Surah Al-Fath : Ayat 5
لِّيُدْخِلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عِندَ ٱللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا

"supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Agar dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga untuk tinggal di sana selama-lamanya yang mengalir di bawah istananya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan dia akan menghapus kesalahan-kesalahan yang pernah mereka lakukan agar mereka masuk ke dalam surga tanpa noda. Dan yang demikian itu, yakni surga dan ampunan Allah menurut Allah suatu keuntungan yang besar. 6. Dan dia, yakni Allah yang maha kuasa, mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan juga orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan dengan azab di dunia dan akhirat. Mereka adalah orang-orang yang berprasangka buruk terhadap Allah dan menyangka bahwa Allah tidak menepati janji-Nya memberikan pertolongan kepada orang-orang mukmin. Mereka akan mendapat giliran azab kebinasaan yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka sehingga mereka tersiksa di dunia ini serta menyediakan kelak di akhirat neraka jahanam bagi mereka. Dan neraka jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 4-7 Allah SWT berfirman: (Dialah yang telah menurunkan ketenangan) yaitu menjadi ketenangan. Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas dan diriwayatkan juga darinya bahwa yang dimaksud adalah rahmat. Qatadah berkata makna yang dimaksud adalah ketenangan dalam hati orang-orang mukmin, yakni para sahabat di hari Hudaibiyah, dimana mereka adalah orang-orang yang memenuhi seruan Allah dan rasulNya SAW serta tunduk patuh kepada hukum Allah dan rasulNya. Setelah hati mereka tenang dan tenteram, maka Allah menambahkan keimanan kepada mereka selain dari keimanan mereka. Kemudian Allah SWT menyebutkan bahwa seandainya Dia menghendaki, bisa saja Dia melancarkan pembalasan terhadap orang-orang kafir. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi) yaitu seandainya Allah mengirimkan terhadap mereka seorang malaikat, maka malaikat itu dapat membinasakan mereka semua. Tetapi Allah SWT memerintahkan kepada para hambaNya yang beriman untuk berjihad dan berperang, mengingat di dalam hal itu terkandung hikmah yang jelas, hujjah yang pasti, dan bukti yang terang. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) Kemudian Allah SWT berfirman: (supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya) Disebutkan dalam hadits Anas bahwa ketika para sahabat berkata,"Wahai Rasulullah, selamat untukmu, maka apakah yang untuk kami?" Lalu Allah SWT menurunkan firmanNya: (Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai'mereka kekal di dalamnya) yaitu tinggal di dalamnya untuk selamanya (dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka) yaitu kesalahan dan dosa-dosa mereka. Dia tidak menghukum mereka atas hal itu, bahkan memaafkan, mengampuni, menutup, mengasihani dan mensyukurinya (Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah) sebagaimana firman­Nya: (Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya) (Surah Ali Imran: 185). Firman Allah SWT: (dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah) yaitu mereka berprasangka buruk terhadap Allah SWT dalam hukumNya, serta terhadap Rasulullah SAW dan para sahabatnya, hendaklah mereka semuanya dibunuh dan dilenyapkan semua. Oleh karena iru Allah SWT berfirman: (Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka) yaitu menjauhkan mereka dari rahmatNya (dan menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jahanam) itulah sejahat-jahat tempat kembali) Kemudian Allah SWT berfirman seraya menegaskan kekuasaanNya untuk memberikan pembalasan terhadap para musuh, yaitu musuh-musuh Islam dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang munafik (Dan kepunyaan Allahlah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (7))
Tafsir As-Sa'di
5. “Supaya Dia memasikan orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai mereka kekal didalamnya dan supaya mereka menutupi kesalahan-kesalahan mereka.” Inilah karunia terbesar yang di peroleh kaum Mukminin, mereka mendapatka apa-apa yang diinginkan dan di harapkan dengan masuknya ke dalam surga, dan ketakutan mereka dihilangkan dengan cara penghapusan kesalahan-kesalahan yang mereka miliki “dan yang demikian itu.” Balasan yang disebut bagi kaum Mukminin, “di sisi Allah adalah keberuntungan yang besar.” Inilah yang dilakukan Allah terhadap orang-orang Mukmin pada peristiwa kemenangan yang nyata itu.
