Surah Al-Baqarah : Ayat 52
ثُمَّ عَفَوْنَا عَنكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur."

Tafsir Ringkas Kemenag
Walaupun kedurhakaan bani israil sudah berlipat-lipat, namun Allah memberikan maaf kepada mereka. Kemudian kami memaafkan kamu atas berbagai kedurhakaan dan ketidaksyukuran yang kamu lakukan setelah itu, agar kamu kembali ke jalan lurus dan bersyukur atas nikmat yang telah dicurahkan oleh Allah. Dengan demikian, semoga kamu dapat memperbaiki diri. Nikmat berikut yang diberikan kepada bani israil adalah kitab taurat dan al-furqa'n. Dan ingatlah lagi, ketika kami memberikan kepada musa kitab kumpulan dari wahyu dan berfungsi sebagai furqa'n, pembeda antara yang hak dengan yang batil, agar kamu memperoleh petunjuk untuk memperoleh kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman, “Ingatlah nikmatKu atas kalian ketika Aku mengampuni dosa kalian setelah kalian menyembah anak sapi ketika Musa pergi menuju tempat pertemuan dengan Tuhannya untuk melaksanakan perjanjian yang telah ditentukan, yaitu selama empat puluh hari. Peristiwa ini juga disebutkan dalam surah Al-A'raf dalam firman Allah SWT, (Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi)) (Surah Al-A’raf: 142) Dikatakan bahwa periode empat puluh hari itu pada bulan Dzulqa'dah secara keseluruhan dan sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah, dan itu setelah mereka dibebaskankan dari Fir'aun dan diselamatkan dari lautan. Firman Allah SWT, (Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa), yaitu kitab Taurat (Al-Furqan) yaitu sesuatu yang membedakan antara kebenaran dan kebathilan, serta petunjuk dan kesesatan, (agar kamu mendapat petunjuk) Hal itu juga terjadi setelah mereka keluar dari laut, seperti yang dijelaskan dalam konteks ayat-ayat dalam surah Al-A'raf, dan firman Allah, (Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. (43)) (Surah Al-Qashash) Dikatakan bahwa itu adalah "wawu” tambahan, maknanya adalah “Wa idz Aatainaa Musal kitaabal furqaan” dan ini adalah sesuatu yang asing. Dikatakan bahwa "wawu" itu sebagai penghubung meskipun maknanya tetap sama, seperti ungkapan penyair: “Kulit itu telah menampakkan urat-urat nadinya (1) lalu dia mendapati ucapannya itu bohong dan dusta” (1)"Ar-Rahisyan adalah urat-urat yang ada di dalam kedua lengan atau “Ar-Rawahisy” juga berarti urat-urat yang tampak di bagian punggung tangan, sebagaimana yang ada dalam kamus. Al-Adim adalah kulit"
Tafsir As-Sa'di
49-54. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmatNya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Allah berfirman, “dan ingatlah ketika kami menyelamatkan kamu dari fir’aun,” maksudnya dari fir’aun, pengikut-pengikutnya dan bala tentaranya, sedangkan sebelum itu “mereka menimpakan kepadamu,” maksudnya menyiksa Bani Israil dan menimpakan kepada mereka “siksaan yang seberat-beratnya,” yaitu siksaan paling keras dengan cara “mereka menyembelih anak-anak kamu yang laki-laki,” karena khawatir akan kebangkitan kalian, ”dan membiarkan hidup anak-anak kamu yang perempuan.” Maksudnya mereka tidak membunuhnya, maka kamu sekalian dalam kondisi antara terbunuh dan terhina dengan pekerjaan-pekerjaan yang berat, yaitu dibiarkan hidup karena suatu pemberian dan kesombongannya, dan inilah puncak dari keterhinaan. Akhirnya Allah memberi karunia kepada mereka dengan keselamatan yang sempurna dan menenggelamkan musuh-musuh mereka sedang mereka melihat hal itu dengan nyata, agar hati mereka tentram. “dan pada yang demikian itu, ” yaitu pemberian keselamatan, ”ada ujian-ujian,” yaitu perbuatan baik “yang besar dari tuhanmu, ” dimana hal yang seperti ini mengharuskan kalian untuk bersyukur dan mengerjakan perintah-perintahNya. Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya yang lain kepada mereka dengan janjiNya kepada nabi Musa selama empat puluh hari, untuk menurunkan bagi mereka Taurat yang termasuk suatu karunia yang besar dan kemaslahatan yang menyeluruh. Tapi mereka tidak bersabar sebelum masa janji tersebut selesai, hingga akhirnya mereka menyembah anak hewan setelah itu, yaitu setelah kepergian nabi Musa, ”dan kamu adalah orang-orang yang zhalim, ” kalian mengetahui kezhaliman kalian, dimana hujjah telah tegak atas kalian, maka itu merupakan kejahatan dan dosa yang paling besar. lalu Allah memerintahkan kepada kalian untuk bertaubat lewat lisan nabiNya, Musa alaihissalam yaitu dengan cara sebagian kalian membunuh sebagian lainnya, hingga Allah memaafkan kalian oleh sebab itu, ”agar kamu bersyukur kepada Allah."
Tafsir Al-Wajiz
Kemudian kami menghapus dosa-dosa kalian dan memaafkan kalian setelah kalian menyembah anak sapi supaya kalian bersyukur atas anugerah dan ampunan Tuhan kepada kalian
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Kami pun memaafkan perbuatan mungkar ini, dan Kami menerima Taubat kalian sepulangnya Musa, dengan harapan kalian Mau Bersyukur kepada Allah atas nikmat nikmat dan keutamaan- Nya kepada kalian, dan janganlah kalian terus menerus dalam kekafiran dan kesewenang-wenangan.
Tafsir Al-Madinah
52. Kemudian Kami tidak segera menghukum kalian setelah kalian menyembah patung anak sapi agar kalian bersyukur kepada Allah dengan perkataan dan perbuatan kalian.
Tafsir Al-Mukhtashar
52. Kemudian Kami mengampuni kalian setelah bertaubat. Maka Kami tidak menghukum kalian dengan harapan mudah-mudahan kalian mau bersyukur kepada Allah dengan cara menjalankan ibadah dan ketaatan kepada-Nya dengan sebaik-baiknya.
Tafsir Zubdatut
52. Yakni setelah kalian menyembah anak lembu, kami mengutamakan kalian dengan ampunan atas dosa besar yang kalian kerjakan.
Tafsir Ash-Shaghir
Kemudian Kami memaafkan} Kami memaafkan {kalian sesudah hal itu agar kalian bersyukur
Tafsir Aisarut
Makna kata : Asy-Syukru : Syukur adalah menampakkan kenikmatan dengan mengakuinya dan memuji Allah Ta’ala atas pemberiannya, kemudian mempergunakannya dalam hal yang Allah ridhoi. Makna ayat : Maka Allah mengampuni kesalahan itu dan tidak menghukumnya dengan adzab agar mereka bersyukur dengan beribadah kepada Allah saja, tidak menyekutukanNya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Baqarah ayat 52: Kemudian Allah menjelaskan bahwasanya bersama dengan kejahatan – kejahatan yang telah mereka perbuatan maka sungguh Allah maha pemaaf sebelumnya mereka bertaubat; Agar mereka mensyukuri atas segala nikmat ini.