Tafsir Ringkas Kemenag
Allah tidak hanya menjadikan alam sebagai fasilitas bagi hidup dan kehidupan manusia dan menahan benda-benda langit agar tidak berjatuhan, tetapi juga menegaskan, 'dan dia-lah yang menghidupkan kamu dengan meniupkan roh ke dalam dirimu, ketika kamu masih berupa janin, lalu kamu tumbuh dan berkembang; kemudian mematikan kamu dengan mencabut roh dari diri kamu, kemudian menghidupkan kamu kembali dalam kehidupan baru pada hari kebangkitan. Sungguh, manusia itu sangat kufur dan menutup diri dari nikmat Allah. 67. Bagi setiap umat, seperti yahudi dan nasrani, telah kami tetapkan melalui para utusan Allah cara beribadah yang harus mereka amalkan guna mendekatkan diri kepada-Nya. Maka tidak sepantasnya mereka, kaum yahudi dan nasrani, berbantahan dengan engkau, Muhammad, dalam urusan cara beribadah kepada Allah ini; dan serulah kaum yahudi dan nasrani itu kepada tuhanmu untuk beriman kepada Al-Qur'an. Sungguh, engkau Muhammad, berada di jalan yang lurus, baik dalam bidang akidah, ibadah (syariah), maupun akhlak.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 63-66 Ini juga menunjukkan kekuasaan dan kebesaran kekuasaanNya, yaitu bahwa Dia mengirimkan angin, lalu menggerakkan awan, dan awan itu menurunkan hujan ke bumi yang tandus yang tidak ada tanaman padanya, yaitu tanah yang kering, hitam, dan gersang (kemudian apabila telah Kami turunkan air atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah) (Surah Al-Hajj: 5) Firman Allah: (lalu jadilah bumi itu hijau) Huruf “fa’” di sini menunjukkan makna urutan, dan urutan itu sesuai dengan tahapannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging) (Surah Al-Mu’minun: 14) Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa di antara dua hal itu terdapat jarak empat puluh hari. Sekalipun demikian, diungkapkan dengan huruf fa’ ta'qib, demikian juga di sini Allah berfirman: (lalu jadilah bumi itu hijau) yaitu menjadi hijau setelah kering dan tandus. Sebagian ahli Hijaz berkata bahwa setiap selesai hujan, tanah mereka menjadi hijau. hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah: (Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui) yaitu, Maha Mengetahui sesuatu di seluruh penjuru bumi dari biji-bijian, sekalipun itu kecil, sehingga tidak ada yang tersembunyi dariNya. Sehingga Dia memberikan kepada tiap-tiap daerah air yang diperlukan sehingga daerah itu dapat menumbuhkan tanamannya. Sebagaimana Luqman berkata: ((Luqman berkata), "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui (16)) (Surah Luqman) Firman Allah: (Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi) yaitu, segala sesuatu ini adalah milikNya; Dia Maha Kaya dari selain Dia, dan segala sesuatu butuh dan menjadi hambaNya. Firman Allah: (Apakah kamu tiada melihat bahwa Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi) yaitu semua yang bernyawa, benda mati, tanaman dan buah-buahan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Dia menundukkan untuk kalian apa yang ada di langit dan di bumi semuanya, (sebagai suatu rahmat) dariNya) (Al-Jatsiyah: 13) yaitu dari kebaikan, kemurahan, dan karuniaNya (dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintahNya) yaitu ditundukkan dan dijalankan olehNya, yaitu yang dapat berlayar membelah ombak di laut dengan angin yang sejuk dan lembut, yang mana mereka bisa memuatkan padanya semua barang dagangan dan barang lainnya serta barang yang bermanfaat sesuai dengan apa yang mereka inginkan, dari suatu negeri ke negeri lain dan dari suatu wilayah ke wilayah lain. Kemudian mereka dapat mendatangkan sesuatu kepada mereka, sebagaimana membawa sesuatu dari mereka berupa sesuatu yang mereka butuhkan dan inginkan. (Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izinNya?) yaitu kalau Dia menghendaki, maka Dia memerintahkan kepada langit untuk menjatuhkan