Surah Al-Hijr : Ayat 56
قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ

"Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dia(ibrahim)berkatamenanggapi pernyataan tamunya, ketahuilah, tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat dan karunia tuhannya kecuali orang yang sesat. Mereka adalah orang-orang yang menyimpang dari jalan tuhan atau tidak menemukan jalan yang benar, dan tidak mengetahui kekuasaan Allah. Aku bukanlah orang yang demikian, karena itu aku tidak pernah berputus asa dari rahmat-Nya. Setelah ibrahim yakin tamu-tamunya adalah malaikat, dia berkata, apakah urusanmu yang penting selain membawa kabar gembira itu kepada kami, wahai para utusan Allah'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 51-56 Allah SWT berfirman wahai Muhammad beritakanlah kepada mereka tentang kisah: (tamu-tamu Ibrahim) Kata “Ash-dhaifu” dipakai untuk bentuk tunggal dan bentuk jamak, seperti kata “Az-zuur” dan “As-safru”, dan bagaimana (masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, "Salam.”Berkata Ibrahim, "Sesungguhnya kami merasa takut kepada kalian”) yaitu mereka takut. Disebutkan bahwa rasa takutnya muncul pada diri mereka ketika dia melihat tangan mereka tidak mau pada sesuatu yang ada disediakan kepada mereka berupa jamuan, yaitu anak sapi gemuk yang dipanggang (Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut”) yaitu janganlah takut (Lalu mereka menyampaikan berita gembira kepada Ibrahim bahwa dia akan mendapat seorang anak yang alim) (Surah Adz-Dzariyat: 28) yaitu nabi Ishaq, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Hud. Kemudian nabi Ibrahim (berkata) dengan heran, karena usia lanjutnya, dan usia lanjut istrinya, dan dengan diwujudkannya janji itu: (Apakah kalian memberi kabar gembira kepadaku, padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlak­sananya) berita gembira yang kalian kabarkan ini?) Lalu mereka menjawabnya seraya menegaskan kepastian dari kejadian berita gembira itu setelah berita gembira itu disampaikan: (Mereka menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepada­mu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa” (55)) Sebagian ulama membacanya “Al-Qanithin” Lalu nabi Ibrahim menjawab mereka, bahwa sesungguhnya dia tidak berputus asa, tetapi berharap kepada Allah terhadap anak, meskipun usianya telah lanjut, begitu juga istrinya. Sesungguhnya nabi Ibrahim mengetahui kekuasaan dan rahmat Allah yang lebih besar dari hal itu.
Tafsir As-Sa'di
56. maka Ibrahim menjawab mereka dengan menuturkan “tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang orang yang sesat” yaitu orang orang yang tidak mempunyai bekal ilmu apapun tentang Rabb mereka dan kesempurnaan kekuasanNya. Sementara itu, orang yang telah Allah karuniai hidayah dan ilmu yang agung, maka tidak ada celah baginya untuk berputus asa kepadaNya. Pasalnya, ia mengetahui dengan porsi banyak mengenai berbagai macam sebab kausalitas dan prasarana, serta jalur jalur menuju rahmat Allah. Berikutnya pasca menyampaikan kabar gembira ini, Ibrahim mengetahui bahwa para malaikat itu diutus untuk sebuah misi yang penting,
Tafsir Al-Wajiz
56. Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat dari jalan kebenaran. Orang kafir yang tidak mengetahui kesempurnaan kuasa Allah dan keluasan rahmat-Nya.” Itu menunjukkan atas kebiasaan mempunyai anak dalam usia tua adalah hal mustahil, bukan pada kuasa Allah
Tafsir Al-Muyassar
56-57. Ibrahim berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya kecuali orang-orang yang keliru yang berpaling dari jalan kebenaran.” Ibrahim berkata, “ Apakah perkara penting yang kalian datang karenanya yang datang dari Allah wahai para utusan?”
Tafsir Al-Madinah
56-57. Maka hati Ibrahim menjadi tenang dan berkata: “Tidaklah berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang berpaling dari jalan yang benar.” Lalu dia bertanya kepada mereka: “Urusan besar apa yang membuat kalian datang ke sini?”
Tafsir Al-Mukhtashar
56. Ibrahim berkata, “Bukankah yang berputus asa dari rahmat Rabbnya hanyalah orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah yang lurus?”
Tafsir Zubdatut
56. (Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”) Yakni aku merasa heran atas kelahiaran seorang anak bagiku karena aku telah lanjut usia dan bukan karena aku putus asa dari rahmat Tuhanku.
Tafsir Ash-Shaghir
Orang-orang yang berputus asa atas kabar gembira yang kami sampaikan {Ibrahim berkata,“Siapakah yang berputus asa} berputus asa {dari rahmat Tuhannya selain orang yang sesat”} orang-orang yang menyimpang dari jalan kebenaran
Tafsir Aisarut
Makna ayat: Kemudian ia menjawab perkataan mereka menghilangkan rasa putus asa dari dirinya, karena putus asa adalah hal yang diharamkan, ( ) “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Rabbnya kecuali orang-orang yang sesat.” Yaitu orang-orang kafir kepada kekuasaan dan rahmat Allah, karena ketidaktahuan mereka kepada Rabb mereka dan sifat-sifat-Nya yang sangat jelas terlihat dalam rahmat-Nya kepada mereka dan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan.
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Hijr ayat 56: Yaitu orang-orang yang tidak mengenal Tuhannya dan tidak mengetahui sempurnanya kekuasaan-Nya. Adapun orang yang diberi nikmat oleh Allah dengan hidayah dan ilmu, maka tidak akan berputus asa.