Surah An-Najm : Ayat 62
فَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ وَٱعْبُدُوا۟ ۩

"Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)."

Tafsir Ringkas Kemenag
61-62. Wahai kaum kafir, saat sedang menertawakan berita tentang kiamat itu kamu berada dalam keadaan lengah dan lalai dari kedatangannya dan siksa di dalamnya. Maka, demi keselamatanmu bersujudlah kepada Allah, patuhi ajaran-Nya, dan sembahlah dia secara tulus, baik dengan ibadah yang diwajibkan maupun yang dianjurkan. 1. Terdapat keterkaitan erat antara surah an-najm dengan surah al-qamar. Bila surah an-najm ditutup dengan ancaman terhadap orang kafir tentang hari kiamat yang makin dekat, surah al-qamar diawali dengan penegasan bahwa kiamat itu benar-benar telah dekat. Allah juga menunjukkan kuasa-Nya terhadap bulan. Saat kedatangan hari kiamat yang telah ditetapkan semakin dekat, bulan pun terbelah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 56-62 (Orang ini adalah seorang pemberi peringatan) yaitu nabi Muhammad SAW (di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu) yaitu salah seorang dari mereka, dia diutus sebagaimana mereka diutus, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul) (Surah Al-Ahqaf: 9) (Telah dekat terjadinya hari kiamat (57)) yaitu hampir tiba masanya hari kiamat terjadi (Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah (58)) yaitu, jadi tidak ada yang dapat menolaknya selain Allah, dan tidak ada yang dapat mengetahui waktunya kecuali Dia Kemudian Allah SWT berfirman, seraya membantah orang-orang musyrik karena mereka mendengar Al-Qur'an, tetapi berpaling darinya dan meremehkannya (kamu merasa heran) jika pemberitahuan itu benar (dan kamu menertawakan) karena memperolok-olokkan dan mengejek Al-Qur'an (dan tidak menangis?) Sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang meyakininya, sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka (Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk (109)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah SWT: (Sedangkan kamu melengahkan (nya) (61)) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia bekata bahwa makna yang dimaksud adalah menyanyi. Ini menurut dialek orang-orang Yaman. Dikatakan “asmid lana” yaitu menyanyilah untuk kami. Demikian juga dikatakan Ikrimah. Dalam riwayat lain tentang firmanNya: (Sedangkan kamu melengahkan (nya)) yaitu berpaling darinya Kemudian Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada para hambaNya untuk bersujud dan beribadah kepadaNya, mengikuti RasulNya dan mengesakan Tuhan dengan keikhlasan. (Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia) (62)) yaitu tunduklah dan ikhlaslah kepadaNya, serta esakanlah Dia.
Tafsir As-Sa'di
62. Karena itu Allah berfirman, “Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia),” perintah untuk bersujud kepada Allah secara khusus menunjukkan keutamaan bersujud. Sujud adalah rahasia dan inti dari ibadah. Ruh dari sujud adalah kekhusyuan terhadap Allah dan tunduk padaNya. Sujud adalah kondisi terbesar yang menunjukkan ketundukkan seorang hamba. Dengan bersujud, hati dan raga seorang hamba akan tunduk, tempat berpijaknya kaki. Kemudian secara umum Allah memerintahkan untuk beribadah yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhai Allah berupa perbuatan dan perkataan, baik lahir maupun batin.
Tafsir Al-Wajiz
62. Maka bersujudlah kalian hanya kepada Allah yang menciptakan kalian. Khususkanlah peribadatan kalian kepadanya tanpa menyertakan tuhan-tuhan lainnya seperti berhala-berhala.
Tafsir Al-Muyassar
59-62. Maka apakah kalian (wahai orang-orang Musyrik) heran terhadap kebenaran al-Quran ini dan kalian menertawakannya sebagai penghinaan dan perendahan, kalian tidak menangis karena takut terhadap ancamannya, kalian terus lalai dan berpaling darinya? Karena itu, bersujudlah kepada Allah, ikhlaskanlah ibadah hanya kepadaNya, dan serahkanlah segala urusan kalian kepadaNya.
Tafsir Al-Mukhtashar
62. Maka sujudlah kepada Allah semata dan ikhlaskanlah ibadah hanya untuk-Nya.
Tafsir Zubdatut
61. (Sedang kamu melengahkan(nya)?) Yakni kalian mengangkat kepala kalian dengan sombong. Pendapat lain mengatakan maknanya adalah melalaikannya dengan berbagai hal.
Tafsir Ash-Shaghir
{Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah}
Tafsir Hidayatul
Perintah bersujud kepada Allah secara khusus menunjukkan keutamaan sujud, dan bahwa ia adalah inti ibadah, karena inti ibadah adalah khusyu’ kepada Allah dan tunduk merendahkan diri kepada-Nya. Sujud adalah keadaan yang paling besar yang menunjukkan ketundukkannya, karena ketika itu tunduk pula hati dan badannya serta menaruh anggota badan yang paling mulia di atas tanah tempat injakan kaki. Selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan untuk beribadah secara umum yang mencakup semua yang dicintai Allah dan diridhai-Nya baik berupa ucapan maupun perbuatan yang tampak maupun yang tersembunyi.
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Najm ayat 62: 59-62. Allah mengingkari orang-orang musyrik dengan keheranan atas Al Qur’an dan celan-celaan mereka kepada Al Qur’an serta penolakan mereka. Mereka tertawa dengan sombong dan mengejek ketika mendengarnya. Sudah selayaknya mereka untuk menangisi dengan perasaan takut dari ancaman-Nya yang menanti mereka. Allah menjelaskan bahwa mereka meninggalkan kepedulian akan Al Qur’an ini, karena sebab mereka lalai karena kekayaan dan kesenagan mereka. Allah memerintahkan mereka orang-orang musyrik agar meninggalkan kekufuran dan kesesatan, dan agar mereka bersujud kepada Allah dengan memuliakan-Nya, dan mengibadahi-Nya dengan ikhlas dengan tauhid dan mengesakan-Nya dengan hanya beribadah kepada-Nya saja.