Surah Ar-Rahman : Ayat 55
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Tafsir Ringkas Kemenag
54-55. Para penghuni surga itu sangat menikmati anugerah Allah. Mereka bersandar dengan santai di atas permadani yang bagian dalamnya terbuat dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu sangat dekat sehingga dapat dipetik dari dekat, tanpa perlu beranjak dari tempat mereka bersandar. Maka, wahai manusia dan jin, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan'56-57. Tidak saja buah-buahan, di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menjadi pasangan para pria penghuni surga, dan bagi wanita ada pula pasangannya, yang amat santun sehingga membatasi pandangan dan tidak menoleh kecuali kepada pasangannya. Mereka itu perawan yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya. Maka, wahai manusia dan jin, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 54-61 Allah SWT berfirman: (Mereka bertelekan) yaitu penghuni surga. Makna yang dimaksud dengan “Al-ittika'” adalah duduk bersandar. Dikatakan bahwa itu adalah duduk bersila. (di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra) yaitu kain sutra yang tebal, Pendapat itu dikatakn Ikrimah, dan Qatadah. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata bahwa ini adalah bagian dalamnya, maka bagaimana jika kalian melihat bagian luarnya? (Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat) yaitu buah-buahannya dekat kepada mereka, kapanpun mereka mau, maka mereka dapat memetiknya dengan mudah. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Buah-buahannya dekat (23)) (Surah Al-Haqqah) Allah SWT berfirman: (Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya (14)) (Surah Al-Insan) yaitu tidak menolak dari orang yang mau memetiknya, bahkan dengan sendirinya turun sendiri kepadanya dengan tangkainya (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (55)) Setelah menyebutkan tentang permadani penghuni surga yang sangat besar itu, selanjutnya Allah SWT berfirman: (Di dalam surga itu) yaitu di atas hamparan permadani itu (ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya) yaitu selalu menundukkan pandangannya kepada selain suami mereka dan tidak ada sesuatupun yang mereka lihat di dalam surga itu yang lebih baik bagi mereka selain dari suami-suami mereka. Pendapat ini dikatakan Qatadah, Atha’ Al-Khurrasani, dan Ibnu Zaid. (tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin) yaitu, bahkan mereka tetap dalam keadaan perawan dan berusia muda setara dengan suami mereka. Tidak ada seorangpun yang menyentuh mereka sebelum suami mereka, dari kalangan manusia maupun jin. Ayat ini juga merupakan suatu dalil yang menunjukkan bahwa jin yang mukmin masuk surga. Kemudian Allah SWT menggambarkan ciri mereka itu orang-orang yang diajak bicara: (Seakan-akan bidadari itu permata yaqut dan marjan (58)) Mujahid, Al-Hasan, Ibnu Zaid dan selain mereka berkata bahwa yang dimaksud adalah sejernih yaqut dan seputih marjan, dan yang dimaksud dengan marjan di sini adalah mutiara. Firman Allah SWT: (Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) (60)) yaitu tidak ada balasan bagi orang yang berbuat kebaikan di dunia, melainkan memperoleh kebaikan di akhirat. Sebagaimana Allah SWT berfirman (Bagi orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya) (Surah Yunus: 26)
Tafsir As-Sa'di
54-55. “Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra.” Ini adalah ciri-ciri permadani penghuni surga dan bagaimana mereka duduk di atasnya, yaitu mereka bertelekan di atas permadani tersebut, duduk nyaman, tenang dan menyenangkan, sebagaimana duduknya raja di atas singgasana. Permadani-permadani itu tidak ada yang mengetahui gambaran ciri khas dan keindahannya kecuali Allah, sampai sebelah dalamnya yang langsung bersentuhan dengan tanah terbuat dari kain sutra yang paling bagus dan paling mewah, maka bagaimana halnya dengan bagian atasnya yang langsung bersentuhan dengan mereka? “dan buah-buahan surga itu dapat (dipetik) dari dekat.” ‘aljanaa’ adalah buah-buahan yang datar, yakni, buah-buahan yang ada di dua surga ini dekat (mudah) untuk dipetik, di mana dapat diambil oleh orang yang (dalam keadaan) berdiri, duduk maupun berbaring.
Tafsir Al-Wajiz
54-55. Mereka duduk bersandar di atas permadani yang terbuat dari sutera tebal. Buah-buahan dari surga itu sangat dekat untuk dipetik. Maka nikmat Tuhan mana yang kalian dustakan?!
Tafsir Al-Muyassar
55. Maka nikmat manakah dari nikmat-nikmat Tuhan kalian berdua (wahai jin dan manusia) yang kalian dustakan?
Tafsir Al-Mukhtashar
55. Maka dengan nikmat Allah yang banyak untuk kalian -wahai jin dan manusia- yang mana yang kalian dustakan?
Tafsir Ash-Shaghir
Maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian dustakan
Tafsir An-Nafahat
Surat Ar-Rahman ayat 55: Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.