Surah An-Naml : Ayat 53
وَأَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ
"Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian Allah menjelaskan nasib dari nabi shaleh dan pengikutnya. Dan kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Keimanan dan ketakwaan akan membawa keberuntungan bagi pelakunya baik dunia maupun akhirat, karena itulah kehendak Allah pada manusia. 54. Dan ingatlah, wahai rasul, dan ceritakan kepada kaummu kisah nabi lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, 'mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah, perilaku keji, yaitu melakukan hubungan seksual antara lelaki dengan sesama jenis padahal kamu melihatnya yaitu kekejian perbuatan maksiat itu' mengapa kamu membiarkan hal itu terus terjadi dan kamu melakukannya'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 48-53 Allah SWT memberitahukan kejahatan kaum Tsamud dan para pemimpin mereka yang merupakan orang-orang yang mengajak kaumnya menuju kesesatan, kekufuran dan mendustakan Shalih. Akhirnya mendorong mereka kepada keadaan untuk menyembelih unta betina itu, dan mereka berniat untuk membunuh nabi Shalih juga. Mereka berniat membunuhnya di rumah keluarganya di malam hari, lalu mereka membunuhnya dengan diam-diam, kemudian mereka mengatakan kepada para ahli warisnya dari kerabatnya bahwa mereka tidak mengetahui kejadian itu. Maka sesungguhnya mereka akan membenarkan apa yang mereka sampaikan itu bahwa mereka tidak mengetahui apa-apa tentang hal itu. Lalu Allah SWT berfirman: (Dan adalah di kota itu) yaitu kota kaum Tsamud (terdapat sembilan orang laki-laki) yaitu sembilan kelompok (yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan) yaitu hanya orang yang mewakili perkara kaum Tsamud, karena mereka adalah para pemimpin dan pembesar mereka. Firman Allah SWT: (Mereka berkata, "Bersumpahlah kalian dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari”) yaitu mereka saling bersumpah dan berjanji untuk membunuh nabi Shalih dan orang-orang yang mereka jumpai bersamanya di malam hari dengan sembunyi-sembunyi. Maka Allah membalas tipu daya mereka dan menjadikan mereka sendiri yang terjerumus ke dalam perangkap mereka. Mujahid berkata bahwa mereka saling bersumpah dan berjanji untuk membinasakan nabi Shalih. Lalu mereka tidak bisa sampai kepada nabi Shalih sampai mereka binasa dan seluruh kaum mereka.
Tafsir As-Sa'di
53 oleh karena itu Allah berfirman,”dan telah kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa,” maksudnya, kami menyelamatkan orang-orang yang beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, Hari akhir dan kepada takdir, yang baik dan yang buruk; dan mereka selalu mewaspadai syirik kepada Allah dan berbagai kemaksiatan, dan mereka melaksanakan ketaatan kepadaNya dan ketaatan kepada para RasulNya.
Tafsir Al-Wajiz
53. Kami telah selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman yang takut atas azab Allah, dan takut berbuat maksiat dan kesyirikan
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami selamatkan dari kebinasaan yang menimpa kaum Tsamud, Shaleh dan orang-orang yang beriman kepadanya, yang takut kepada siksaan Allah dengan keimanan mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
53. Dan Kami telah menyelamatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dari kalangan kaum Ṣāleḥ, sebab mereka dahulu selalu bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Tafsir Zubdatut
53. (Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman) Yaitu Shalih dan orang-orang yang beriman kepadanya. (dan mereka itu selalu bertakwa) Yakni bertakwa kepada Allah dan takut dari azab-Nya.
Tafsir Ash-Shaghir
Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa
Tafsir Hidayatul
Yaitu Shaleh ‘alaihis salam dan orang-orang yang beriman bersamanya. Yakni dari syirk dan perbuatan maksiat, serta mengerjakan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Naml ayat 53: Allah selamatkan mereka yang beriman kepada para rasul dari adzab dan kebinasaan, dan itulah di antara sifat-sifat orang-orang yang beriman, yang mereka menjadikan di antara mereka dan adzab Allah benteng dengan ketauhidan, keimanan kepada Allah dan beramal dengan perintah-Nya serta meninggalkan kesyirikan dan menjauhkannya begitu juga meninggalkan apa yang Allah larang.