Surah Asy-Syu'ara : Ayat 64
وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ ٱلْءَاخَرِينَ

"Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan di sanalah kami dekatkan golongan yang lain, yaitu fir'aun dan bala tentaranya, sebagai cara kami sebelum menenggelamkan mereka. Lalu fir'aun dan bala tentaranya mengejar nabi musa melalui jalan yang terbelah itu. Kemudian setelah semuanya berada di tengah laut, kami kembalikan daratan itu menjadi laut kembali, sehingga fir'aun dan semua bala tentaranya mati tenggelam. 65. Dan kami selamatkan musa dan orang-orang yang bersamanya sebagai balasan atas kesabaran mereka dalam mengahadapi fir'aun dan kekejamannya, dan atas kesabaran taat kepada ajakan nabi musa untuk berhijrah dari negeri mesir.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 60-68 Sebagian mufasir berkata bahwa Fir'aun keluar dalam iringan yang besar yang mana itu merupakan ungkapan tentang kerajaan Mesir pada zamannya terdiri dari. sejumlah besar orang-orang kerajaannya, yaitu para pemimpin, para menteri, para pembesar, dan bala tentaranya. (Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit (60)) yaitu mereka berhasil mengejar mereka ketika matahari terbit (Maka setelah kedua golongan itu saling melihat) yaitu, masing-masing dari kedua golongan itu dapat melihat satu sama lain, maka saat itu (berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”) Demikian itu karena perjalanan mereka sampai di tepi pantai, yaitu Laut Merah. Di hadapan mereka terbentang laut yang luas, dan di belakang mereka ada Fir'aun dan tentaranya mengejar mereka. Oleh karena itu mereka berkata: ("Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul” (61) Musa menjawab, "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku” (62)) yaitu tidak ada sesuatupun dari hal yang kalian khawatirkan akan menimpa kalian, karena sesungguhnya Allah SWT Dialah yang telah memerintah­kanku untuk berjalan ke arah ini bersama kalian, sedangkan Dia tidak akan mengingkari janji. Allah SWT berfirman: (Maka terbelahlah lautan itu, dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar) yaitu seperti bukit yang besar-besar. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas. (Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya (65) Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu (66)) yaitu Kami menyelamatkan nabi Musa, Bani Israil dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan agama mereka; tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa. Fir'aun dan tentaranya ditenggelamkan sehingga tidak ada seorang pun dari mereka melainkan binasa. Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat)) yaitu di dalam kisah ini dan keajaiban yang terkandung di dalamnya, serta pertolongan dan kemenangan bagi hamba-hamba Allah yang mukmin, benar-benar terkandung dalil dan hujjah yang pasti serta hikmah yang jelas (tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (68)) penafsirannya telah disebutkan.
Tafsir As-Sa'di
63-68 “lalu kami wahyukan kepada Musa, ’pukullah lautan itu dengan tongkatmu’.” Dan Musa pun memukulkannya, “maka terbelahlah lautan itu,” menjadi dua belas jalan, “dan tiap-tiap belahan adalah seperti bukit,” maksudnya, seperti gunung “yang besar,” lalu Musa dan kaumnya memasukinya. ”dan disanalah kami dekatkan,” maksudnya, di tempat itu, ”golongan yang lain,” yaitu fir’aun
Tafsir Al-Wajiz
64. Kemudian disanalah kami dekatkan Fir’aun dan pasukannya sehingga mereka bisa mengejar Musa dan kaumnya, supaya Kami bisa menenggelamkan mereka (Fir’aun dan kaumnya) ke dalamnya.
Tafsir Al-Muyassar
64-66. Di situ, Kami dekatkan Fir’aun dan kaumnya (dengan Musa dan Bani Israil) sehingga mereka sempat masuk kedalam laut. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya secara keseluruhan, dimana laut masih tetap terbelah hingga mereka semua dapat menyebrang ke daratan. Kemudian Kami tenggelamkan Fir’aun dan kaumnya dengan menggulungkan laut pada mereka, setelah mereka masuk ke dalamnya untuk mengejar Musa dan para pengikutnya.
Tafsir Al-Mukhtashar
64. Dan Kami dekatkan Fir'aun dan kaumnya kepada mereka hingga mereka masuk ke dalam belahan lautan tersebut dengan menyangka bahwa jalan tersebut sanggup mereka telusuri.
Tafsir Zubdatut
64. (Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain) Yakni Kami dekatkan mereka kepada lautan. Dan yang dimaksud dengan golongan yang lain adalah Fir’aun dan kaumnya.
Tafsir Ash-Shaghir
Di sanalah Kami dekatkan kelompok yang lain} Disana Kami dekatkan fir’aun dan tentaranya ke laut sehingga mereka masuk ke dalamnya
Tafsir Hidayatul
Yang dimaksud golongan yang lain ialah Fir'aun dan kaumnya. Maksud ayat tersebut adalah di bagian yang terbelah itu Allah memperdekatkan antara Fir'aun dan kaumnya dengan Musa dan Bani Israil, di mana Fir’aun dan kaumnya masuk melewati jalan yang dilalui Nabi Musa dan Bani Israil.
Tafsir An-Nafahat
Surat Asy-Syu’ara ayat 64: Kemudian mendekatlah fir’aun dan yang bersamanya ke lautan, dan Allah jadikan mereka masuk ke dalam lautan setelah Musa masuk beserta bani israil.