Surah An-Najm : Ayat 61
وَأَنتُمْ سَٰمِدُونَ

"Sedang kamu melengahkan(nya)?"

Tafsir Ringkas Kemenag
61-62. Wahai kaum kafir, saat sedang menertawakan berita tentang kiamat itu kamu berada dalam keadaan lengah dan lalai dari kedatangannya dan siksa di dalamnya. Maka, demi keselamatanmu bersujudlah kepada Allah, patuhi ajaran-Nya, dan sembahlah dia secara tulus, baik dengan ibadah yang diwajibkan maupun yang dianjurkan
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 56-62 (Orang ini adalah seorang pemberi peringatan) yaitu nabi Muhammad SAW (di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu) yaitu salah seorang dari mereka, dia diutus sebagaimana mereka diutus, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul) (Surah Al-Ahqaf: 9) (Telah dekat terjadinya hari kiamat (57)) yaitu hampir tiba masanya hari kiamat terjadi (Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah (58)) yaitu, jadi tidak ada yang dapat menolaknya selain Allah, dan tidak ada yang dapat mengetahui waktunya kecuali Dia Kemudian Allah SWT berfirman, seraya membantah orang-orang musyrik karena mereka mendengar Al-Qur'an, tetapi berpaling darinya dan meremehkannya (kamu merasa heran) jika pemberitahuan itu benar (dan kamu menertawakan) karena memperolok-olokkan dan mengejek Al-Qur'an (dan tidak menangis?) Sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang meyakininya, sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka (Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk (109)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah SWT: (Sedangkan kamu melengahkan (nya) (61)) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia bekata bahwa makna yang dimaksud adalah menyanyi. Ini menurut dialek orang-orang Yaman. Dikatakan “asmid lana” yaitu menyanyilah untuk kami. Demikian juga dikatakan Ikrimah. Dalam riwayat lain tentang firmanNya: (Sedangkan kamu melengahkan (nya)) yaitu berpaling darinya Kemudian Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada para hambaNya untuk bersujud dan beribadah kepadaNya, mengikuti RasulNya dan mengesakan Tuhan dengan keikhlasan. (Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia) (62)) yaitu tunduklah dan ikhlaslah kepadaNya, serta esakanlah Dia.
Tafsir As-Sa'di
61. “Sedang kamu melengahkan (nya),” artinya kalian melalaikannya dan tidak merenungkannya. Ini dikarenakan sedikitnya akal dan agama kalian, sebbab andaikan kalian menyembah Allah dan mencari ridhaNya di segala kondisi, tentu kalian tidak seperti ini,sebuah kondisi yang dipandang rendah oleh orang-orang yang berakal.
Tafsir Al-Wajiz
60-61. Kalian tertawa mengejek, tidak menangis sedih atas apa yang kaiian lalaikan. Kalian adalah orang-orang yang paling lupa dan menolak sesuatu yang diperintahkan untuk kalian
Tafsir Al-Muyassar
59-62. Maka apakah kalian (wahai orang-orang Musyrik) heran terhadap kebenaran al-Quran ini dan kalian menertawakannya sebagai penghinaan dan perendahan, kalian tidak menangis karena takut terhadap ancamannya, kalian terus lalai dan berpaling darinya? Karena itu, bersujudlah kepada Allah, ikhlaskanlah ibadah hanya kepadaNya, dan serahkanlah segala urusan kalian kepadaNya.
Tafsir Al-Mukhtashar
61. Sementara kalian lalai darinya, tidak memperhatikannya?
Tafsir Zubdatut
61. (Sedang kamu melengahkan(nya)?) Yakni kalian mengangkat kepala kalian dengan sombong. Pendapat lain mengatakan maknanya adalah melalaikannya dengan berbagai hal.
Tafsir Ash-Shaghir
Dan kalian lengah} lengah lagi berpaling darinya
Tafsir Hidayatul
Yakni lalai dan lengah dari mentadabburinya. Hal ini karena lemahnya akal dan agama mereka, kalau sekiranya mereka beribadah kepada Allah dan mencari keridhaan-Nya tentu mereka tidak seperti ini keadaannya, dimana keadaan tersebut adalah keadaan yang dibenci oleh orang-orang yang berakal. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).”
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Najm ayat 61: 59-62. Allah mengingkari orang-orang musyrik dengan keheranan atas Al Qur’an dan celan-celaan mereka kepada Al Qur’an serta penolakan mereka. Mereka tertawa dengan sombong dan mengejek ketika mendengarnya. Sudah selayaknya mereka untuk menangisi dengan perasaan takut dari ancaman-Nya yang menanti mereka. Allah menjelaskan bahwa mereka meninggalkan kepedulian akan Al Qur’an ini, karena sebab mereka lalai karena kekayaan dan kesenagan mereka. Allah memerintahkan mereka orang-orang musyrik agar meninggalkan kekufuran dan kesesatan, dan agar mereka bersujud kepada Allah dengan memuliakan-Nya, dan mengibadahi-Nya dengan ikhlas dengan tauhid dan mengesakan-Nya dengan hanya beribadah kepada-Nya saja.