Surah Al-Haqqah : Ayat 48
وَإِنَّهُۥ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ
"Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
Tafsir Ringkas Kemenag
48-49. Setelah dijelaskan bahwa Al-Qur'an bersumber dari Allah, kini diuraikan fungsi dari Al-Qur'an dan respons manusia atas kehadirannya. Dan sungguh, Al-Qur'an itu adalah pelajaran yang amat berharga bagi orang-orang yang bertakwa. Dan sungguh, kami mengetahui bahwa di antara kamu wahai manusia ada orang yang mendustakan disamping ada pula yang menerimanya dengan segala ketulusan hatinya
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 44-52 Allah SWT berfirman: (Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami) yaitu seandainya nabi Muhammad mengada-adakan atas nama Kami sebagaimana yang mereka anggap, berupa menambahkan sesuatu dari dirinya ke dalam risalah itu atau mengurangi sesuatu darinya atau mengatakan sesuatu dari dirinya, lalu dinisbatkan kepada Kami, padahal tidaklah demikian, maka Kami akan menyegerakan siksaan atas dirinya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya (45)) Dikatakan bahwa maknanya adalah Kami menghukum dia dengan tangan kanan Kami, karena itu jauh lebih keras. DIkatakan, bahwa sungguh Kami akan menghukum dia pada tangan kanannya (Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya (46) Ibnu Abbas berkata bahwa itu adalah urat tali jantungnya, yaitu urat yang terikat dengan jantung. Demikian juga dikatakan oleh Sa'id bin Jubair dan Qatadah. Firman Allah SWT: (Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari pemotongan urat nadi itu (47)) yaitu tidak ada seorangpun dari kalian yang dapat menghalang-halangi antara Kami dan dia, jika Kami menghendaki sesuatu dari itu. Maknanya bahkan dia adalah seorang yang benar, baik, dan mendapat petunjuk. Oleh karena itu Allah SWT mengakui kebenaran dari apa yang disampaikan dia dariNya dan mengukuhkannya dengan mukjizat-mukjizat yang jelas dan dalil-dalil yang pasti. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa (48)) yaitu Al-Qur'an, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka) (Surah Fushshilat: 44) Allah SWT berfirman (Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya) (49)) yaitu sekalipun jelas dan terang, tetapi masih didapati di antara kalian orang-orang yang mendustakan Al-Qur’an. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat) (50)) Ibnu Jarir berkata bahwa sesungguhnya perbuatan dusta itu benar-benar akan merugikan orang-orang kafir pada hari kiamat. Ibnu Jarir meriwayatkan hal yang serupa dari Qatadah. Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari As-Suddi, dari Abu Malik tentang firmanNya: (Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat) (50)) yaitu sungguh menjadi penyesalan. Dhamir ini merujuk kepada Al-Qur'an, yaitu sesungguhnya Al-Qur'an dan beriman kepadanya benar-benar akan menjadi penyesalan bagi orang-orang yang kafir, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Demikianlah Kami masukkan Al-Qur'an ke dalam hati orang-orang yang durhaka (200) mereka tidak beriman kepadanya) (Surah Asy-Syu'ara’) dan (Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini) (Surah Saba': 54) Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Dan Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar kebenaran yang diyakini (51)) yaitu berita yang benar lagi hak, yang tidak ada keraguan dan kebimbangan padanya, Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar (52)) yaitu Dzat yang menurunkan Al-Qur'an yang agung ini
Tafsir As-Sa'di
48. “Dan sesungguhnya ia” yakni al-Quran al-Karim, “benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” Mereka mengambil pelajaran melalui al-Quran tentang kemaslahatan agama dan dunia mereka, sehingga mereka mengetahui dan mengamalkannya. Al-Quran mengingatkan mereka berkaitan dengan akidah-akidah Agama, dan akhlak-akhlak yang diridhai, serta hukum-hukum syar’I, sehingga mereka menjadi ulama rabbani, hamba yang arif, dan imam yang dapat mendapat petunjuk.
Tafsir Al-Wajiz
48. Sesungguhnya Al-Quran adalah nasehat bagi orang-orang yang melaksanakan perintah-perintah Allah, takut dengan hukumanNya dan menjauhi kemaksiatan. Mereka adalah orang-orang yang bertakwa, karena mereka menggunakan (Al-Quran) sebagai pengingat.
Tafsir Al-Muyassar
44-48. Seandainya Muhammad mengklaim sesuatu atas Nama Kami padahal Kami tidak mengucapkannya, niscaya Kami menghukumnya dan mengambilnya dengan kekuatan dan dengan keras, kemudian Kami memutuskan urat jantungnya, maka tidak seorangpun yang sanggup menghalangi Kami untuk menghukumnya. Sesungguhnya al-Quran ini adalah nasihat bagi orang-orang yang bertakwa yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.
Tafsir Al-Madinah
48-52. Ayat-ayat ini menjelaskan tentang al-Qur’an, ia merupakan peringatan, pelajaran, dan nasehat bagi orang-orang bertakwa yang mendapat manfaat darinya dan menjalankan perintah yang ada di dalamnya. Allah mengetahui bahwa sebagian manusia mendustakan al-Qur’an; dan al-Qur’an akan menjadi sebab penyesalan dan kerugian orang-orang yang mengingkarinya, ketika mereka melihat pahala yang didapatkan orang-orang beriman, dan siksaan dan azab yang disiapkan bagi orang-orang kafir itu. Al-Qur’an merupakan kitab yang benar dan jelas, yang tidak mengandung keraguan sedikitpun. Maka bertasbihlah kepada Tuhanmu, dan sebutlah nama-Nya yang agung, memuji-Nya atas kenikmatan diturunkannya al-Qur’an dan kenikmatan lainnya.
Tafsir Al-Mukhtashar
48. Dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu adalah nasihat bagi orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala parangan-Nya.
Tafsir Zubdatut
48. (Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa) Yakni al-Qur’an adalah pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa, sebab mereka dapat mengambil manfaat darinya.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu} Al-Qur'an itu {benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa
Tafsir Hidayatul
Dengan Al Qur’an mereka dapat mengingat hal yang bermaslahat bagi mereka baik dalam hal agama maupun dunia, mereka dapat mengetahuinya dan dapat mengamalkannya. Al Qur’an juga mengingatkan mereka ‘aqidah yang benar, akhlak yang diridhai dan hukum-hukum syar’i sehingga mereka menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Haqqah ayat 48: 44-48. Ketahuilah wahai orang-orang musyrik, kalo saja Muhammad ﷺ mengada-ngada (memalsukan) sebagian perkataan-perkataan (Allah), sungguh Allah akan membalasanya dengan balasan yang pedih. Dan Allah juga akan menariknya dengan kuat dan sangat. Kemudian akan Allah potong urat jantungnya dan mematikannya. Dan kalian tak akan mungkin dapat mencegah adzab Allah dan melindunginya. Kemudian Allah mengabarkan bahwa Al Qur’an ini cahaya, petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang bertakwa yang ia mengerjakan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi larangan-Nya.