita ini sejalan dengan hikmah ilahiyah dan ketetapan-ketetapan Rabbani serta akal-akal yang sehat. Tiada sesuatu pun yang sanggup melemahkan Allah, sesungguhnya Dia “Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan”, maksudnya jika Allah ingin menimpakan balasan kepada seseorang, maka tidak ada sesuatu pun yang membuatnya lolos dan lemah (tidak setimpal). Peristiwa tersebut pasti terjadi di Hari KIamat.
Tafsir Al-Wajiz
47. Wahai rasul, janganlah kamu menganggap bahwa Allah akan mengingkari janjiNya yang telah diberikan kepada para rasul untuk menolong dan mendukung mereka. Sesungguhnya Allah itu Maha Kuasa dan Maha Berwenang sehingga tidak ada yang bisa mengalahkanNya serta Maha Kuasa dalam membalas musuh-musuh dari wali-waliNya
Tafsir Al-Muyassar
Maka janganlah sekali-kali kamu mengira wahai rasul, bahwa Allah akan mungkir kepada rasul-rasulNya mengenai apa yang telah Dia janjikan pada mereka berupa pertolongan dan kehancuran orang-orang yang mendustakan mereka. Sesungguhnya Allah maha perkasa, tidak ada sesuatupun yang mustahil baginya, lagi membalas ulah musuh-musuhNya dengan balasan yang pedih.” Khitob dari ayat ini walaupun khusus untuk nabi Muhammad tapi sebetulnya umum untuk seluruh umatnya.
Tafsir Al-Madinah
47-48. Hai Rasulullah, janganlah kamu mengira Allah mengingkari janji-Nya bagi para rasul untuk menyelamatkan mereka dan membinasakan orang-orang kafir. Allah Maha Perkasa, tidak ada yang sulit bagi-Nya; Dia mampu membalas musuh-musuh Islam, yaitu ketika hari kiamat, hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain yang putih bersih, dan langit diganti dengan langit yang lain; pada hari itu seluruh makhluk keluar dari kubur untuk menghadap Allah Yang Maha Esa dalam sifat uluhiyah dan rububiyah, Yang Menguasai seluruh makhluk. Sahl bin Sa’d berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda: “Pada hari kiamat manusia akan dikumpulkan di tanah lapang yang putih seperti warna roti putih.” (Shahih al-Bukhari, kitab ar-Riqaq, bab Allah menggenggam bumi pada hari kiamat, no. 6521). ‘Aisyah berkata, aku bertanya kepada Rasulullah tentang firman Allah ( ), di mana manusia ketika itu wahai Rasulullah? Maka beliau menjawab: “Di atas shirath”. (Shahih Muslim 4/2150, kitab sifat-sifat orang munafik dan hukum-hukum yang berkaitan dengan mereka, bab hari kebangkitan, no. 2891). Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Manusia akan dibangkitkan di atas bumi yang telah diganti, dan al-Qur’an juga menyatakan hal itu sebagaimana dalam firman-Nya: ( ) dan mereka dikumpulkan dan dihisab sebelum melewati shirath, orang yang berhasil melewati shirath akan menuju surga sedangkan para penghuni neraka akan terjatuh sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits. (Mukhtashar al-Fatawa al-Mishriyah).
Tafsir Al-Mukhtashar
47. Jangan sekali-kali kamu -wahai Rasul- menyangka bahwa Allah yang menjanjikan para utusan-Nya dengan kemenangan dan keunggulan agamanya menyelisihi apa yang telah Dia janjikan kepada para utusan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa yang tidak dikalahkan oleh siapa pun, Pemilik hukuman yang berat terhadap musuh-musuh-Nya dan musuh-musuh utusan-Nya.
Tafsir Zubdatut
47. (Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya) Yang dimaksud adalah janji Allah dalam firman-Nya: “sungguh Kami akan menolong Rasul-Rasul Kami” (Al-Mu’min:51) Dan firman-Nya: “Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang" (al-Mujadilah: 21) (sesungguhnya Allah Maha Perkasa) Tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya. (lagi mempunyai pembalasan) Membalas musuh-musuh bagi para kekasih-Nya.
Tafsir Ash-Shaghir
Maka jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah mengingkari janjiNya kepada rasul-rasul-Nya. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi mempunyai pembalasan
Tafsir Aisarut
Makna kata: ( ) innallaaha ‘aziiz : “Sesungguhnya Allah Maha Perkasa” yaitu, yang Maha Menang tidak ada yang dapat menghalangi kehendak-Nya, sampai kapanpun. ( ) dzun tiqaam : pemilik siksaan bagi yang bermaksiat kepada-Nya dan Rasul-Nya. Makna ayat : Pembahasan ayat-ayat ini masih mengenai tentang hiburan bagi Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum mukminin, sedangkan mereka pada saat itu berada dalam kekejaman dan kezaliman orang-orang musyrik. Maka Allah ta’ala berfirman kepada Rasul-Nya shallahu ‘alaihi wa sallam : ( ) “Janganlah engkau mengira bahwa Allah akan mengingkari janji-Nya kepada Rasul-Nya” sebgaimana Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya kepada Rasul-Rasul-Nya yang terdahulu, Dia juga tidak akan mengingkari janji-Nya kepadamu. Karena Dia pasti akan menepati janji-Nya berupa kemenangan atas musuh-musuhmu, oleh karena itu bersabarlah sebagaimana para Ulul Azmi dari kalangan Rasul, dan janganlah tergesa-gesa atas mereka. ( ) “Seungguhnya Allah Maha Perkasa” yang Maha Menang, dan tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya, yang Maha Kuasa atas kehendak-Nya, seluruh kehendak-Nya pasti terjadi. ( ) “Yang memiliki siksaan” yang keras bagi yang bermaksiat kepada-Nya, membangkang dari ketaatan kepada-Nya, dan memusuhi para Wali-Nya. Pelajaran dari ayat : • Penjelasan mengenai kebenaran janji Allah kepada Rasul-Rasul dan Wali-Nya.
Tafsir Hidayatul
Surat Ibrahim ayat 47: Dengan memberikan kemenangan kepada rasul-rasul-Nya, membinasakan musuh-musuh mereka dan mengecewakannya di dunia, serta mengazab mereka di akhirat. Tidak ada yang dapat melemahkan-Nya. Kepada orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya.