Surah Maryam : Ayat 6
يَرِثُنِى وَيَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَ ۖ وَٱجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

"yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Ya tuhanku, aku berharap anak itu kelak menjadi penerusku yang akan mewarisi aku dalam tugas-tugasku sebagai penyeru umat dan mewarisi dari keluarga yakub yang melanjutkan tradisi dan agama nabi ibrahim. Kabulkanlah doaku dan jadikanlah dia, ya tuhanku, seorang yang selalu diridai dan dirahmati. '7. Allah mengabulkan doa nabi zakaria. Allah berfirman, 'wahai zakaria, kami memperkenankan doamu. Melalui perantaraan jibril, kami memberi kabar gembira kepadamu dengan menganugerahimu seorang anak laki-laki yang namanya yahya. Nama ini merupakan sebutan yang kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya kepada siapa pun. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-6 Adapun pembahasan tentang huruf hijaiyah telah dijelaskan di permulaan surah Al-Baqarah. Firman Allah: ((Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu) yaitu, hal ini menyebutkan rahmat Allah kepada hambaNya, yaitu nabi Zakaria. Yahya bin Ya'mur membaca (dzakkara rahmata rabbika ‘abdahu zakariyya) “(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hambaNya Zakaria” kata “Zakaria” dibaca panjang dan pendek; dua bacaan ini terkenal. Zakaria adalah seorang nabi yang agung dari kalangan nabi-nabi Bani Israil. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari bahwa nabi Zakaria adalah seorang tukang kayu yang makan dari hasil kerja tangannya yang menjadi tukang kayu. Firman Allah: (yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3)) Sebagian mufasir mengatakan bahwa sesungguhnya nabi Zakaria melirihkan suara dalam doanya agar dalam permohonannya akan anak tidak dituduh sebagai orang yang lemah karena usia tua, Pendapat ini dikatakan oleh Al-Mawardi. Ulama lainnya berkata, sesungguhnya nabi Zakaria melirihkan suaranya karena hal itu lebih disukai Allah sebagaimana yang dikatakan Qatadah tentang ayat ini: (Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3)) Sesungguhnya Allah mengetahui hati orang yang bertakwa, dan mendengar suara yang lirih. (Zakaria berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah”) yaitu lemah dan tidak mempunyai kekuatan (dan kepalaku telah ditumbuhi uban) yaitu, warna putih ubannya menutupi sisa rambutnya yang masih hitam. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Duraid dalam syair gubahan­nya: “Tidakkah engkau melihat rambut kepalaku yang kini warnanya seakan-akan seperti fajar subuh yang di sisa-sisa kegelapan malam. “Warna putih ubannya menyala menutupi warna hitamnya, seperti warna api yang menyala dalam bara api” Makna yang dimaksud dari sini adalah pemberitahuan tentang kelemahan, ketuaan dan tanda-tandanya, baik yang tampak maupun tersembunyi. Firman Allah: (dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku) yaitu aku belum pernah berdoa kepadaMu, melainkan Engkau memperkenankannya, dan Engkau tidak pernah menolak apa yang kumohonkan kepadaMu. Firman Allah: (Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku) Mayoritas ulama membacanya dengan dinashab huruf ya’nya menjadi “mawaliya” karena sebagai maf'ul. Diriwayatkan dari Kisai, dia mensukun huruf yanya sebagaimana yang dikatakan oleh penyair “Seakan-akan tangan-tangan mereka di tanah yang datar, dan tangan-tangan tetangga saling mengambil perak” Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi berkata bahwa yang dimaksud dengan mawali adalah “'ashabah”. Abu Shalih berkata bahwa maknannya adalah kalalah. Mujahid berkata tentang firmanNya: (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) peninggalannya adalah ilmu, dan dia termasuk keturunan nabi Ya'qub. Diriwayatkan dari Al-Hasan yaitu mewarisi kenabian dan ilmunya. As-Suddi berkata yaitu mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga nabi Ya'qub. Diriwayatkan dari Malik, dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) yaitu kenabian mereka. Diriwayatkan dari Abu Shalih tentang firmanNya: (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) yaitu mewarisi hartaku dan kenabian keluarga nabi Ya'qub. Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir dalam tafsirnya Firman Allah: (dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai) yaitu diridhai di sisiMu dan makhlukMu, yaitu Engkau menyukainya dan menjadikannya disukai makhlukMu dalam agama dan akhlaknya.
