Surah Al-Mu'minun : Ayat 54
فَذَرْهُمْ فِى غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ

"Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu."

Tafsir Ringkas Kemenag
Maka atas perpecahan mereka dan pembangkangan mereka terhadap dakwah dan peringatan kamu, wahai para rasul, biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan, yaitu saat kemusnah-an mereka atau jatuhnya siksa neraka atas mereka. 55-56. Di antara kaum yang durhaka itu ada yang diberi kehidupan mewah. Ini menjadikan mereka menduga bahwa Allah menyayangi mereka sehingga mereka tidak akan diazab. Allah menampik dugaan tersebut dengan pertanyaan bernada kecaman, 'apakah mereka mengira bahwa kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu berarti kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka' tidak! kami tidak melakukan hal itu dengan maksud demikian, tetapi kami biarkan mereka hanyut dalam kesenangan semu supaya mereka makin banyak berbuat dosa, sedang mereka tidak menyadarinya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 51-56 Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hambaNya yang menjadi para rasul, agar mereka memakan makanan yang halal dan mengerjakan amal shalih. Hal ini menunjukkan bahwa hal yang halal itu membantu untuk mengerjakan amal shalih. Maka para nabi mengerjakan perintah ini dengan sebaik-baiknya, dan mereka menggabungkan semua kebaikan, baik berupa ucapan maupun perbuatan, baik sebagai dalil maupun nasehat. Semoga Allah membalas mereka atas sesuatu yang mereka berikan kepada semua hamba dengan kebaikan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik-baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti apa yang Dia perintahkan kepada para rasul. Kemudian Rasulullah SAW membaca firmanNya: (Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan) dan (Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian) (Surah Al-Baqarah: 172) Kemudian Rasulullah SAW menyebutkan tentang seorang laki-laki yang lama dalam perjalanannya, dalam keadaan penuh dengan debu, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dengan sesuatu yang haram, lalu dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku" maka bagaimanakah doanya dapat dikabulkan jika demikian” Firman Allah: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu) yaitu agama kalian ini, wahai para nabi, adalah agama yang satu, yaitu agama yang menyeru untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagi­Nya. Karena itu Allah berfirman: (dan Aku adalah Tuhan kalian, maka bertakwalah kepadaKu) Pembahasan tentang ini telah disebutkan dalam surah Al-Anbiya’ bahwa firmanNya, ("Ummatan wahidatan") dinashabkan sebagai haal Firman Allah: (Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa golongan) yaitu umat dimana para nabi diutus kepada mereka (Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)) yaitu, merasa bangga dengan kesesatan mereka karena mereka menyangka bahwa mereka mendapatkan petunjuk. Oleh karena itu Allah berfirman seraya mengancam dan memperingatkan mereka: (Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya) yaitu dalam kesesatan dan penyimpangan mereka (sampai suatu waktu) yaitu sampai waktu dan kebinasaan mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar (17)) (Surah Ath-Thariq) Firman Allah: (Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (55) (bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (56)) yaitu apakah orang-orang yang teperdaya itu menyangka bahwa Kami memberikan kepada mereka harta dan anak-anak karena kemuliaan dan kehormatan mereka di sisi Kami? Tidak, sebenarnya tidak seperti yang mereka sangka dalam ucapan mereka. (Kami lebih banyak mempunyai harta dan Anak-anak (daripada kamu) dan Kami sekali-kali tidak akan diazab) (Surah Saba: 35) Mereka keliru dalam pengakuannya, dan akan kecewalah dengan harapan mereka, karena sesungguhnya Kami melakukan itu kepada mereka sebagai bentuk pembiaran dan penangguhan Kami terhadap mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar) Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir (55)) (Surah At-Taubah), Qatadah berkata tentang firmanNya: (Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (55) (bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (56)) dia berkata bahwa tipu daya Allah terhadap suatu kaum itu pada harta dan anak-anak mereka. wahai manusia, maka janganlah memandang manusia dari harta dan anak-anaknya, melainkan pandanglah dari keimanan dan amal shalihnya
Tafsir As-Sa'di
54 “maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya,” maksudnya di tengah kebodohan mereka terhadap kebenaran dan (klaim) bohong bahwa mereka bearada diatas kebenaran.”sampai suatu waktu” yaitu sampai datang waktu siksa menerjang mereka. Sesungguhnya nasihat sudah tidak bermanfaat lagi bagi mereka, begitupun larangan. Bagaimana mungkin bermanfaat bagi orang yang mempunyai prasangka kalau dia berada diatas kebenaran dan berminat menyeru orang lain kepada keyakinanya.
Tafsir Al-Wajiz
54. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu. Yaitu sampai kematian dan mereka menerima siksa di neraka.
Tafsir Al-Muyassar
Maka biarkanlah saja (wahai Rasul) mereka itu dalam kesesatan mereka dan kebutaan mereka terhadap kebenaran, hingga azab turun pada mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
54. Maka biarkanlah mereka -wahai Rasul- berada dalam kejahilan dan kebingungan hingga datangnya azab yang ditentukan bagi mereka.
Tafsir Zubdatut
54. (Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu) Yakni biarkanlah mereka dalam kejahilan dan kesesatan mereka, janganlah dadamu menjadi sempit karena siksaan bagi mereka ditangguhkan; biarkan sampai mereka mati agar disiksa di neraka.
Tafsir Ash-Shaghir
{Maka biarkanlah mereka} maka biarkanlah mereka {dalam kesesatan mereka} kelalaian dan kesesatan mereka {sampai waktu yang ditentukan} sampai waktu turunnya azab kepada mereka
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Mu’minun ayat 54: Yakni di tengah-tengah kebodohannya terhadap kebenaran dan dakwaan mereka, bahwa mereka adalah orang-orang yang benar. Sampai tiba ajal mereka atau sampai azab datang menimpa mereka, karena nasehat tidak bermanfaat, larangan tidak berguna, dan bagaimana mungkin bermanfaat nasehat kepada orang yang sudah merasa benar dan malah ingin mengajak orang lain kepadanya?