Surah An-Nur : Ayat 51
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

"Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Tafsir Ringkas Kemenag
Lain halnya dengan penolakan kaum munafik saat diajak berhukum kepada Allah dan rasul-Nya. Sesungguhnya ucapan orang-orang mukmin yang beriman dengan mantap apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan perkara di antara mereka, mereka berkata, 'kami mendengar, dan kami taat pada keputusan apa pun yang ditetapkan oleh rasul. ' mereka itulah orang-orang mukmin sejati, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung dalam kehidupan dunia dan akhirat. 52. Dan barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam segala hal, tidak hanya dalam menerima keputusan nabi terkait hal yang mereka perselisihkan, serta takut kepada Allah dengan seluruh jiwanya terkait dosa-dosa yang pernah dilakukan, dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan karena memperoleh ampun-an dari Allah dan surga-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 47-52 Allah SWT memberitahukan tentang sifat-sifat orang munafik yang mereka menampakkan apa yang berbeda dengan apa yang mereka simpan. Mereka mengatakan suatu ucapan dengan lisan mereka: (Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya)” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu) yaitu ucapan mereka berbeda dengan perbuatannya, dan mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman) Firman Allah SWT: (Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka….), hingga akhir ayat. yaitu ketika mereka diseru untuk mengikuti petunjuk sesuai dengan apa yang diturunkan Allah kepada rasulNya, maka mereka berpaling dari seruan itu dan enggan untuk mengikutinya. Ini sebagaimana firmanNya SWT: (Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman pada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur'an) dan pada apa yang diturunkan sebelummu? Mereka hendak bertahkim kepada tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkarinya (60) Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu (61)) (Surah An-Nisa’) Firman Allah SWT: (Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh (49)) yaitu apabila keputusan itu untuk mereka, bukan melawan mereka, maka mereka datang dengan patuh, yaitu makna firmanNya (dengan patuh). Apabila keputusannya melawan mereka, maka mereka berpaling dan mengajak kepada selain kebenaran, serta lebih suka mencari keputusan hukum dari selain Nabi SAW agar kebathilannya menang. Kepatuhanya pada mulanya bukan timbul dari keyakinan bahwa Nabi SAW itu benar, melainkan sesuai dengan hawa nafsunya. Oleh karena itu setelah kebenaran itu bertentangan dengan keinginan mereka, maka dia berpaling darinya kepada yang lainnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit….) hingga akhir ayat. yaitu sikap mereka itu tidak lain muncul dari dorongan penyakit hati mereka sudah lazim, atau hati mereka dihinggapi keraguan kepada agama, atau mereka khawatir jika Allah dan rasulNya berbuat aniaya dalam hukum terhadap mereka. Bagaimanapun alasannya, itu merupakan kekufuran murni; Allah Maha Mengetahui masing-masing orang dari mereka, dan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka dari sifat-sifat itu Firman Allah SWT: (Sebenarnya mereka itulah orang-orang yang zalim) yaitu mereka adalah orang-orang yang zalim dan melampaui batas, Allah dan rasulNya bersih dari apa yang mereka sangka dan apa yang mereka curigai, berupa perbuatan tidak adil dan sewenang-wenang. Maha tinggi Allah dan rasulNya dari perbuatan itu. Kemudian Allah SWT memberitahukan sifat-sifat orang-orang mukmin yang memenuhi seruan Allah dan RasulNya yang tidak menginginkan dalam agamanya selain dari kitab Allah dan sunnah RasulNya. Jadi Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh”) yaitu patuh dan taat. Oleh karena itu Allah SWT menyebutkan mereka dengan keberuntungan. dia memperoleh apa yang diinginkan dan selamat dari apa yang ditakuti. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung) Firman Allah: (Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya) dalam mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang Allah (dan takut kepada Allah) atas dosa-dosa yang telah dia lakukan (serta bertakwa kepada Allah) dalam menghadapi sesuatu yang akan datang. Firman Allah: (maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan) yaitu orang-orang yang berhasil meraih semua kebaikan dan selamat dari semua keburukan di dunia dan akhirat.