Tafsir As-Sa'di
6. Perwalian yang dimaksud di sini adalah pengganti (dalam menangani urusan) agama dan pewaris kenabian, ilmu dan amal. Oleh karena itu, Zakaria bersabda, “Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub, dan jadikanlah dia, wahai Rabbku, seorang yang diridhai,” maksudnya seorang hamba shalih yang Engkau ridhai dan Engkau menjadikannya dicintai oleh ara hambaMu. Pendek kata, beliau memohon kepada Allah agar dianugerahi seorang anak laki-aki yang shalih, yang hidup setelah Nabi Zakaria meninggal dan menjadi penggantinya, menjadi seorang nabi yang diridhai di sisi Allah dan disenangi oleh para makhlukNYa. Ini adalah jenis anak yang paling sempurna. Dan termasuk cermin kasih sayang Allah kepada hambaNya (Zakaria), Allah memberinya seorang anak yang shalih, yang sarat dengan semua akhlak mulia dan perilaku yang terpuji. Lalu Allah menganugerahkan rahmat kepada Zakaria, lalu Allah mengabulkan doanya.
Tafsir Al-Wajiz
6. Yang kelak akan menjadi pewarisku dan pewaris keluarga Ya´qub dari segi ilmu dan kenabian. Ya’qub adalah nabi Bani Israil. Istri nabi Zakaria adalah saudari Maryam binti Imran, putera dari Sualiman bin Dawud bin Ishaq bin Ibrahim ‘alaihimus salam. Maksud dari pewaris di sini bukanlah mewarisi harta, sebab para nabi tidak menerima warisan harta. Jadikanlah ia ya Tuhanku, seorang yang diridhai, baik dalam akhlak dan perbuatannya"
Tafsir Al-Muyassar
Yang akan mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga ya’qub, dan jadikanlah anak itu sebagai orang yang diridhai olehMu dari para hambaMu. ”
Tafsir Al-Madinah
6. Yang mewarisiku dalam perkara ilmu dan agama dan mewarisi keluarga Ya’qub dalam perkara kerajaan dan kenabian; dan jadikanlah dia orang yang mendapat keridhaan dari-Mu dan dari manusia.
Tafsir Al-Mukhtashar
6. Yang akan mewarisi kenabian dariku, dan dari keluarga Ya'qūb -'alaihissalām-, dan jadikanlah ia -wahai Tuhanku- seorang yang diridai agama, akhlak dan ilmunya."
Tafsir Zubdatut
6. (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub) Yang dimaksud warisan di sini adalah warisan ilmu dan kenabian menurut pendapat yang lebih kuat, dan bukan warisan harta, dengan dalil sabda Rasulullah: “Kami golongan para Nabi tidak mewarisi.” Yakni mereka hanya mewarisi ilmu dan tugas menjaga urusan agama. (dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai) Yakni diridhai dalam akhlak dan perbuatannya agar menjadi orang yang layak untuk mengusung ilmu agama serta mengajarkan dan menyampaikannya kepada orang lain serta menegakkan syi’ar’syi’ar agama mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
{yang akan mewarisi aku} mewarisi kenabianku {dan keluarga Ya‘qub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang dirhidai”} diridhai di sisiMu dan di sisi ciptaanMu dalam agama, akhlak dan pengetahuannya
Tafsir Hidayatul
Surat Maryam ayat 6: Berupa ilmu, amal dan kenabian. Di sisi-Mu.