Surah Al-Hijr : Ayat 5
مَّا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ
"Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ajal adalah ketetapan yang sudah Allah tentukan waktunya, karena itu tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak pula dapat meminta penundaan darinya. Dan tidak hanya melakukan perbuatan buruk, orang kafir juga mengucapkan perkataan yang menyakiti nabi Muhammad. Mereka berkata, wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur'an, sesungguhnya engkau, wahai Muhammad, benar-benar orang gila karena mengakui apa yang kausampaikan bersumber dari Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 4-5 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia tidak membinasakan penduduk suatu kota melainkan setelah tegaknya hujjah atas kota itu dan telah sampai ajal mereka. Dia tidak menangguhkan dan memajukan kebinasaan suatu umat pun dari ajalnya jika waktunya telah tiba. Hal ini merupakan peringatan dan petunjuk bagi penduduk Makkah agar mereka meninggalkan apa yang mereka lakukan berupa kemusyrikan, pembangkangan, dan kekafiran yang membuat mereka layak untuk dibinasakan
Tafsir As-Sa'di
5. “tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya)” (semua sudah ditentukan waktunya) kalau tidak demikan, dosa dosa pasti memperlihatkan pengaruh (buruk)nya, kendatipun tidak langsung muncul (berupa siksaan).
Tafsir Al-Wajiz
5. Waktu kebinasaan suatu kaum tidak dapat dimajukan atau ditunda sedikitpun. Tidak ada suatu umatpun yang dapat menyegrakan ajalnya, dan tidak pula dapat mengundurkannya. Penyebutan kata {yasta’khirun} yang merujuk kepada {ummah} itu untuk menyimpan maknanya
Tafsir Al-Muyassar
Satu umat tidak akan melewati batas ajalnya sehingga bertambah darinya, dan tidak mendahuluinya dengan mengurangi waktunya.
Tafsir Al-Mukhtashar
5. Satu umat dari umat-umat yang mendustakan tidak akan binasa sebelum masa yang telah ditetapkan. Bila masa itu tiba, maka itu tidak bisa ditunda sesaat pun. Karena itu orang-orang zalim jangan terkecoh bila Allah menangguhkan mereka.
Tafsir Zubdatut
5. (Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya) Yakni tiak akan datang kematiannya sebelum datang ajal yang telah ditentukan. (dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya)) Maka tidak patut bagi orang yang berakal tertipu oleh penangguhan mereka sampai ajalnya ini.
Tafsir Ash-Shaghir
{Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan} mendahulukan {ajalnya dan tidak pula menangguhkannya
Tafsir Aisarut
Makna kata : ( ) maa tasbiqu min ummatin ajalahaa : “tidaklah suatu umat dapat menpercepat ajalnya.” Batas waktu yang telah ditentukan tidak dapat dimajukan. Kata () disini adalah tambahan. Makna ayat : Firman-Nya : ( ) “Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak pula mengakhirkannya.” Yaitu sesuai dengan tulisan takdir, karena suatu negeri yang telah Allah tetapkan kehancurannya tidak bisa mempercepat kehancuran tersebut sebelum waktunya dan tidak pula mengakhirkannya sekalipun hanya sekejap. Pada hal ini, terdapat peringatan dan ancaman bagi penduduk Mekah, karena mereka memusuhi dakwah yang benar dan Rasul yang benar, bisa jadi negeri mereka telah ditentukan kehancurannya sedangkan mereka tidak menyadarinya.