Surah Al-Mu'minun : Ayat 60
وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ
"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,"
Tafsir Ringkas Kemenag
57-61. Setelah menjelaskan sifat-sifat orang yang lengah dan larut dalam durhaka, Allah lalu menguraikan sifat orang-orang yang menjaga hati untuk taat kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang karena takut akan azab tuhannya, mereka sangat berhati-hati agar tidak melanggar perintah-Nya, dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda kekuasaan tuhannya, baik yang tersurat dalam Al-Qur'an maupun yang terhampar di alam semesta, dan mereka yang tidak mempersekutukan tuhannya dengan apa pun dan kapan pun, baik syirik kecil seperti ria maupun syirik besar, dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan seperti sedekah, zakat, dan lainnya, dengan hati penuh rasa takut jika pemberian itu tidak diterima oleh Allah karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada tuhannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka; mereka itu, yaitu orang-orang dengan sifat-sifatnya demikian, bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan bersemangat dalam menjalankan ibadah, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya, yaitu surga, sebagai ganjaran atas amal kebaikannya
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 57-61 Firman Allah: (Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka (57)) yaitu keadaan mereka yang selalu mengerjakan kebaikan, beriman, mengerjakan amal shalih, dan takut kepada Allah serta selalu dicekam rasa khawatir akan tertimpa tipu daya Allah. Sebagaimana yang dikatakan Hasan Al-Bashri, bahwa sesungguhnya orang mukmin itu menggabungkan dalam dirinya kebaikan dan rasa takut. Dan sesungguhnya orang munafik itu menggabungkan dalam dirinya keburukan dan rasa aman dari azab Allah (dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka (58)) yaitu, mereka beriman kepada ayat-ayat Nya, baik yang ada di dalam semesta maupun yang bersifat syari’at, sebagaimana firman Allah SWT yang memberitahukan tentang Maryam: (dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitabNya) (Surah At-Tahrim: 12) yaitu dia merasa yakin bahwa sesungguhnya apa yang terjadi pada dirinya tidak lain merupakan takdir dan keputusan Allah, serta syariat yang telah Dia tetapkan. Syariat Allah itu jika berupa perintah, maka itu dari apa yang Dia sukai dan ridhai. Dan jika berupa larangan, maka dari apa yang Dia benci dan tolak. Dan jika kebaikan, maka itu adalah kebenaran. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun) (59)) yaitu mereka tidak menyembah selain Dia bersamaNya, melainkan mengesakanNya dan mengamalkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, segala sesuatu bergantung kepadaNya, tidak memiliki istri dan anak dan bahwa tidak ada tandingan dan tidak sesuatu yang menyamaiNya. Firman Allah: (Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (60)) yaitu mereka memberikan pemberiannya dengan rasa takut dan malu jika tidak diterima, yang hal ini berasal dari perasaan takut mereka jika diri mereka dinilai Allah telah berlaku sembrono terhadap persyaratan pemberian. Ini termasuk ke dalam bagian "bersikap hati-hati dan merasa takut" Ulama lain ada yang membaca ayat ini dengan bacaan: “wal ladziina ya’tuuna maa aatuu wa quluubuhum wajilatun” (Dan orang-orang yang mengerjakan amal perbuatan mereka dengan hati yang takut (kepada Allah) Maknannya sesuai dengan bacaan pertama dan bacaan mayoritas ulama qiraah sab'ah dan lainnya itu lebih jelas, karena itu Allah berfirman: (mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya (61)) Allah menjadikan mereka termasuk orang-orang yang bersegera. Seandainya makna yang dimaksud adalah seperti bacaan yang lainnya, maka tidak diragukan lagi bahwa mereka tidak termasuk orang-orang yang disegerakan, melainkan orang-orang yang pertengahan atau orang-orang yang membatasi dirinya. Hanya Allahlah yang lebih Mengetahui.