Tafsir As-Sa'di
51 maksudnya “sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin,” yang hakiki, yang membenarkan iman mereka dengan amal-amal mereka tatkala diseru “kepada Allah dan RasulNya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka,” baik sesuai dengan nafsu mereka atau menyelisihinya, “ialah ucapan,’ kami mendengar, dan kami patuh’.” Maksudnya kami dengarkan hukum Allah dan rasulNya, kami menjawab orang yang menyeru kepadanya, kami menaati dengan ketaatan yang penuh tanpa rasa keberatan, “dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Allah melingkupkan kemuliaan untuk mereka, karena (hakikat) kebahagiaan itu adalah mendapatkan sesuatu yang dipinta dan selamat dari hal-hal yang dibenci. Dan tidaklah berbahagia kecuali orang yang berhukum dan taat kepada Allah dan RasulNya.
Tafsir Al-Wajiz
51. Sesungguhnya ucapan: “Kami mendengarkan hukumNya, menaati perintahNya, dan meridhai hukumNya” adalah ucapan orang-orang mukmin saat diajak mematuhi hukum Allah dan rasulNya supaya bisa menentukan hukum di antara mereka. Orang-orang yang mendeklarasikan diri untuk taat itu adalah orang-orang yang memenangkan kebaikan dunia akhirat.
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang-orang Mukmin yang sebenarnya, maka sikap pasti mereka jika diseru untuk menetapkan hokum dalam perselisihan mereka kepada Kitabullah dan ketetapan RasulNya, mereka menerima keputusan hukumnya dan mengatakan, “Kami mendengar apa yang disampaikan kepada kami dan mentaati orang yang menyeru kami kepadanya.” Mereka itulah orang-orang yang beruntung memperoleh keinginan mereka di surga-surga yang penuh kenikmatan.
Tafsir Al-Madinah
51-52. Perkataan yang benar dari orang-orang beriman ketika diajak untuk mengikuti ketetapan hukum dari Allah dan rasul-Nya agar menyelesaikan perselisihan di antara mereka adalah dengan menyambut ketetapan hukum yang bijaksana itu, dan dengan terus terang berkata ‘Kami mendengar apa yang engkau katakan, dan kami akan mentaati Allah dan Rasulullah’, mereka yang memiliki derajat yang tinggi itu adalah orang-orang yang akan meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan rasul-Nya dalam segala perintah dan larangan, bertakwa kepada Allah dalam menjalankan hukum-hukum-Nya, dan takut dari azat-Nya; maka mereka yang memiliki derajat yang tinggi itu adalah orang-orang yang akan meraih keridhaan Allah Yang Maha Mulia.
Tafsir Al-Mukhtashar
51. "Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan, 'Kami mendengar perkataannya, dan kami patuh terhadap perintahnya.' Dan orang-orang yang memiliki sifat seperti ini adalah orang-orang yang beruntung di dunia dan di Akhirat."
Tafsir Zubdatut
51. (Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh”) Yakni sepatutnya bagi orang-orang beriman untuk berlaku demikian, yaitu apabila mengengar seruan tersebut maka ia harus menanggapinya dengan ketaatan dan ketundukan; mereka tetap mengatakan “kami mendengar perkataannya dan mentaati perintahnya” meski hal itu adalah sesuatu yang tidak mereka suka dan merugikan mereka. (Dan mereka itulah) Yakni orang-orang beriman yang mengatakan perkataan itu. (orang-orang yang beruntung) Orang-orang yang berhasil meraih kebaikan dunia dan akhirat.
Tafsir Ash-Shaghir
Sesungguhnya yang merupakan ucapan orang-orang mukmin, ketika mereka diseru kepada Allah dan RasulNya agar dia memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata,“Kami mendengar dan kami taat”} Kami mendengar ucapannya, dan Kami menaati perintahnya {Mereka itulah orang-orang beruntung
Tafsir Hidayatul
Surat An-Nur ayat 51: Setelah Allah menyebutkan keadaan orang-orang yang berpaling dari hukum syar’i, Dia menyebutkan keadaan orang-orang mukmin. Yang hakiki; yang membenarkan iman mereka dengan amal saleh. Maksudnya, di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin atau di antara kaum muslimin dengan non muslim. Baik sesuai hawa nafsu mereka maupun tidak. Yang mendapatkan apa yang dicita-citakan dan selamat dari yang dikhawatirkan.