Surah Az-Zalzalah : Ayat 6
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ ٱلنَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا۟ أَعْمَٰلَهُمْ

"Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya untuk menuju tempat hisab, atau beranjak dari tempat hisab itu, dalam keadaan berkelompok-kelompok. Kondisi mereka beragam; sebagian merasa tenang dan sebagian yang lain begitu gundah dan ketakutan. Mereka digiring dengan gegas ke surga atau neraka untuk diperlihatkan kepada mereka balasan semua perbuatannya yang telah Allah janjikan. 7. Pada saat itu setiap manusia akan mengetahui nasib dirinya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia akan menerima pahala atasnya. Dia merasa senang dan bahagia karena perbuatannya tidak sia-sia.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-8 (Apabila bumi diguncangkan dengan seguncang-guncangnya (yang dahsyat) (1)) yaitu bergerak dan bergetar dari bagian bawahnya (dan bumi mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya (2)) yaitu mengeluarkan orang-orang mati dari dalamnya. Pendapat itu dikatakan beberpaa ulama Salaf, dan ini sebagaimana firmanNya: (Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat) (1)) (Surah Al-Hajj) sebagaimana firmanNya: (dan apabila bumi diratakan (3) dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong (4)) (Surah Al-Insyiqaq) Firman Allah: (dan manusia bertanya, "Mengapa bumi (jadi begini)?” (3)) yaitu heran dengan keadaannya, padahal sebelumnya bumi tenang, kokoh, dan stabil, dan manusia diam di atas permukaannya. yaitu, keadaannya berbalik, saat itu bumi bergerak dan berguncang. Telah datang kepadanya perintah Allah SWT yang memerintahkan kepadanya untuk melakukann guncangan yang tidak bisa dielakkan lagi. Kemudian bumi mengeluarkan semua orang mati yang ada dalam perutnya dari kalangan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian. Saat itulah manusia heran dengan keadaan bumi, karena bumi diganti dengan bumi yang lain, begitu juga langit; lalu mereka digiring untuk menghadap kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Menang. Firman Allah: (pada hari itu bumi menceritakan beritanya (4)) yaitu memberitahukan tentang apa yang dilakukan oleh orang-orang yang tinggal permukaannya. Firman Allah: (karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya (5)) Imam Bukhari berkata bahwa kalimat “auha laha” dan “wa auha ilaiha” serta “waha laha” dan “waha ilaiha” itu sama. Demikian juga dikatakan Ibnu Abbas, bahwa (auha laha) itu sama dengan auha ilaiha. Makna yang tampak adalah bahwa ini mengandung makna mengizinkan kepadanya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (pada hari itu bumi menceritakan beritanya (4)) dia berkata yaitu Tuhannya berfirman kepadanya,'"Berbicaralah" maka saat itu juga bumi berbicara. Mujahid berkata tentang firmanNya (auha laha) yaitu memerintahkan kepadanya. Firman Allah: (Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam) yaitu mereka kembali dari tempat penghisaban (dalam keadaan yang bermacam-macam) yaitu dalam keadaan bermacam-macam, ada yang celaka dan yang berbahagia. Para malaikat diperintahkan untuk membawa ke surga, dan membawa ke neraka. Firman Allah SWT: (supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka) yaitu agar mereka mengetahui dan mendapat balasan dari apa yang telah mereka perbuat di dunia, dari yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu Allah berfirman: (Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7) Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula (8)) Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari disebutkan dari Adi secara marfu',”Hindarilah neraka, sekalipun dengan separuh buah kurma, dan sekalipun dengan kalimat yang baik” dan hadits shahih,”Jangan sekali-kali kamu meremehkan sesuatupun dari kebaikan, sekalipun kamu menuangkan sebagian air dari wadahmu ke wadah orang yang meminta minum, dan sekalipun kamu menyambut saudaramu dengan wajah yang berseri-seri”
Tafsir As-Sa'di
6. “Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya,” menuju tempat pemberhentian kiamat ketika Allah memutuskan perkara di antara mereka, “dalam keadaan yang bermacam-macam,” yakni bermacam-macam golongan, “supaya diperlihatkan kepada mereka balasan pekerjaan mereka,” yakni supaya Allah memberitahukan perbuatan baik atau buruk yang mereka lakukan dan memberitahukan balasannya dengan sempurna.
Tafsir Al-Wajiz
6-7. Pada hari itu, manusia keluar dari kuburnya menuju tempat penghitungan (amal) secara terpisah untuk diperlihatkan oleh Allah kepada balasan perbuatan mereka yaitu surga atau neraka. Jadi barangsiapa melakukan suatu kebaikan di dunia seberat dzarrah (semut kecil), maka dia akan mengetahui balasannya di akhirat. Imam Bukhari dan Imam Muslim mengatakan dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulallah SAW menamai ayat ini sebagai ayat yang sangat dahsyat secara keseluruhannya.
Tafsir Al-Muyassar
Pada hari itu, seluruh manusia pulang ketempat perhitungan amal dalam kelompok kelompok yang beragam, agar Allah memperlihatkan kepada mereka apa yang mereka lakukan, kebaikan-kebaikan atau keburukan-keburukan, lalu membalas mereka atasnya.
Tafsir Al-Madinah
6. Ketika itu semua terjadi, manusia akan menuju padang mahsyar secara berkelompok-kelompok; setiap kelompok pergi ke arah yang sesuai dengan amalan dan kedudukannya, seperti orang-orang yang pergi dari mata air. Mereka pergi untuk menerima balasan amal perbuatan mereka dan melihatnya dengan mata kepala mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
6. Pada Hari yang agung itu, di saat bumi bergoncang, manusia keluar secara berkelompok dari tempat perhitungan untuk menyaksikan amal perbuatan yang pernah mereka lakukan di dunia.
Tafsir Zubdatut
6. (Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam) Yakni manusia keluar dari kuburnya menuju tempat untuk hisab, mereka berhamburan ke kiri dan ke kanan sesuai dengan agama dan amalan mereka. (supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka) Yakni agar Allah menunjukkan kepada mereka amal yang telah mereka perbuat. Pendapat lain mengatakan: yakni untuk menunjukkan kepada mereka balasan amal perbuatan mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
{Pada hari itu manusia keluar} manusia keluar menuju tempat perhitungan {dalam berkelompok-kelompok} dalam kelompok-kelompok {untuk diperlihatkan kepada mereka semua perbuatan mereka} supaya Allah memperlihatkan kepada mereka amal yang telah mereka perbuat di muka bumi
Tafsir Hidayatul
Maksudnya, pada hari itu manusia tampil di padang mahsyar ketika Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberikan keputusan di antara mereka dengan keadaan yang berbeda-beda; ada yang berbahagia dan ada yang celaka. Ada yang yang diperintahkan ke surga dan ada yang diperintahkan ke neraka. Ada yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagainya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Az-Zalzalah ayat 6: Allah mengabarkan bahwa manusia akan kembali di tempat perhitungan (hisab), dengan kondisi berbeda antara satu jamaah dengan jamaah yang lain, setelah Allah putuskan diantara mereka semua. Sebagian dari mereka adalah orang-orang yang tenang, sebagian lagi gemetar, panic karena ketakutan; Kemudian Allah berkata pada setiap kelompok : Lihatlah oleh kalian, amalan-amalan kalian yang kalian kerjakan di dunia, dan lihatlah tempat kalian di akhirat.