Tafsir As-Sa'di
60 “dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan,” maksudnya mereka memberikan dari diri mereka (dengan suka rela) sesuatu yang mereka perintahkan untuk menjalankannya yaitu sesuatu yang telah mereka berikan, berupa amalan-amalan yang mereka mampu mengerjakannya, seperti shalat, (membayar) zakat, haji, sedekah dan lain sebagainya. “dengan hati yang takut,” merasa takut “(karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka,” maksudnya mereka merasa takut saat amalan-amalan mereka ditampilkan kepada Allah dan berdiri dihadapanNya, sekiranya amalan mereka tidak bisa menyelamatkan mereka dari siksa Allah. Hal ini merupakan wujud pengetahuan mereka tentang Allah dan hal-hal yang menjadi hak Allah, seperti berbagai macam ibadah.
Tafsir Al-Wajiz
60. Orang-orang yang memberikan sedekah dan zakat mereka, dengan hati yang takut, karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, maka mereka akan diberi balasan atas apa yang telah mereka lakukan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berbuat amal-amal shalih dan kebajikan, sedang hati mereka takut lantaran khawatir tidak diterima amal perbuatan mereka dan tidak dapat menyelamatkan mereka dari siksaan Tuhan mereka, bila mereka kembali kepadaNya untuk menghadapi perhitungan amal;
Tafsir Al-Mukhtashar
60. Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mengerjakan kebajikan dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal saleh, dengan penuh rasa takut jangan sampai Allah tidak menerima infak dan amal saleh mereka bila mereka kembali kepada-Nya pada hari Kiamat kelak.
Tafsir Zubdatut
60. (Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka) Yakni meraka bersedekah dengan hati yang takut bahwa sedekah itu belum bisa menyelamatkannya dari azab Allah sebab mereka yakin akan kembali kepada Tuhan mereka. Sebab ketakutan mereka karena mereka takut ibadah mereka tidak diterima sebagaimana yang seharusnya.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ). Allah mengatakan dalam ayat-Nya: { } yakni "takut", al-Hasan al-Bashri berkata: mereka melakukan perbuatan baik, dan mereka takut jika amalan itu tidak menyelamatkan mereka dari siksa tuhannya, sesunguhnya orang beriman mengumpulkan banyak kebaikan dan mereka takut kepada tuhannya, sedangkan orang munafiq mengumpulkan keburukan dan mereka merasa aman denga keburukan itu. 2 ). Sahl bin Abdullah pernah berkata: takutnya orang-orang yang benar (siddiqun) kepada su'ul khatimah disetiap saat dan gerakan mereka, dan mereka itulah yang Allah kepada mereka dalam ayat ini. 3 ). Ibnu Rajab pernah berkata: Tidklah dianjurkannya meminta ampunan pada malam lailatul qadr, setelah usaha dan kerja keras melakukan amala shalih pada malam-malam akhir dari ramadhan; adalah karena mereka yang mengetahui keadaan dirinya sekalipun telah beramal yang banyak, tapi mereka seakan-akan tidak melihat apapun dari amalannya itu, sehingga mereka kembali kepada tuhannya dengan memohon ampunan bagaikan orang yang berlumuran dosa. 4 ) Jika ditelaah ayat ini dengan baik, setidaknya akan diketahui bahwa orang-orang shalih tidak takut pada sesuatu apapun melainkan pada dua hal ini: - Takut jika amalan tidak diterima { } - Takut jika hati kembali rusak setelah datangnya hidayah { } "(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami"
Tafsir Ash-Shaghir
Dan orang-orang yang memberikan sesuatu yang telah mereka berikan} mereka memberikan sesuatu yang sudah pernah mereka berikan berupa zakat dan sedekah {dan hati mereka takut} takut bahwa hal itu tidak diterima dari mereka {bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Mu’minun ayat 60: Ayat di atas dapat diartikan, “Dan mereka yang mengerjakan apa yang mereka kerjakan” sehingga termasuk pula amal saleh di samping sedekah, seperti shalat, zakat, haji, dan lainnya. Jika tidak diterima amal mereka. Maksudnya, karena mereka tahu bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka untuk dihisab, maka mereka khawatir kalau pemberian (sedekah) dan amal mereka tidak diterima Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan tidak menyelamatkan mereka.