Tafsir Al-Wajiz
5. Allah menguji para tentara-Nya yang Dia kehendaki agar mereka dimasukkan ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawah bilik-bilik dan kebun-kebunnya. Allah menutupi dosa mereka, tidak ditampakkan dan tidak diazab. Janji surga dan ampunan adalah janji dari Allah. Dalam ketetapannya itu terdapat keberuntungan yang tidak sebanding dengan keberuntungan lain. Jabir berkata: Nabi SAW bersabda: “Orang-orang yang telah berbaiat di bawah pohon (peristiwa Hudaibiyah) tidak akan masuk neraka.”
Tafsir Al-Muyassar
Allah hendak memasukkan orang-orang beriman; laki-laki dan perempuan ke dalam surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawah istana-istana dan pohon-pohonnya, mereka tinggal disana selamanya. Allah menghapus keburukan yang pernah mereka kerjakan, sehingga Dia tidak menghukum mereka atasnya. Balasan tersebut di sisi Allah merupakan keselamatan dari segala kepedihan dan kemenangan meraih segala yang diinginkan.
Tafsir Al-Mukhtashar
5. Supaya Allah memasukkan orang-orang laki-laki dan perempuan yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ke dalam Surga yang di bawah istana-istana dan pepohonannya mengalir sungai-sungai dan menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka sehingga Dia tidak membalas mereka karenanya. Dan yang disebutkan itu; dari mulai mendapatkan apa yang diinginkan yaitu Surga, dan dijauhkan dari yang tidak disukainya yaitu dibalasnya kesalahan-kesalahan mereka, merupakan kemenangan yang besar di sisi Allah, tidak ada lagi kemenangan yang mendekatinya.
Tafsir Zubdatut
5. (supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai) Jabir berkata, Rasulullah bersabda: “tidak akan masuk neraka seorangpun yang ikut berbaiat di bawah pohon (baiatussyajarah)”
Tafsir Ash-Shaghir
Agar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Dia akan menghapus} menghapus {kesalahan-kesalahan mereka. Yang demikian itu menurut Allah suatu kemenangan yang besar
Tafsir Hidayatul
Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Anas, bahwa ayat ini turun kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saat Beliau pulang dari Hudaibiyah, sedangkan para sahabat diliputi kesedihan dan kedukaan, dimana mereka dihalangi dari mendatangi kampung halaman mereka, mereka sembelih hewan hadyu di Hudaibiyah, yaitu ayat, “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” Sampai ayat, “Shiraatam mustaqiimaa.” Beliau bersabda, “Sungguh, telah diturunkan kepadaku dua ayat yang keduanya lebih baik daripada dunia seluruhnya.” Saat Beliau membacakannya, lalu ada seseorang yang berkata, “Mudah-mudahan hal itu menyenangkanmu wahai Rasulullah, Dia telah menjelaskan kepadamu apa yang Dia lakukan untukmu, lalu apa yang Dia lakukan untuk kami? Maka Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat setelahnya, “Agar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai….dst.” Ini merupakan hasil terbesar yang diperoleh kaum mukmin, yakni memperoleh semua yang diinginkan dengan masuk ke surga serta disingkirkan semua yang ditakuti dengan dihapuskan kesalahan-kesalahannya. Yakni balasan yang disebutkan untuk kaum mukmin itu. Inilah yang Allah lakukan untuk kaum mukmin.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Fath ayat 5: Allah menjelaskan bahwa Dia menurunkan ketenangan atas hati-hati orang-orang yang beriman dan menjadikan tentara-Nya baik di langit maupun di bumi dibawah kekuasaan-Nya dan kerajaan-Nya; Untuk supaya Allah memasukkan orang-orang beriman laki-laku dan perempuan ke dalam surga-Nya yang mengalir di bawah pepohonan dan istananya sungai-sungai. Mereka tinggal di dalamnya dan tidak keluar selamanya, tidak berubah dan tidak juga binasa di dalam surga. Allah juga menghapuskan keburukan-keburukan mereka, dan menghilangkan dosa-dosa mereka. Dan di sisi Allah terdapat kemenangan yang besar.