Surah Asy-Syura : Ayat 53
صِرَٰطِ ٱللَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ أَلَآ إِلَى ٱللَّهِ تَصِيرُ ٱلْأُمُورُ

"(Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Yaitu jalan Allah yang milik-Nyalah kewenangan dan kekuasaan terhadap apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, segala urusan kembali kepada Allah tanpa perantara, lalu dia memberi ganjaran pahala kepada mereka yang telah melakukan kebajikan dan menghukum mereka yang telah berbuat dosa. 1. H' m'm. Kedua huruf ini termasuk huruf-huruf yang terletak pada permulaan sebagian dari surah-surah al-quran seperti: alif l'm m'm, alif l'm r', alif l'm m'm s'd, dan sebagainya. Di antara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena di pandang termasuk ayat-ayat mutasyabihat, dan ada pula yang menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surah, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan al-quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa al-quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa al-quran di turunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam al-quran itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 51-53 Ini tentang tingkatan-tingkatan wahyu jika dikaitkan dengan Dzat Allah SWT, yaitu terkadang Dia melemparkan sesuatu ke dalam diri Nabi SAW sesuatu yang tidak diragukan Nabi SAW bahwa hal itu dari Allah SWT Firman Allah SWT (atau di belakang tabir) Sebagaimana Allah SWT berbicara kepada nabi Musa, lalu nabi Musa meminta kepadaNya. Agar dia dapat melihat DzatNya sesudah pembicaraan itu, tetapi pandangannya terhalang tabir. Firman Allah: (atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat), lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki) Sebagaimana Dia menurunkan malaikat Jibril dan malaikat lainnya kepada para nabi (Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana) Allah Maha Tinggi, Maha Mengetahui, Maha Mengetahui, dan Maha Bijaksana. Firman Allah SWT (Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami) yaitu Al-Qur'an (Sebelumnya tidaklah kamu mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu) yaitu secara rinci, yang telah disyaratkan untukmu dalam Al-Qur'an (tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu) yaitu Al-Qur’an (cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami) sebagaimana firmanNya: (Katakanlah, "Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh") (Surah Fushshilat: 44). Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya kamu) wahai Muhammad (benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus) yaitu jalan yang benar lagi lurus. Kemudian dijelaskan dengan firmanNya SWT ((yaitu) jalan Allah) yaitu syariat yang telah diperintahkan Allah SWT (yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) yaitu Tuhan, Dzat yang Merajai, dan Mengatur keduanya, dan Hakim yang tidak ada yang menghalangi keputusanNya (Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan) yaitu semua urusan akan dikembalikan kepadaNya, lalu Dia akan menjelaskan dan menghukuminya. Maha Tinggi dan Maha Suci Allah dari apa yang dikatakan orang-orang yang zalim dan orang-orang yang ingkar dengan ketinggian yang setinggi-tingginya
Tafsir As-Sa'di
53. kemudian Allah menjelaskan jalan yang lurus tersebut, seraya berfirman “yaitu jalan Allah yang kepunyaanNya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi,” maksudnya, jalan yang dibentangkan oleh Allah untuk hamba-hambaNYa dan menyampaikan kepada mereka bahwa ia bisa mengantarkan mereka kepadaNYa dan kepada negeri karamahNya.”ingatlah, bahwa kepada Allah lah semua urusan kembali,” maksudnya, semua perkara kebaikan dan keburukan kembali kepadaNya, lalu Dia akan memberikan balasan kepada masing-masing menurut amal perbuatannya, jika baik dibalas dengan kebaikan dan jika buuk dibalas dengan keburukan.
Tafsir Al-Wajiz
53. yaitu agama Allah, pemiliki kekuasaan atas segala yang ada di langit dan bumi. Ingatlah bahwa hanya kepada Allahlah segala sesuatu itu dikembalikan tanpa melalui wasilah apapun, Dia memberi pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghukum orang yang berbuat keburukan.
Tafsir Al-Muyassar
52-53 Sebagiamana Kami telah mewahyukan kepada nabi-nabi sebelummu (wahai nabi), Kami juga mewahyukan alqur’an kepadamu dari sisi Kami. Sebelumnya kamu tidak mengetahui apa itu kitab-kitab terdahulu, apa itu iman, dan apa itu syariat ilahiyah? Akan tetapi Kami menjadikan al-qur’an sebagai cahaya bagi manusia, dengannya Kami memberi petunjuk kepada siapa yang Kami kehendaki dari hamba-hamba Kami ke jalan yang lurus. Dan Sesungguhnya kamu (wahai rasul) benar-benar menujukan dan membimbing dengan izin Allah ke jalan yang lurus (yaitu islam), jalan Allah yang memiliki segala kerajaan yang ada di langit dan di bumi, tiada sekutu bagiNYa dalam hal itu. Hanya kepada Allah (wahai manusia) segala urusan kalian akan berpulang, yang baik maupun yang buruk, lalu Dia akan membalas masing-masing dengan amalnya, bila baik maka dengan balasan baik, bila buruk maka dengan balasan buruk.
Tafsir Al-Mukhtashar
53. Yaitu jalan Allah yang memiliki segala yang ada di langit dan memiliki segala yang ada di bumi, baik dalam penciptaannya, penguasaannya dan pengurusannya. Tidak ada keraguan bahwa hanya kepada Allah semata segala sesuatu akan dikembalikan, baik dalam takdirnya maupun urusannya.
Tafsir Ash-Shaghir
{jalan Allah yang milikNyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ketahuilah bahwa hanya kepada Allahlah segala urusan kembali} kembali
Tafsir Hidayatul
Jalan tersebut menghubungkan kepada Allah dan kepada surga-Nya. Yakni milik-Nya, ciptaan-Nya dan hamba-Nya. Semua perkara baik maupun buruk dikembalikan, maka Dia akan memberikan balasan sesuai amal yang dilakukan seseorang; jika baik maka dibalas dengan kebaikan dan jika buruk, maka akan dibalas dengan keburukan.
Tafsir An-Nafahat
Surat Asy-Syura ayat 53: (Yaitu jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) sebagai milik-Nya, makhluk-Nya dan hamba-hamba-Nya. (Ingatlah, bahwa kepada Allahlah kembali semua urusan) semua urusan dikembalikan.