Surah Ibrahim : Ayat 48
يَوْمَ تُبَدَّلُ ٱلْأَرْضُ غَيْرَ ٱلْأَرْضِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُ ۖ وَبَرَزُوا۟ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ
"(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa."
Tafsir Ringkas Kemenag
Siksa itu akan Allah jatuhkan pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan langit diganti dengan langit yang lain, dan mereka, yakni manusia, berkumpul di padang mahsyar untuk menghadap Allah yang maha esa lagi mahaperkasa guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia. Pada hari itu engkau atau siapa pun akan melihat orang yang berdosa bersama-sama dengan rekan-rekan mereka, diikat dengan belenggu yang panas membara.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 47-48 Allah SWT berfirman seraya menentukan dan menegaskan janjiNya: (Karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasulNya) yaitu, menolong mereka di kehidupan dunia dan pada hari kiamat. Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat yang memiliki kekuatan, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi kehendakNya, dan tidak dikalahkan, serta mempunyai pembalasan terhadap orang-orang yang mengingkari dan menentangNya (Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (11)) (Surah Ath-Thur) Oleh karena itu Allah berfirman: ((Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit) yaitu janji Allah ini dilaksanakan pada hari ketika bumi diganti dengan selain bumi, yang tidak seperti sekarang yang dikenal, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim melalui hadits Abu Hazim, dari Sahl bin Sa'd, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Kelak manusia di hari kiamat akan dihimpunkan di bumi yang putih lagi tandus seperti perak yang putih bersih, tiada suatu tanda pun bagi seseorang padanya” Firman Allah: (dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) berkumpul) yaitu semua makhluk keluar dari kuburan mereka (menghadap kepada Allah) yaitu Dzat yang mengalahkan, menundukkan segala sesuatu, dan tunduklah kepadaNya semua kepala dan tunduklah kepadaNya semua orang yang berakal.
Tafsir As-Sa'di
48. “(Yaitu) pada hari (Ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit”, langit pun diganti dengan rupa langit yang lain. Perubahan ini hanya pada karakteristiknya saja, bukan perubahan wujudnya. Karena bumi pada Hari KIamat akan diratakan dan dihamparkan ibarat permukaan lapangan yang datar. Seluruh isinya, seperti gunung dan dataran-dataran yang menonjol diletakkan pada permukaannya. Jadilah bumi dataran yang rata. Engkau tidak melihat tempat yang rendah maupun yang tinggi. Langit bagaikan luluhan perak lantaran kedahsyatan keadaan hari itu. Lantas, Allah menggulungnya dengan Tangan KananNya “dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul”, seluruh makhluk (bangkit) dari kubur-kubur mereka menuju hari kebangkitan dan mereka bangkit di tempat yang mana tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi pada pandangan Allah. “Menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa”, satu-satunya Dzat Yang mempunyai keagungan, nama-nama dan sifat, serta perbuatan yang agung. Dan keperkasaanNya atas seluruh alam semesta. Semuanya berada di bawah penanganan dan pengaturanNya. Tidak ada yang bergerak dan tidak ada yang tetap diam kecuali dengan seizinNya.
Tafsir Al-Wajiz
48. Balasan itu terjadi pada hari dimana bumi berubah menjadi bukan bumi ini dan langit menjadi bukan langit ini. Mereka keluar dan muncul dari kubur karena takut kepada Allah yang Maha Esa yang berwenang atas segala sesuatu dengan kuasaNya
Tafsir Al-Muyassar
Dan balasan Allah terhadap musuh-musuhNya pada hari kiamat terjadi pada hari bumi ini diganti dengan bumi lain yang putih lagi bersih layaknya perak, dan demikian pula langit di ganti dengan langit lainnya, dan makhluk-mahkluk keluar dari kubur-kuburnya dalam keadaan hidup lagi berdiri tegak untuk berjumpa dengan Allah yang Maha Esa lagi mahaperkasa, yang maha Esa dengan keagungan, nama-nama dan sifat-sifatNya serta perbuatan-perbuatanNya, serta keperkasaanNya yang menundukan segala sesuatu.
Tafsir Al-Mukhtashar
48. Pembalasan terhadap orang-orang kafir ini terwujud pada hari Kiamat, pada hari di mana bumi diganti dengan bumi lain yang putih bersih, langit-langit diganti dengan lainnya, manusia bangun dari alam kubur mereka dengan jasad amal-amal mereka untuk berdiri menghadap Allah Pemilik tunggal kerajaan dan keagungan, Mahakuat yang mengalahkan, tidak dikalahkan, unggul dan tidak diungguli.
Tafsir Zubdatut
48. (pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain) Yakni berubah sifatnya saja. Pendapat lain mengatakan, diganti dengan bumi lainnya. ( dan (demikian pula) langit) Yakni langit diganti pula dengan langit yang lain, sesuai dengan perbedaan pendapat yang ada pada penggantian bumi. (dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa) Yakni mereka keluar dari kubur mereka. Atau amal perbuatan mereka sembunyikan menjadi tampak.
Tafsir Ash-Shaghir
(yaitu) hari bumi diganti dengan bumi yang lain dan juga langit. Mereka berkumpul} mereka keluar dari kubur mereka {menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Maha perkasa
Tafsir Aisarut
Makna kata : ( ) yauma tubaddalul ardh : “pada hari bumi diganti” ingatkanlah wahai Rasul Kami, para orang zalim tentang hari digantinya bumi. ( ) wa barazuu lillaah : mereka keluar dari kubur mereka menuju Allah untuk penghitungan dan pembalasan. Makna ayat : Maka ingatlah ( ) “Hari diganti bumi dengan bumi yang lain, begitu pula dengan langit.” Begitu pula () “Mereka menghadap” berjalan setelah mereka keluar dari kubur mereka menuju Mahsyar, seraya mematuhi seruan dari seorang penyeru dan mereka pun menghadap ( ) “kehadiran Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Pelajaran dari ayat : • Penjelasan tentang keadaan orang-orang yang berdosa ketika di padang Mahsyar dan di Jahanam.
Tafsir Hidayatul
Surat Ibrahim ayat 48: Ada yang mengartikan “ingatlah.” Menurut Syaikh As Sa’diy, penggantian bumi di sini bukan penggantian zat, tetapi penggantian sifatnya, yaitu yang sebelumnya terdapat dataran tinggi dan dataran bawah, maka akan diratakan, dan ketika itu langit seperti cairan tembaga (lihat Al Ma’aarij: 8) karena dahsyatnya keadaan di hari itu, kemudian Allah melipat langit itu dengan Tangan Kanan-Nya. Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang firman Allah Ta’ala, “Yauma tubaddalul ardhu ghairal ardhi was samaawaat”, di manakah manusia ketika itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Di atas shirat (jembatan).” Keluar dan bangkit dari kubur menghadap Allah Azza wa Jalla di tempat berkumpul (padang mahsyar) yang tidak ada satu pun tersembunyi bagi-Nya. Dengan keagungan-Nya, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang agung. Dia menundukkan alam semesta, semuanya di bawah pengaturan-Nya, tidak ada satu pun yang bergerak atau diam kecuali dengan izin-Nya.