Surah Al-Haqqah : Ayat 50
وَإِنَّهُۥ لَحَسْرَةٌ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ

"Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat)."

Tafsir Ringkas Kemenag
50-52. Dan sungguh, Al-Qur'an itu akan benar-benar menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir khususnya di akhirat nanti setelah mereka melihat pahala yang diperoleh bagi yang beriman dan mengetahui siksa yang mereka alami. Dan sungguh, Al-Qur'an itu adalah kebenaran yang meyakinkan tanpa ada sedikit pun keraguan. Maka bertasbihlah dengan menyebut nama tuhanmu yang mahaagung serta sucikanlah dia dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 44-52 Allah SWT berfirman: (Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami) yaitu seandainya nabi Muhammad mengada-adakan atas nama Kami sebagaimana yang mereka anggap, berupa menambahkan sesuatu dari dirinya ke dalam risalah itu atau mengurangi sesuatu darinya atau mengatakan sesuatu dari dirinya, lalu dinisbatkan kepada Kami, padahal tidaklah demikian, maka Kami akan menyegerakan siksaan atas dirinya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya (45)) Dikatakan bahwa maknanya adalah Kami menghukum dia dengan tangan kanan Kami, karena itu jauh lebih keras. DIkatakan, bahwa sungguh Kami akan menghukum dia pada tangan kanannya (Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya (46) Ibnu Abbas berkata bahwa itu adalah urat tali jantungnya, yaitu urat yang terikat dengan jantung. Demikian juga dikatakan oleh Sa'id bin Jubair dan Qatadah. Firman Allah SWT: (Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari pemotongan urat nadi itu (47)) yaitu tidak ada seorangpun dari kalian yang dapat menghalang-halangi antara Kami dan dia, jika Kami menghendaki sesuatu dari itu. Maknanya bahkan dia adalah seorang yang benar, baik, dan mendapat petunjuk. Oleh karena itu Allah SWT mengakui kebenaran dari apa yang disampaikan dia dariNya dan mengukuhkannya dengan mukjizat-mukjizat yang jelas dan dalil-dalil yang pasti. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa (48)) yaitu Al-Qur'an, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka) (Surah Fushshilat: 44) Allah SWT berfirman (Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya) (49)) yaitu sekalipun jelas dan terang, tetapi masih didapati di antara kalian orang-orang yang mendustakan Al-Qur’an. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat) (50)) Ibnu Jarir berkata bahwa sesungguhnya perbuatan dusta itu benar-benar akan merugikan orang-orang kafir pada hari kiamat. Ibnu Jarir meriwayatkan hal yang serupa dari Qatadah. Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari As-Suddi, dari Abu Malik tentang firmanNya: (Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat) (50)) yaitu sungguh menjadi penyesalan. Dhamir ini merujuk kepada Al-Qur'an, yaitu sesungguhnya Al-Qur'an dan beriman kepadanya benar-benar akan menjadi penyesalan bagi orang-orang yang kafir, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Demikianlah Kami masukkan Al-Qur'an ke dalam hati orang-orang yang durhaka (200) mereka tidak beriman kepadanya) (Surah Asy-Syu'ara’) dan (Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini) (Surah Saba': 54) Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Dan Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar kebenaran yang diyakini (51)) yaitu berita yang benar lagi hak, yang tidak ada keraguan dan kebimbangan padanya, Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar (52)) yaitu Dzat yang menurunkan Al-Qur'an yang agung ini
Tafsir As-Sa'di
50. “Dan sesunggguhnya al-Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).” Sesungguhnya mereka, ketika mengingkari al-Quran dan melihat azab yang Dia ancamkan kepada mereka, maka mereka menyesal karena tidak mengambilnya sebagai petunjuk dan tidak tunduk kepada perintahNya, sehingga mereka melewatkan pahala itu dan mendapatkan azab yang paling keras, sedangkan segala sebab (pertolongan) telah terputus.
Tafsir Al-Wajiz
50. Sesungguhnya Al-Quran ini akan menyebabkan mereka merasa merugi dan menyesal pada hari kiamat ketika melihat pahala orang-orang mukmin
Tafsir Al-Muyassar
49-52. Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa di antara kalian ada yang mendustakan al-Quran ini sekalipun ayat-ayatnya jelas, dan sesungguhnya mendustakan al-Quran adalah penyesalan besar atas orang-orang kafir saat mereka melihat azab yang menimpa mereka dan melihat kenikmatan yang didapatkan oleh orang-orang beriman. Sesungguhnya ia adalah kebenaran yang kokoh, yang tidak ada keraguan padanya. Maka sucikanlah Allah dari apa yang tidak layak bagiNya, dan sebutlah Dia dengan NamaNya Yang Agung.
Tafsir Al-Mukhtashar
50. Dan sesungguhnya mendustakan Al-Qur`ān benar-benar merupakan penyesalan yang besar pada hari Kiamat.
Tafsir Zubdatut
50. (Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir) Yakni al-Qur’an adalah penyesalan bagi orang-orang kafir di hari kiamat.
Tafsir Ash-Shaghir
Sesungguhnya itu benar-benar menjadi penyesalan} penyesalan yang besar {bagi orang-orang kafir
Tafsir Hidayatul
Ketika mereka melihat pahala orang-orang yang membenarkan Al Qur’an dan hukuman orang-orang yang mendustakan.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Haqqah ayat 50: 49-51. Allah mengabarkan bahwasanya Dia Maha Mengetahui dari manusia siapa yang mendustakan Al Qur’an ini yang jelas ayat-ayatnya. Kemudian Allah mengabarkan bahwa Al Qur’an ini didustkan oleh kafir dan ia akan dibangkitkan dan menyesal atas mereka (di hari kiamat). Allah juga mengabrkan bahwa hari kiamat adalah benar adanya dimana, apa saja yang Allah katakan pasti benar dan tidaklah Allah berkata kecuali kebenaran.