Surah Al-Infitar : Ayat 5
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ
"maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui secara rinci amal baik atau buruk apa saja yang telah dikerjakan olehnya di dunia dan apa yang dilalaikan-Nya. Dia kemudian akan mendapat balasan atas perbuatannya tersebut. 6. Malaikat menyeru penuh heran, 'wahai manusia! apakah yang telah memperdayakan kamu sehingga berbuat durhaka terhadap tuhanmu yang mahamulia, padahal dialah yang telah menciptakanmu, memeliharamu, mendidikmu, dan menjadikanmu makhluk terbaik''
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-12 Allah SWT berfirman: (Apabila langit terbelah (1)) yaitu terbelah sebagaimana Allah SWT berfirman: (Langit (pun) menjadi pecah belah pada hari itu karena Allah) (Surah Al-Muzzammil: 18) (dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan (2)) yaitu, jatuh berguguran (dan apabila lautan dijadikan meluap (3)) lbnu Abbas berkata bahwa Allah meluapkan sebagian darinya dengan sebagian lain. (dan apabila kuburan-kuburan dibongkar (4)) Ibnu Abbas berkata yaitu dibongkar (maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya (5)) yaitu apabila mengetahui ini dan mendapatkan itu Firman Allah SWT: (Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah (6)) Ini merupakan ancaman, tidak sebagaimana yang dikatakan sebagian orang yang berkata bahwa kalimat ini adalah kata tanya yang mengantarkan kepada jawaban, dimana Allah menanyakan demikian sehingga ada seseorang dari juru bicara mereka menjawab,'"dia terperdaya oleh kemurahanNya" Tidaklah demikian. melainkan makna yang dimaksud adalah "Apakah yang memperdayakanmu terhadap Tuhanmu yang Maha Mulia yaitu Maha Agung sehingga kamu berani berbuat durhaka kepadaNya, dan kamu membalas karuniaNya dengan perbuatan yang tidak layak terhadapNya" Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,”Allah SWT berfirman pada hari kiamat,"Wahai anak cucu Adam, apakah yang telah memperdayakanmu terhadapKu? Wahai anak Adam, bagaimanakah jawabanmu terhadap para rasul?” Firman Allah SWT: (Yang telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang (7)) yaitu apakah yang memperdayakan kamu terhadap Tuhanmu yang Maha Mulia (Yang telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang (7)) yaitu menjadikanmu sempurna, tegak mempunyai tinggi yang seimbang dengan bentuk yang paling baik dan paling rapi. Firman Allah SWT: (dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu (8)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah seperti dengan ayah, ibu, atau paman dari jalur ibu atau paman dari jalur ayah. Firman Allah SWT: (Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan (9)) yaitu sesungguhnya yang mendorong kalian berani menantang Tuhan Yang Maha Pemurah dan membalasNya dengan perbuatan-perbuatan durhaka itu karena hati kalian mendustakan hari kebangkitan, hari pembalasan, dan hari penghisaban. Firman Allah SWT: (Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaan kalian) (10) yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaan itu) (11) mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan (12)) yaitu, sesungguhnya pada kalian ada para malaikat yang mulia-mulia yang mencatat amal perbuatan. Maka janganlah kalian menghadapi mereka dengan amal keburukan, karena sesungguhnya mereka mencatat semua amal perbuatan kalian.
Tafsir As-Sa'di
Ayat 1-5 Maksudnya, bila langit runtuh dan terbelah, bintang-bintangnya berhamburan, hilang keindahannya, laut-laut meluap hingga menjadi satu lautan, kuburan terbongkar mengeluarkan semua mayat yang ada di dalamnya untuk dikumpulkan di tempat pemberhentian di hadapan Allah untuk pembalasan amal perbuatan, pada hari itu penutup tersingkap, sesuatu yang samar menjadi nyata, dan setiap jiwa mengetahui setiap keberuntungan atau kerugian yang menyertainya. Di sana, orang zhalim menggigit jari pada saat melihat perbuatan yang telah dilakukannya dan yakin akan mendapatkan kesengsaraan abadi dan siksaan selamanya. Di sana, (sebaliknya) orang bertakwa yang melakukan amal baik mendapatkan kemenangan besar, kenikmatan abadi, dan selamat dari siksaan Neraka Jahim.
Tafsir Al-Wajiz
5. Maka waktu itu setiap jiwa tahu tentang perbuatan-perbuatannya yang telah lalu, dan balasan apa yang akan dia dapatkan. Karena amal mereka kurang hanya karena bermalas-malasan
Tafsir Al-Muyassar
1-5. Apabila langit pecah dan tatanannya rusak. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan. Dan apabila lautan, Allah menghantamkan sebagian darinya dengan sebagian lainnya sehingga airnya lenyap, Dan apabila kuburan-kuburan dibalik dengan di bangkitkannya penghuninya, Saat itu setiap jiwa mengetahui seluruh amalnya,apa yang dia kerjakan dan apa yang dia lakukan, semuanya akan di balas.
Tafsir Al-Mukhtashar
5. Pada saat itu setiap jiwa mengetahui perbuatan yang telah dilakukannya dan yang telah dilalaikannya karena tidak mengamalkannya.
Tafsir Zubdatut
5. (maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya) Yakni setiap orang mengetahui kebaikan atau keburukan yang telah dilakukan dan yang ditinggalkan setelah kitab catatan amal dibagikan.
Tafsir Ash-Shaghir
{setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan
Tafsir Hidayatul
Ketika itu segala tutupan terbuka dan tampak segala sesuatu yang tersembunyi, dan setiap jiwa mengetahui apa yang akan diperolehnya berupa keuntungan atau kerugian. Ketika itu, orang kafir menggigit tangannya saat melihat amalnya sia-sia, timbangan kebaikannya sedikit, keburukan dihadapkan kepadanya dan mengetahui bahwa ia akan mendapatkan kesengsaraan yang kekal dan azab selama-lamanya. Dan ketika itu, orang-orang yang bertakwa mendapatkan keberuntungan, memperoleh kenikmatan yang kekal dan keselataman dari azab neraka.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Infitar ayat 5: Kemudian Allah datangkan jawaban bagi sumpah-sumpah (pada ayat sebelumnya), dimana Allah mengkabarkan pada hari itu akan mengetahui setiap jiwa atas apa yang telah mereka perbuat dahulu dari kebaikan dan keburukan.