Surah Asy-Syu'ara : Ayat 57
فَأَخْرَجْنَٰهُم مِّن جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ

"Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,"

Tafsir Ringkas Kemenag
57-58. Kemudian, kami keluarkan mereka, yaitu fir'aun dan kaumnya, dari taman-taman dan mata air, yang sangat indah yang mereka punyai demi untuk sesuatu tujuan yang batil. Dan kami keluarkan mereka juga dari harta kekayaan dan kedudukan yang mulia yang mereka dapatkan
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 52-59 Setelah nabi Musa tinggal lama di negeri Mesir dan menegakkan hujjah-hujjah dan bukti-bukti dari Allah terhadap Fir'aun dan tentaranya, sekalipun mereka tetap angkuh dan ingkar, sehingga tidak ada yang tersisa bagi mereka selain azab dan pembalasan. Allah memerintahkan kepada nabi Musa agar keluar di malam hari membawa Bani Israil dari negeri Mesir, lalu membawa mereka menuju ke tempat yang telah diperintahkan. Lalu nabi Musa melakukan apa yang diperintahkan Tuhannya. Pada pagi hari ketika seorang penyeru menyeru mereka dan tidak ada seorangpun yang menjawab. Lalu ini membuat Fir'aun murka dan bertambah kemurkaannya terhadap Bani Israil. Hal itu merupakan apa yang dikehendaki Allah berupa kehancurannya. Maka Fir'aun memerintahkan dengan cepat untuk pergi ke berbagai kota (untuk mengumpulkan (bala tentaranya)) yaitu tentara yang mengumpulkan yaitu para pemimpin dan penjaga, memanggil mereka: (Sesungguhnya mereka) yaitu Bani Israil (benar-benar golongan kecil) yaitu, kecil jumlahnya (dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita (55)) yaitu setiap waktu sampai kepada kita dari mereka hal-hal yang membuat kita marah (dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga (56)) yaitu kita setiap waktu bersikap waspada terhadap bahaya mereka. dan sesungguhnya aku hendak membasmi mereka sampai ke akar-akarnya. Dan balasanku menimpa dirinya dan tentaranya sesuai yang dikehendaki untuk mereka. Allah SWT berfirman: (Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air (57) dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia (58)) yaitu, mereka keluar dari kehidupan yang menyenangkan itu menuju neraka Jahanam, dan mereka meninggalkan tempat-tempat tinggal yang tinggi-tinggi, kebun-kebun, sungai-sungai, harta, rezeki-rezeki, kerajaan dan kedudukan yang berlimpah di dunia ini (demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil (59)) Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kami wariskan kepada kaum yang selalu tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. (Dengan demikian,) telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Kami hancurkan apa pun yang telah dibuat Fir‘aun dan kaumnya serta apa pun yang telah mereka bangun (137)) (Surah Al-A’raf)
Tafsir As-Sa'di
57-59 lalu Fir’aun bersama tentaranya berangkat dalam satu pasukan perang yang sangat besar dan jumlah yang sangat banyak, tidak seorangpun dari mereka yang absen kecuali orang-orang yang berhalangan karena lemah. Allah berfirman,”maka kami keluarkan fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,” maksudnya, dari kebun-kebun di mesir, taman-tamnannya yang indah dan mata airnya yang mengalir serta dari tanaman-tanaman yang telah memenuhi sawah mereka dan meramaikan perkotaan dan pedesaannya, “dan dari kedudukan yang mulia,” yang menakjubkan bagi orang-orang yang mengamatinya; mereka telah menikmatinya berabad-abad lamanya, mereka telah merasakan kelezatan dan kenikmatannya dalam waktu yang cukup lama dalam kekafiran, keras kepala dan kesombongan serta kecongkakan terhadap manusia. “demikianlah halnya, dan kami anugerahkan semuanya,” semua kebun-kebun, mata air, tanaman dan kedudukan mulia itu ”kepada bani israil,” yang dahulu telah mereka jadikan sebagai budak dan memperkerjakan mereka dengan pekerjaan-pekerjaan yang sangat berat. Maka Mahasuci Allah yang telah memberikan kerajaan pada siapa saja yang Dia kehendaki, dan menanggalkannya dari siapa saja yang Dia kehendaki, Dia memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki karena ketaatan kepadaNya, dan menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki karena tindakan maksiat terhadapNya.
Tafsir Al-Wajiz
57-58. Lalu Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman di pinggiran sungai nil, sungai-sungai yang mengalir, gudang harta, dan istana megah yang sangat bagus.
Tafsir Al-Muyassar
57-59. Maka Allah mengusir fir’aun dan kaumnya dari negeri Mesir yang penuh dengan kebun-kebun, mata air, perbendaharaan kekayaan dan hunian-hunian yang indah. Sebagaimana Kami mengeluarkan mereka, Kami menjadikan negeri-negeri itu menjadi milik Bani Israil sepeninggal mereka.
Tafsir Al-Madinah
57-59. Maka Kami mengeluarkan Fir’aun dan kaumnya dari negeri Mesir dan kebun-kebun yang ada di dalamnya yang indah, mata air yang segar, harta benda yang berharga, dan istana-istana yang megah. Demikianlah Kami keluarkan mereka dari negeri Mesir menuju Laut Merah dan menjadikan istana-istana mereka sebagai warisan bagi Bani Israil.
Tafsir Al-Mukhtashar
57. Maka Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari negeri Mesir yang memiliki taman-taman indah dan mata air yang terus mengalir deras,
Tafsir Zubdatut
57-58. (Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia) Yakni Fir’aun dan bala tentaranya dikeluarkan Allah dari negeri Mesir yang didalamnya terdapat kebun-kebun, mata air, dan harta yang banyak. Makna ( ) adalah tempat-tempat tinggal yang indah. Pendapat lain mengatakan maknanya adalah tempat-tempat berkumpul para penguasa dan pemimpin.
Tafsir Ash-Shaghir
{Kami membuat mereka keluar} Kami membuat Fir‘aun dan kaumnya keluar {dari taman} taman-taman {dan mata air} dan sungai-sungai yang mengalir
Tafsir Hidayatul
Yakni dari Mesir.
Tafsir An-Nafahat
Surat Asy-Syu’ara ayat 57: 57-58. Allah kemudian mengeluarkan (dengan takdirnya) fir’aun dan bala tentaranya dari bumi mesir, dari kebun-kebunnya, dari taman-tamannya dan seluruh kesenangannya menuju laut yang ia akan tenggelam karena sebab kekafirannya yang parah serta ke-thaghutannya.