Surah Taha : Ayat 55
۞ مِنْهَا خَلَقْنَٰكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

"Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Kami hamparkan tanah untuk kamu. Sesungguhnya darinya kami menciptakan kamu, wahai fir'aun dan seluruh manusia, dan kepadanyalah kami akan mengembalikan kamu setelah mati, dan dari sanalah pula kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain, yaitu pada hari kebangkitan. '56. Meski mendapat bukti nyata yang menguatkan dakwah nabi musa, fir'aun tetap enggan beriman. Dan sungguh, kami telah memperlihatkan kepadanya tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan kami semuanya. Namun, ternyata dia keras kepala dan terus mendustakan dan enggan menerima kebenaran. Ia pun tidak mau patuh pada risalah yang disampaikan kepadanya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 53-56 Kesempurnaan dari perkataan nabi Musa dalam menggambarkan sifat Tuhannya ketika Fir'aun menanyakan kepadanya tentang Tuhannya. Nabi Musa berkata: (Yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk) (Surah Thaha: 50) Kemudian nabi Musa mendapat pertanyaan di antara itu. Lalu nabi Musa berkata: (Yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan) dalam bacaan sebagian ulama, (mihadan) yaitu tempat menetap bagi kalian; dan kalian bisa berdiri, tidur, dan bepergian di permukaannya (dan Yang telah menjadikan bagi kalian di bumi itu jalan-jalan) yaitu Dia menjadikan bagi kalian jalan-jalan yang kalian dapat berjalan di segala penjurunya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk) (Surah Al-Anbiya: 31) dan (dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam) yaitu berbagai macam tumbuhan berupa tanaman dan buah-buahan, ada yang masam, manis, pahit, dan berbagai jenis lainnya (Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatang kalian) yaitu, sebagian untuk makanan dan buah-buahan kalian dan sebagian untuk ternak kalian, yakni untuk sumber kekuatannya berupa daun yang hijau dan kering (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda) yaitu dalil-dalil, hujjah, dan tanda-tanda (bagi orang-orang yang berakal) yaitu, bagi orang-orang yang memiliki akal sehat dan lurus. Semuanya menunjukkan bahwa tidak ada Tuhan dan Rabb selain Allah (Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kalian dan kepadanya Kami akan mengembalikan kalian dan darinya Kami akan mengeluarkan kalian pada saat yang lain (55)) yaitu, dari bumi itu kejadian kalian; karena sesungguhnya kakek moyang kalian yaitu nabi Adam diciptakan dari tanah dan kepadanya Kami akan mengembalikan kalian, yaitu kalian akan dikembalikan jika kalian mati dan kalian hancur. dan darinya Kami akan mengeluarkan kalian pada saat yang lain (yaitu pada hari Dia memanggil kalian, lalu kalian mematuhinya sambil memuji-Nya dan kalian mengira bahwa kalian tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja (52)) (Surah Al-Isra’) dan ayat ini seperti firman Allah SWT: (Di bumi itu kalian hidup dan di bumi itu kalian mati, dan dari bumi itu pula kalian akan dibangkitkan (25)) (Surah Al-A'raf) Firman Allah: (Dan sesungguhnya Kami telah perlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya, maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran) (56)) yaitu adalah Fir'aun, bahwa telah ditegakkan di hadapannya hujjah, tanda-tanda, dan dalil-dalil, sehingga dia menyaksikannya dan melihatnya. Lalu dia mendustakan dan menolaknya dengan keingkaran dan melewati batas. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan (14)) (Surah An-Naml)
Tafsir As-Sa'di
55. Sesudah Allah menceritakan kemuliaan bumi dan bagusnya cara syukurnya, karena Allah telah mencurahkan air hujan di atas permukaannya dan bahwa ia dengan izin Rabbnya mampu mengeluarkan tumbuh-tumbuhan yang beragam jenisnya, maka (dalam ayat ini) Dia memberitahukan bahwa Dia-lah yang menciptakan kita berasal dari tanah, di situ pula, Allah mengembalikan (penciptaan) kita setelah kita meninggal dunia dan dikuburkan di dalamnya. Dari sanalah Allah membangkitkan kita “pada kali yang lain,” sebagaimana Dia telah mengadakan keberadaan kita dari tanah dari ketiadaan wujud (sebelumnya), dan kita sudah mengetahui dan membuktikannya, Dia akan mengembalikan kita (lagi) dengan membangkitkan kita darinya pasca kematian kita. Guna memberikan balasan kepada kita berdasarkan amalan-amalan yang kita kerjakan di atas permukaan bumi. Inilah dua dalil logis bagi datangnya saat pengembalian (penciptaan manusia setelah mati) : Yaitu Allah mengeluarkan tanaman dari bumi setelah kegersangannya dan mengeluarkan orang-orang mukallaf dari tanah saat menciptakannya.
Tafsir Al-Wajiz
55. Pada dasarnya Kami menciptakan kalian dari tanah, karena sesungguhnya tanah adalah asal mula penciptaan Adam. Dan ke dalam tanah pula Kami mengembalikan kalian setelah mati dengan dikuburkan di dalamnya. Serta dari bumi juga Kami membangkitkan kalian untuk kesekian kalianya untuk dihisab dan dibalas.
Tafsir Al-Muyassar
Dari bumi Kami menciptakan kalian (wahai sekalian manusia) dan kedalamnya Kami akan mengembalikan kalian setelah kematian kalian, dan dari dalam bumi, Kami akan mengeluarkan kalian hidup-hidup dalam kehidupan yang lain lagi untuk menghadapi proses perhitungan amal perbuatan dan pembalasannya.
Tafsir Al-Mukhtashar
55. Dari tanah bumi inilah Kami menciptakan nenek moyang kalian yaitu Adam -'alaihissalām-, dan kepada tanah itulah Kami akan mengembalikan kalian ketika kalian mati, dan darinyalah Kami akan mengeluarkan kalian pada kali yang lain untuk dibangkitkan pada hari Kiamat kelak.
Tafsir Zubdatut
55. (Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu) Yakni dari tanah Kami ciptakan kalian dalam lingkup penciptaan Adam. (dan kepadanya) Yakni pada tanah itu. (Kami akan mengembalikan kamu) Setelah kematian kalian akan dikubur di dalamnya, kemudian tubuh kalian akan hancur sampai menjadi bagian dari tanah. (dan daripadanya) Yakni dari tanah. (Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain) Yang membangkitkan kalian.
Tafsir Ash-Shaghir
{Darinya} dari tanah itu {Kami menciptakan kalian, dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kalian} dan Kami akan mengembalikan kalian dengan dikubur ketika mati {dan dari sanalah Kami akan mengeluarkanmu pada waktu} pada kali {yang lain
Tafsir Hidayatul
Surat Thaha ayat 55: Dengan dikubur dalam tanah setelah mati. Untuk dibangkitkan. Ayat 53 dan 55 menunjukkan Allah Mahakuasa menghidupkan kembali, sebagaimana Dia berkuasa menghidupkan tanah yang mati dan menciptakan mereka darinya.