Surah Al-Hijr : Ayat 48
لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ

"Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Selain itu, mereka juga tidak merasa lelah, letih, maupun jenuh di dalamnya. Mereka tidak lagi perlu bersusah payah melakukan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, seperti yang dulu mereka lakukan di dunia. Apa saja yang mereka butuhkan sudah tersedia di dalam surga, dan lebih dari itu, mereka pun tidak akan dikeluarkan darinya; mereka kekal dalam kenikmatan surga itu. Usai menjelaskan kedudukan dan siksa yang Allah siapkan bagi orang-orang kafir di neraka, dan ganjaran yang dia janjikan bagi orangorang yang bertakwa di surga, Allah lalu meminta nabi Muhammad untuk menyampaikan kabar gembira kepada mereka semua, baik yang taat maupun yang durhaka. Allah berfirman, kabarkanlah, wahai nabi Muhammad, kepada hamba-hamba-ku yang taat maupun yang bergelimang dosa dan hendak bertobat bahwa aku-lah yang maha pengampun lagi maha penyayang. Dan katakan pula kepada orang-orang yang kafir dan para pendosa yang enggan bertobat bahwa sesungguhnya azab-ku adalah azab yang sangat pedih.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 45-50 Setelah Allah menyebutkan keadaan penghuni neraka, lalu Allah mengiringkannya dengan menyebutkan penghuni surga, bahwa mereka berada di dalam taman-taman dan mata airnya banyak. Firman Allah: (Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera) yaitu dalam keadaan selamat dari penyakit dan kalian selalu dalam keadaan sejahtera (lagi aman) yaitu dari semua ketakutan dan keterkejutan, dan janganlah kalian takut akan dikeluarkan, dan jangan pula takut akan terputus dan mati Firman Allah: (Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan (47)) Disebutkan dalam hadits shahih melalui riwayat Qatadah, telah bercerita kepada kami Abu Al-Mutawakkil An-Naji bahwa Abu Sa'id Al-Khudri bercerita kepada mereka, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Orang-orang mukmin diselamatkan dari neraka, lalu mereka ditahan di atas sebuah jembatan di antara surga dan neraka. Maka sebagian dari mereka menyangkut perkara penganiayaan yang pernah terjadi di antara mereka ketika di dunia. Sehingga mereka diber­sihkan dan disucikan, lalu mereka diizinkan untuk masuk surga” Terkait firman Allah, (Mutaqabilin) Mujahid berkata bahwa artinya sebagian dari mereka tidak membelakangi sebagian yang lainnya. Firman Allah: (Mereka tidak merasa lelah di dalamnya) yaitu, merasa lelah dan sakit, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim,”Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku agar menyampaikan berita gembira kepada Khadijah dengan sebuah rumah di dalam surga terbuat dari bambu, tidak ada kegaduhan di dalamnya dan tidak pula kelelahan” Firman Allah: (dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya) sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,”Dikatakan kepada ahli surga,"Sesungguhnya kalian tetap sehat dan tidak akan sakit selama-lamanya. Sesungguhnya kalian tetap hidup dan tidak akan mati selama-lamanya. Sesungguhnya kalian tetap muda dan tidak akan tua selama-lamanya. Dan sesungguhnya kalian tetap tinggal di dalam surga dan tidak akan pindah darinya selama-lamanya” Allah SWT berfirman (mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya (108)) (Surah Al-Kahfi) Firman Allah: (Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (49) dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih (50)) yaitu, beritahukanlah wahai Muhammad kepada hamba-hambaKu, bahwa Aku adalah Tuhan yang mempunyai rahmat dan mempunyai azab yang sangat pedih. Telah dijelaskan sebelumnya pembahasan ayat yang mulia ini, yang menunjukkan dua kedudukan yaitu harapan dan ketakutan.
Tafsir As-Sa'di
48. “mereka tidak merasa lelah didalamnya” baik lahir maupun batin. Keadaan demikian karena Allah telah menciptakan mereka dalam bentuk dan kehidupan yang sempurna, yang menolak semua kehancuran. ”dan mereka sekali kali tidak akan dikeluarkan dari padanya” disegenap waktu.
Tafsir Al-Wajiz
48. Mereka para penduduk surga tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan dari surga, namun mereka kekal
Tafsir Al-Muyassar
45-48. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi apa yang dilarang, akan ada di Kebun-kebun dan di sungai-sungai yang mengalir. Dikatakan kepada mereka, “Masuklah kalian kedalam kebun-kebun ini dengan selamat dari seluruh keburukan dan aman dari semua siksaan.” Dan kami telah mencabut sifat-sifat buruk dari diri hati-hati mereka, seperti kedengkian dan dari permusuhan. Mereka hidup di dalam surga dalam keadaan bersaudara, di mana saling mencintai satu dengan yang lain, mereka duduk di singgasana yang besar, wajah mereka saling menyapa untuk menjalin hubungan dan cinta. Di dalamnya mereka tidak merasa lelah dan payah Dan mereka di dalamnya hidup abadi di selamanya.
Tafsir Al-Mukhtashar
48. Di dalamnya mereka tidak merasa lelah, mereka tidak dikeluarkan darinya, sebaliknya mereka kekal di dalamnya.
Tafsir Zubdatut
48. (Mereka tidak merasa lelah di dalamnya) Yakni rasa letih.
Tafsir Li Yaddabbaru
Perhatikan firman ayat ini : { } "Mereka tidak merasa lelah di dalamnya (surga) dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya", lalu bandingkan dengan ayat yang satu ini : { } "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah" [ Al-Balad : 4 ], kamu akan mendapati bahwa diantara hal yang diinginkan oleh Allah pada hamba-Nya di hari akhir adalah : bagaimana Ia menjelaskan bahwa dunia ini penuh dengan keletihan dan kesusahan, dan kemudian Ia menjelaskan balasan atas itu semua : bahwa sesungguhnya di surga tidak akan ada keletihan sedikitpun.
Tafsir Ash-Shaghir
Mereka tidak merasa} mereka tidak merasa {lelah} lelah {di dalamnya dan tidak akan dikeluarkan darinya
Tafsir Aisarut
Makna kata: ( ) laa yamassuhum fiihaa nashab : “mereka tidak merasa letih.” Lelah. Makna ayat: Firman-Nya ta’ala ( ) “mereka tidak tertimpa keletihan dan mereka tidak pula akan keluar darinya.” Pada ayat ini terdapat dua kenikmatan, nikmat kenyamanan yang abadi, karena tidak ada keletihan dan kesulitan di surga, dan nikmat tinggal dan abadi di dalamnya (surga), karena mereka tidak akan keluar darinya selamanya. Ini adalah penegasan akan akidah kebangkitan dan pembalasan dengan penjelasan yang jelas dan gamblang.
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Hijr ayat 48: Yang demikian adalah karena Allah menciptakan mereka dalam keadaan yang sempurna.