Surah Al-Ahzab : Ayat 48
وَلَا تُطِعِ ٱلْكَٰفِرِينَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ وَدَعْ أَذَىٰهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

"Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan janganlah engkau, wahai nabi Muhammad, menuruti keinginan orang-orang kafir dan orang-orang munafik yang menolak dan mengejek ajaran agama yang kaubawa itu. Janganlah engkau hiraukan gangguan mereka, bersabarlah dalam mengemban tugas, dan bertawakAllah kepada Allah dalam semua urusanmu. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung dari semua yang engkau takutkan, termasuk dari gangguan mereka. 49. Bertawakal kepada Allah setelah berusaha secara maksimal merupakan cara aman bagi orang yang beriman agar tidak putus asa. Bila seseorang telah berusaha mempertahankan perkawinan, namun pada akhirnya mesti berakhir dengan perceraian, maka hendaklah dia kembalikan persoalan tersebut kepada Allah yang maha bijaksana dalam ketetapan-Nya. Wahai orang-orang yang beriman! apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukmin yang mantap imannya, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya, yakni melakukan hubungan intim suami istri dengannya, maka tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan. Namun berilah mereka mut'ah, yaitu imbalan materi sebagai penghibur hati akibat percerain, dan lepaskan serta ceraikan-lah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya agar mereka dapat menempuh jalan hidup yang terbaik untuk mereka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 45-48 Diriwayatkan dari ‘Atha’ bin Yasar, dia berkata,”Aku berjumpa dengan Abdullah bin Amr bin Al-Ash, lalu aku berkata,"Ceritakanlah kepadaku tentang sifat Nabi SAW dalam kitab Taurat" dia menjawab,"Baiklah, demi Allah, sesungguhnya yang disifatkan dalam Taurat itu ada di sebagian sifat beliau dalam Al-Qur'an: ("Hai Nabi, sesungguhnya" Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan" (45)) dan sebagai benteng bagi orang-orang yang ummi. Engkau adalah hamba dan RasulKu. Aku menamaimu Al-Mutawakkil, engkau bukanlah orang yang kasar, bukan orang yang keras, bukan orang yang suka berbicara keras di pasar-pasar, bukan pula orang yang membalas keburukan dengan keburukan; tetapi memaafkan, menyantuni, dan mengampuni. Allah tidak akan mewafatkan beliau sebelum Dia menegakkan agama yang bengkok, sampai mereka mengatakan, "Tidak ada Tuhan selain Allah" Maka dengan kalimat ini dia dapat membuka mata yang buta, telinga yang tuli, dan hati yang terkunci" Firman Allah SWT: (sebagai saksi) yaitu atas keesaan Allah dan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan sebagai saksi terhadap umat manusia atas amal perbuatan mereka pada hari kiamat, (dan Kami datangkan kamu sebagai saksi atas mereka itu) (Surah An-Nisa’: 41) sebagaimana firmanNya: (agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu) (Surah Al-Baqarah: 143) Firman Allah SWT: (dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan) yaitu menyampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin dengan pahala yang melimpah, dan pemberi peringatan kepada orang-orang kafir dengan siksaan yang mengerikan. Firman Allah SWT: (dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya) yaitu menyeru kepada semua makhluk untuk menyembah Tuhan mereka berdasarkan perintah dariNya kepadamu untuk menyampaikan hal itu (dan untuk jadi cahaya yang menerangi) yaitu perkaramu itu jelas dalam kebenaran yang kamu sampaikan seperti matahari dalam terangnya yang tidak ada seorangpun yang mengingkarinya kecuali orang yang mem­bangkang. Firman Allah SWT: (Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka) yaitu, janganlah tunduk dan mendengar apa yang mereka katakan (dan janganlah kamu hiraukan gangguan mereka) yaitu maafkan dan ampunilah mereka, serta pasrahkanlah urusan mereka kepada Allah SWT, karena sesungguhnya dalam hal itu cukup bagi mereka, Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung)
Tafsir As-Sa'di
48. Oleh karena di sana ada sekelompok manusia yang siap melakukan tindakan menghalang-halangi para penyeru kepada Allah, dari kalangan para rasul dan para pengikutnya, yaitu orang-orang munafik yang berpura-pura dan menampakkan kesamaan iman, padahal mereka sebenarnya kafir lagi durjana dalam batinnya, dan juga orang-orang yang kafir lahir dan batin, maka Allah melarang rasulNya patuh kepada mereka dan mewanti-wantinya dari perbuatan itu, seraya berfirman, “Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu.” Yaitu, dalam setiap perkara yang dapat merintangi jalan Allah. Namun perintah ini tidak menuntut untuk menyakiti mereka; akan tetapi jangan kamu taat kepada mereka, “dan janganlah kamu menghiraukan gangguan mereka,” karena yang demikian itu dapat menarik mereka dan menjadi motivator bagi mereka untuk menerima Islam dan untuk menahan diri mereka untuk menyakitinya dan keluarganya. “Dan bertawakallah kepada Allah,” dalam menyempurnakan tugasmu dan mengabaikan musuh-musuhmu. “Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung.” Diserahkan kepadaNya semua permasalahn yang penting, karena Dia yang akan mengurusinya dan memudahkannya bagi hambaNya.
