Surah Al-Mu'minun : Ayat 58
وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ
"Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,"
Tafsir Ringkas Kemenag
57-61. Setelah menjelaskan sifat-sifat orang yang lengah dan larut dalam durhaka, Allah lalu menguraikan sifat orang-orang yang menjaga hati untuk taat kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang karena takut akan azab tuhannya, mereka sangat berhati-hati agar tidak melanggar perintah-Nya, dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda kekuasaan tuhannya, baik yang tersurat dalam Al-Qur'an maupun yang terhampar di alam semesta, dan mereka yang tidak mempersekutukan tuhannya dengan apa pun dan kapan pun, baik syirik kecil seperti ria maupun syirik besar, dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan seperti sedekah, zakat, dan lainnya, dengan hati penuh rasa takut jika pemberian itu tidak diterima oleh Allah karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada tuhannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka; mereka itu, yaitu orang-orang dengan sifat-sifatnya demikian, bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan bersemangat dalam menjalankan ibadah, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya, yaitu surga, sebagai ganjaran atas amal kebaikannya
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 57-61 Firman Allah: (Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka (57)) yaitu keadaan mereka yang selalu mengerjakan kebaikan, beriman, mengerjakan amal shalih, dan takut kepada Allah serta selalu dicekam rasa khawatir akan tertimpa tipu daya Allah. Sebagaimana yang dikatakan Hasan Al-Bashri, bahwa sesungguhnya orang mukmin itu menggabungkan dalam dirinya kebaikan dan rasa takut. Dan sesungguhnya orang munafik itu menggabungkan dalam dirinya keburukan dan rasa aman dari azab Allah (dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka (58)) yaitu, mereka beriman kepada ayat-ayat Nya, baik yang ada di dalam semesta maupun yang bersifat syari’at, sebagaimana firman Allah SWT yang memberitahukan tentang Maryam: (dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitabNya) (Surah At-Tahrim: 12) yaitu dia merasa yakin bahwa sesungguhnya apa yang terjadi pada dirinya tidak lain merupakan takdir dan keputusan Allah, serta syariat yang telah Dia tetapkan. Syariat Allah itu jika berupa perintah, maka itu dari apa yang Dia sukai dan ridhai. Dan jika berupa larangan, maka dari apa yang Dia benci dan tolak. Dan jika kebaikan, maka itu adalah kebenaran. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun) (59)) yaitu mereka tidak menyembah selain Dia bersamaNya, melainkan mengesakanNya dan mengamalkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, segala sesuatu bergantung kepadaNya, tidak memiliki istri dan anak dan bahwa tidak ada tandingan dan tidak sesuatu yang menyamaiNya. Firman Allah: (Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (60)) yaitu mereka memberikan pemberiannya dengan rasa takut dan malu jika tidak diterima, yang hal ini berasal dari perasaan takut mereka jika diri mereka dinilai Allah telah berlaku sembrono terhadap persyaratan pemberian. Ini termasuk ke dalam bagian "bersikap hati-hati dan merasa takut" Ulama lain ada yang membaca ayat ini dengan bacaan: “wal ladziina ya’tuuna maa aatuu wa quluubuhum wajilatun” (Dan orang-orang yang mengerjakan amal perbuatan mereka dengan hati yang takut (kepada Allah) Maknannya sesuai dengan bacaan pertama dan bacaan mayoritas ulama qiraah sab'ah dan lainnya itu lebih jelas, karena itu Allah berfirman: (mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya (61)) Allah menjadikan mereka termasuk orang-orang yang bersegera. Seandainya makna yang dimaksud adalah seperti bacaan yang lainnya, maka tidak diragukan lagi bahwa mereka tidak termasuk orang-orang yang disegerakan, melainkan orang-orang yang pertengahan atau orang-orang yang membatasi dirinya. Hanya Allahlah yang lebih Mengetahui.
Tafsir As-Sa'di
58 “dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka,” yaitu jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kebesarn) Nya, maka akan menambah keimanan mereka dan (mengajak mereka) berpikir tentang ayat-ayat al-qur’an dan merenunginya sehingga menjadi jelaslah makna-makna al-qur’an dan keagungan serta keselarasannya, tiadanya unsur yang paling berselisih dan kontradiktif, dan perkara-perkara yang mengajak orang mengarah perenungan, seperti ma’rifatullah, rasa takut kepadaNya, menggantungkan harapan kepadaNya, serta situasi dan kondisi proses cpembalasan amalan. Hal-hal itu menimbulkan perincian (nilai-nilai) keimanan bagi mereka yang tidak bisa diungkapkan dengan bahasa verbal. Mereka memikirkan pula tanda-tanda kebesaranNya yang berada di angkasa, seperti tertuang dalam FirmanNya, “sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,”
Tafsir Al-Wajiz
58. Orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Tuhan mereka yang diturunkan dalam Alquran yang agung, juga beriman kepada ayat-ayat kauniyah baik pada setiap jiwa, langit maupun bumi
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang mengimani ayat-ayat Allah yang ada di dalam al-Qur’an dan mengamalkannya.
Tafsir Al-Mukhtashar
58. Dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kitab-Nya.
Tafsir Zubdatut
58. (Dan orang-orang yang dengan ayat-ayat Tuhan mereka) Yakni mereka beriman kepada ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhannya
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Mu’minun ayat 58: Apabila ayat-ayat itu dibacakan kepada mereka, maka keimanan mereka bertambah, mereka pun memikirkan dan mentadabburi ayat-ayat-Nya, sehingga jelaslah bagi mereka makna-makna Al Qur’an, keagungannya, kesesuaiannya dan tidak ada yang bertentangan, demikian pula ajakannya untuk mengenal Allah, takut dan berharap kepada-Nya serta keadaan tentang pembalasan, yang dari sana muncul bagi mereka rincian keimanan yang tidak mungkin diungkapkan oleh lisan. Di samping itu, mereka juga mentafakkuri ayat-ayat Allah yang ada di alam semesta.