Surah Al-Humazah : Ayat 6
نَارُ ٱللَّهِ ٱلْمُوقَدَةُ
"(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Hutamah ialah api azab Allah yang dinyalakan, 7. Yang panasnya menembus dada manusia sampai ke hati lalu membakarnya. Hati adalah organ yang paling sensitif terhadap rasa sakit dalam kadar kecil sekalipun, lalu bagaimana bila api neraka itu sampai membakarnya hingga lebur'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-9 “Al-hammaz” dilakukan dengan ucapan dan “al-lammaz”dilakukan dengan perbuatan. yaitu mencela dan merendahkan orang lain. Penjelasan tentang hal itu telah disebutkan dalam firmanNya: (yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur hasutan (11)) (Surah Al-Qalam) Ibnu Abbas berkata bahwa (humazah lumazah) adalah orang yang suka mencela dan membuka aib. Ar-Rabi' bin Anas berkata bahwa “al-humazah” adalah orang yang mencela di depan, sedangkan “al-lumazah” adalah mencela dari belakang. Qatadah berkata bahwa itu adalah mencela orang lain dengan lisan dan matanya, dan suka mengumpat serta menjatuhkan orang lain. Mujahid berkata bahwa “Al-humazah” itu dilakukan tangan dan mata, sedangkan “Al-lumazah” itu dengan lisan. Demikian juga dikatakan Ibnu Zaid. Mujahid berkata bahwa ayat ini umum. Firman Allah: (yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya (2)) yaitu mengumpulkan sebagiannya atas sebagian lain dan menghitung jumlahnya, sebagaimana firmanNya: (Serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya (18)) (Surah Al-Ma'arij) Pendapat itu dikatak Ibnu Jarir. Firman Allah: (dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya (3)) yaitu, mengira bahwa dengan mengumpulkan harta, maka itu akan membuatnya kekal di dunia ini, (Sekali-kali tidak!) yaitu perkaranya tidak seperti yang dia kira dan duga. Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah) yaitu, sungguh orang yang menghimpun dan menghitung-hitung harta akan dicampakkan ke dalam Hutamah. Itu adalah salah satu nama neraka, karena ia meremuk redamkan orang yang dimasukkan ke dalamnya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan tahukah kamu apa Hutamah itu? (5) (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan (6) yang (membakar) sampai ke hati (7)) Tsabit Al-Bannani berkata bahwa itu membakar mereka sampai ke hati, sedangkan mereka dalam keadaan hidup. Firman Allah: (Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka (8)) yaitu ditutup rapat, sebagaimana yang dijelaskan dalam tafsir surah Al-Balad. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ((sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (9)) yaitu pintu-pintu yang merupakan tiang–tiang panjang Abu Shalih berkata tentang firmanNya: ((sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (9)) yaitu belenggu-belenggu yang memanjang.
Tafsir As-Sa'di
4-7. “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan,” yakni, akan dilemparkan, “Ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?” ini adalah ungkapan sebagai pengagungan kondisinya . Kemudian Allah menjelaskannya FirmanNya, “(Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,” yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan, “yang” karena dahsyatnya, “naik sampai ke hati,” yakni merasuk dari tubuh hingga ke hati.
Tafsir Al-Wajiz
6. (Yaitu) Neraka Allah yang menyala-nyala sangat besar dan tidak akan pernah padam selamanya
Tafsir Al-Muyassar
6-7. Ia adalah api Allah yang menyala dan berkobar dahsyat, Yang karena sangat panasnya menembus tubuh hingga kedalam hati.
Tafsir Al-Madinah
6. Itu merupakan api Allah yang menyala-nyala selamanya. Api ini dinisbahkan kepada Allah, karena dengannya Allah memberi siksaan, dan tidak ada yang dapat memberi azab dengan azab api neraka selain-Nya. itu merupakan azab yang adil, dan azab mereka setara dengan amal perbuatan mereka; karena mereka adalah orang-orang yang suka menghina, sedangkan hinaan dapat menghancurkan seseorang. Maka mereka mendapat balasan yang sesuai dengan amalan, bahkan dari sisi namanya.
Tafsir Al-Mukhtashar
6. Itulah Neraka Allah yang menyala-nyala.
Tafsir Li Yaddabbaru
6-8 1 ). Akhlaq yang buruk adalah racun yang membunuh, dan kebinasaan yang berbekas, juga kehinaan yang tersingkap, akhlaq yang buruk adalah kejahatan nampak, akhlaq yang buruk adalah syaithon-syaiton yang dijauhkan dari rahmat Tuhan semesta alam, akhlaq yang buruk dapat membawa tuannya kepada buruknya perilaku syaithon, dia juga yang akan membawa sesoang kepada pintu-pintu neraka . 2 ). { } Maka ketika hati mereka dijadikan tempat keyakinan-keyakinan bathil, dan sumber ucapan-ucapan keji dan dengki terhadap orang-orang beriman, sesungguhnya mereka sedang menanti balasan yang akan mengancurkan dan membakar tubuh mereka dengan api neraka. 3 ). { } Pintu-pintu neraka yang tertutup rapat tidak ada harapan sedikit pun bagi mereka untuk lolos, kesempatan bagi penghuni neraka untuk memohon perlindungan kepada Allah telah tiada, perhatikanlah jika seseorang berada dalam sebuah ruangan atau mobil, kemudian tanpa ia sadari tiba-tiba api menyala, dan tidak ada baginya jalan keluar untul meloloskan diri, bagaimana dengan keadaannya setelah itu ? , sungguh itu adalah kesialan yang tak terobati, dan Allah telah mengabarkan kepada hamba-hamba Nya tentang jalan keluar dari segala kesialan dan malapeta dunia dan akhirat, Allah mengirimkan kepada kita wahyunya melalui Nabi Muhammad tidak sekedar untuk dibaca, tetapi agar kita waspada dari sifat-sifat yang buruk yang dijelaskan dalam surah ini !.
Tafsir Ash-Shaghir
(yaitu) api Allah yang dinyalakan
Tafsir Hidayatul
Yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Humazah ayat 6: Allah mesifatkan Al Huthamah dan menjelaskan bahwa maksudnya adalah neraka milik Allah yang menyambar-nyambar apinya, yang tidak redup selamanya.