Surah Ali Imran : Ayat 63
فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُفْسِدِينَ
"Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian jika mereka tetap berpaling meski sudah diberikan buktibukti kemahakuasaan, kemahaperkasaan, dan kemahaesaan Allah, maka ketahuilah bahwa Allah maha mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan, baik melalui perkataan, perbuatan maupun keyakinannya. Tatkala mereka tidak berani ber-Muba'halah, sehingga tampaklah kebohongan dan kelemahan mereka, maka ayat ini mengajak mereka kepada tauhid dengan cara yang lebih lunak dan santun. Katakanlah, hai nabi Muhammad, wahai ahli kitab! jika kalian tetap menolak kebenaran hujjah tentang isa bin maryam padahal kalian mengetahuinya, maka marilah kita menuju kepada satu kalimat, pegangan yang sama yang memberi keputusan secara adil antara kami dan kamu, yaitu kitab taurat dan kitab-kitab lainnya, termasuk injil dan Al-Qur'an, bahwa di dalam kitab-kitab tersebut kita tidak diperbolehkan menyembah selain Allah dan kita tidak diperbolehkan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan jika cara ini juga tidak membawa hasil untuk mengajak mereka, maka yang terpenting bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah untuk diikuti dan dituruti perintahnya padahal perintah itu keliru. Jika mereka tetap berpaling dari kebenaran setelah terpenuhi bukti-bukti, maka katakanlah kepada mereka, saksikanlah, bahwa kami adalah orang muslim, yaitu orang-orang yang benar-benar berserah diri kepada Allah dan semata-mata beribadah kepada-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 59-63 Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah) dalam kekuasaan Allah SWT sebagaimana Dia menciptakannya tanpa ayah (adalah seperti (penciptaan) Adam) Allah SWT menciptakannya tanpa ayah dan ibu. Bahkan (Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia) Dia menciptakannya dari tanah tanpa ayah. Dia mampu menciptakan nabi Isa dengan cara yang lebih baik dan lebih pantas. Jika diperbolehkan klaim bahwa dia adalah anak Tuhan karena dia diciptakan tanpa ayah, maka penciptaan nabi Adam melebihi hal itu melalui cara yang pertama. Diketahui secara sepakat bahwa klaim itu adalah salah. Mereka mengklaim hal itu untuk nabi Isa adalah kebathilan yang parah dan kerusakan yang nyata. Akan tetapi, Tuhan yang Maha Luhur menginginkan untuk menunjukkan kekuasaanNya dalam menciptakannya ketika Dia menciptakan nabi Adam tanpa ada laki-laki maupun perempuan, Dia juga menciptakan Hawa dari seorang laki-laki tanpa seorang perempuan. Dia menciptakan nabi Isa dari seorang perempuan tanpa seorang laki-laki, seperti halnya dengan ciptaan yang lainnya dari laki-laki dan perempuan. Itulah sebabnya Allah berfirman dalam Surah Maryam: (dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia)
Tafsir Al-Wajiz
63 Kemudian jika mereka berpaling dari kebenaran yang jelas ini yaitu akidah pengesaan Allah yang diserukan kepada seluruh Nabi maka ini adalah kerusakan yang nyata, sebab itu adalah suatu kesyirikan dan kekufuran. Sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan dan akan mengazab mereka atas kerusakan yang mereka perbuat.
Tafsir Al-Muyassar
Dan jika mereka berpaling dari membenarkanmu dan mengikutimu maka mereka adalah orang-orang yang berbuat kerusakan, dan Allah Maha Mengetahui atas perbuatan mereka dan akan membalas mereka atas perbuatan tersebut
Tafsir Al-Madinah
63. Jika mereka berpaling dari kebenaran ini maka itu merupakan kerusakan, dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan dan akan menghukum mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
63. Apabila mereka berpaling dari agama yang engkau bawa dan tidak mau mengikutimu, itu adalah bagian dari kerusakan mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi dan akan membalas mereka dengan balasan yang setimpal.
Tafsir Zubdatut
63. ( Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan) Yakni jika mereka menolak kebenaran yang jelas ini maka itu merupakan perbuatan merusak di muka bumi yang sebenarnya karena itu berarti kembali kepada kesyirikan dan kekufuran. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan dan Allah akan menyiksa atas perbuatan mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
Jika mereka berpaling} berpaling dari penjelasan tentang apa yang datang kepadamu {sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan
Tafsir Hidayatul
Sehingga nanti Allah akan memberikan hukuman kepada mereka.
Tafsir An-Nafahat
Surat Ali ‘Imran ayat 63: Sesungguhnya inilah kisah Lantaran itu, jika mereka berpaling belakang, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang berbuat rusuh.