Surah An-Nahl : Ayat 54
ثُمَّ إِذَا كَشَفَ ٱلضُّرَّ عَنكُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِّنكُم بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ
"Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebahagian dari pada kamu mempersekutukan Tuhannya dengan (yang lain),"
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian apabila dia yang mahakuasa dan maha esa telah menghilangkan bencana dan kesengsaraan itu dari kamu, ketaatanmu kepadanya bukannya bertambah, malah sebagian kamu berpaling lalu mempersekutukan tuhan penolongmu dengan yang lain. Begitu banyak nikmat yang kami anugerahkan, tetapi biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah kami berikan kepada mereka. Akan kami katakan kepada mereka, bersenang-senanglah kamu dengan nikmatnikmat itu dan berhala-berhala yang kamu sembah. Ketahuilah, kelak kamu pasti akan mengetahui akibat dari perbuatanmu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 51-55 Allah SWT memberitahukan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan bahwa peribadatan itu hanya kepada Nya, tidak ada sekutu bagiNya. Sesungguhnya Dialah yang memiliki, menciptakan, dan pemilik segala sesuatu (dan untuk-Nyalah ketaatan itu selama-lamanya) Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan lainnya berkata bahwa maknanya adalah selama-lamanya. Mujahid berkata bahwa maknanya adalah murni hanya kepadaNya, yaitu hanya kepadaNya peribadatan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi. Sebagaimana firmanNya: (Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nyalah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan (83)) (Surah Ali Imran) Ini berdasarkan pendapat Ikrimah, maka termasuk dalam bagian "kebaikan". Adapun berdasarkan pendapat Mujahid, maka termasuk dalam bagian "Perintah". yaitu, takutlah dan janganlah menyekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, dan murnikanlah ketaatan kalian hanya kepadaKu. Sebagaimana firmanNya: (Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)) (Surah Az-Zumar: 3) Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa Dialah yang memiliki manfaat dan mudharat, dan bahwa segala sesuatu yang ada pada hamba-hambaNya berupa rezeki, nikmat, kesehatan, dan pertolongan hanya dari karunia dan kebaikanNya kepada mereka (dan bila kalian ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan) yaitu karena kalian telah mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat melenyapkan sesuatu kecuali Allah, maka sesungguhnya kalian dalam keadaan darurat, kalian meminta pertolongan kepadaNya dengan permintaan yang sangat mendesak. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kalian ke daratan, kalian berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih) (Surah Al-Isra: 67) Di sini Allah berfirman: (Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari kalian, .tiba-tiba sebagian dari kalian mempersekutukan Tuhannya (54), biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka) Dikatakan bahwa huruf “lam” di sini adalah “Lam Al-’Aqibah” menunjukkan makna akibat. Dikatakan bahwa huruf “lam” bermakna “ta'lil”; yaitu, Kami tetapkan hal itu bagi mereka agar mereka kafir, yakni mereka menyembunyikan dan mengingkari nikmat Allah kepada mereka. Padahal Dialah yang melimpahkan nikmat-nikmat itu kepada mereka, Dialah yang melenyapkan bahaya itu dari mereka. Kemudian Allah SWT mengancam mereka melalui firmanNya: (maka bersenang-senanglah kalian) yaitu, berbuatlah sesuai kehendak kalian, dan bersenang-senanglah sebentar dalam hal itu (Kelak kalian akan mengetahui) akibat dari hal itu
Tafsir As-Sa'di
54-55. Namun, kebanyakan orang masih berbuat aniaya kepada diri sendiri dan mengingkari nikmat Allah pada mereka, bila telah diselamatkan oleh Allah dari kondisi buruk mereka. Lalu ketika dalam suasana kegembiraan, mereka menjadi orang orang yang menyekutukan Allah dengan sebagian makhluk yang tiada punya apa apa. untuk itu Allah berfirman “biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah kami berikan kepada mereka” maksudnya sesuatu yang kami berikan kepada mereka dimana kami menyelamatkan mereka dari kesengsaraan dan membebaskan mereka dari kesulitan, ”maka bersenang senanglah kamu" sejenak di dunia kalian, ”kelak kamu akan mengetahui (akibatnya) yaitu akibat kekufuran mereka."
Tafsir Al-Wajiz
54. Lalu ketika Allah telah mengangkat penderitaan itu (penderitaan dan mushibah) dari kalian, maka sebagian dari kalian, yaitu orang-orang kafir, akan menyekutukanNya dengan Tuhan lain dalam ibadah, yang mana mereka mengubah nikmat menjadi amarah dan syukur menjadi syirik kepada Allah. Mereka melupakan yang memberi nikmat dan keselamatan
Tafsir Al-Muyassar
kemudian bila Dia mengangkat musibah dan wabah penyakit dari mereka, ternyata segologan dari kalian yang telah dianugerahi keselamatan oleh tuhan mereka malah mengadakan sekutu-sekutu dan penolng-penolong bersamaNYa.
Tafsir Al-Mukhtashar
54. Kemudian bila Allah menjawab doa kalian, mengangkat kesulitan yang menimpa kalian, ternyata ada sekelompok orang dari kalian yang menyekutukan Rabb mereka, yang mereka sembah bersama-Nya sesembahan selain-Nya. Benar-benar tidak tahu balas budi.
Tafsir Zubdatut
54. (Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebahagian dari pada kamu berbuat syirik) Yakni menempatkan kesyirikan terhadap Allah sebagai ganti dari rasa syukur kepada-Nya yang telah menghilangkan kemudharatan yang menimpa mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
{Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan dari kalian, tiba-tiba segolongan dari kalian menyekutukan Tuhan mereka
Tafsir Aisarut
Makna ayat: Firman-Nya “Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebagian” besar “dari kalian mempersekutukan Rabbnya dengan yang lain.” Mereka menyembah selain-Nya dengan berbagai macam ibadah, seraya melupakan Allah yang telah menghilangkan bahaya pada diri mereka serta menyelamatkan mereka dari kebinasaan.