Tafsir Al-Wajiz
48. Wahai Nabi, janganlah engkau turuti orang-orang kafir dan munafik yang melanggar syariatmu. Jangan engkau hiraukan dan engkau pedulikan gangguan mereka. Serahkanlah urusanmu kepada Allah, cukup Dia sebagai penghulu segala sesuatu. Allah telah menekankan ayat ini dalam permulaan surat yang menunjukkan respon Nabi atas ganguan dan perkataan orang menafik. Penekanan ini juga untuk menyelamatkan syariat dari pencampuradukan
Tafsir Al-Muyassar
janganlah engkau (wahai Rasul) menaati ucapan orang kafir atau munafik, biarkan gangguannya, hal itu jangan sampai menghalangimu untuk menyampaikan risalah. Percayalah kepada Allah dalam segala urusanmu dan bersandarlah kepadaNya, niscaya Dia mencukupkanmu dari apa yang membebanimu dari segala perkara dunia dan akhirat.
Tafsir Al-Madinah
48. Dan janganlah kamu mentaati orang-orang kafir dan munafik; selisihilah mereka dan jangan pedulikan gangguan mereka. Tetaplah bertawakkal kepada Allah, karena Dia cukup bagimu.
Tafsir Al-Mukhtashar
48. Dan janganlah engkau menaati seruan orang-orang kafir dan orang-orang munafik untuk menghalang-halangi agama Allah, dan berpalinglah dari mereka, mudah-mudahan hal itu bisa menarik mereka untuk beriman kepada risalah yang engkau bawa. Dan bergantunglah kepada Allah dalam segala urusanmu, di antaranya dalam meminta pertolongan untuk mengalahkan musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung, kepada-Nya hamba-hamba bersandar dalam segala urusan mereka di dunia dan di Akhirat.
Tafsir Zubdatut
48. (Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu) Dalam apa yang mereka tawarkan kepadamu berupa kemunafikan dalam beragama. (janganlah kamu hiraukan gangguan mereka) Yakni jangalah kamu pedulikan gangguan yang datang dari mereka karena dakwah yang kamu emban menuju jalan Allah dan akibat ketegasanmu dalam menghadapi musuh-musuh-Nya.
Tafsir Ash-Shaghir
Janganlah kamu menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, biarkan gangguan mereka} berpalinglah dari ucapan mereka dan apa yang menyakiti kalian dan janganlah disibukkan oleh hal itu {dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai pelindung
Tafsir Hidayatul
Oleh karena di sana ada orang-orang yang menghalangi orang-orang yang mengajak kepada Allah (para rasul dan para pengikutnya), yaitu kaum munafik yang menampakkan keimanan di luar, padahal batinnya kafir lagi fasik. Ada pula orang-orang yang kafir lahir maupun batin, maka Allah melarang Rasul-Nya menaati mereka dan menyuruhnya berhati-hati. Dalam setiap perkara yang menghalangi dari jalan Allah. Akan tetapi sikap ini tidak menghendaki untuk menyakiti mereka, bahkan tetap tidak menaati dan tidak menghiraukan gangguan mereka, karena sikap ini dapat menarik mereka, mengajak mereka menerima Islam, dan membuatnya tidak menyakiti dirinya dan keluarganya. Dalam hal menyempurnakan urusanmu dan mengecewakan musuh-musuhmu. Dia akan mengurusnya dan memudahkannya kepada hamba-Nya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Ahzab ayat 48: Allah memerintahkan Nabi-Nya ﷺ agar tidak bersama orang-orang kafir dan munafik dalam mencukupkan (berhenti) dari mendakwahkan kerisalahannya, dan Allah juga memerintahkan agar meninggalkan celaan mereka dan juga bersabar atas celaan mereka. Atau agar betawakal kepada Allah.