bintang-bintang yang ada padanya, sehingga jatuh ke bumi dan membinasakan penghuninya. Tetapi karena kelembutan, rahmat, dan kekuasaanNya, Dia menahan benda-benda langit jatuh ke bumi, kecuali dengan izinNya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia) yaitu dengan kezaliman mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman di ayat lain: (Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia, sekalipun mereka zalim; dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksaNya) (Surah Ar-Ra'd: 6) Firman Allah: (Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat mengingkari nikmat (66)) sebagaimana firmanNya: (Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkanNya kembali, kemudian kepadaNyalah kalian dikembalikan? (28)) (Surah Al-Baqarah) dan (Katakanlah, 'Allah-lah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya) (Surah Al-Jatsiyah: 26) serta (Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula)") (Surah Ghafir: 11) Makna yang dimaksud adalah bagaimana bisa kalian menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah dan menyembah selain Dia bersamaNya, padahal Allah sendiri yang menciptakan, memberi rezeki, dan mengatur” (Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kalian) yaitu menciptakan kalian, padahal sebelumnya kalian bukan merupakan sesuatu yang disebut, kemudian Dia menjadikan kalian (kemudian mematikan kalian, kemudian menghidupkan kalian (lagi)) yaitu di hari kiamat (sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat mengingkari nikmat) yaitu mengingkarinya.
Tafsir As-Sa'di
66. “Dan Dia-lah Allah yang telah menghidupkan kamu,” mengadakan wujud kalian dari ketiadaan. “Kemudian mematikan kamu,” sesudah Dia menghidupkan kalian. “Kemudian menghidupkan kamu (lagi),” pasca kematian kalian; supaya Allah membalasi orang yang berbuat jelek atas dasar ulah buruknya. “Sesungguhnya manusia itu,” maksudnya bangsa manusia kecuali yang Allah pelihara, “benar-benar sangat mengingkari nikmat,” maksudnya kenikmatan-kenikmatan Allah, mereka sungguh-sungguh mengkufuri Allah dan tidak mengakui curahan kebaikanNYa. Bahkan terkadang mengingkari Hari Kebangkitan dan kekuasaan Rabbnya.
Tafsir Al-Wajiz
66. Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu dengan menjadikan kamu tumbuh setelah dalam bentuk keras yaitu unsur mani, kemudian mematikan kamu ketika ajalmu selesai, kemudian menghidupkan kamu lagi pada hari kebangkitan, sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat ketika tidak mengesakan Allah.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Dia –lah Allah Yang menghidupkan kalian dan mengadakan wujud kalian setelah sebelumnya tidak ada, kemudian mematikan kalian sesudah habisnya jatah usia kalian, kemudian menghidupkan kalian (kembali) dengan membangkitkan kembali setelah kematian, untuk menghitung amal perbuatan kalian. Sesungguhnya manusia itu benar-benar makhluk yang sangat ingkar terhadap bukti-bukti nyata yang menunjukkan Kuasa dan Keesaan Allah.
Tafsir Al-Madinah
66. Dan Allah yang menghidupkan kalian dari ketidakadaan, kemudian mematikan kalian saat ajal kalian telah tiba, lalu menghidupkan kembali di akhirat ketika hari kebangkitan. Sungguh manusia sangat ingkar terhadap kenikmatan-kenikmatan Allah.
Tafsir Al-Mukhtashar
66. Dan Dia lah Allah yang menghidupkan kalian, menjadikan kalian setelah sebelumnya kalian tidak ada, kemudian mematikan kalian setelah ajal kalian tiba, kemudian menghidupkan kalian kembali setelah mati supaya Dia menghisab amal perbuatan kalian dan membalaskannya, namun sungguh manusia itu sangat ingkar terhadap nikmat Allah dengan menyekutukan-Nya padahal nikmat-nikmat itu sangat menampakkan kebesaran Allah.
Tafsir Zubdatut
66. (Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu) Yang sebelumnya kalian hanyalah benda mati. (kemudian mematikan kamu) Saat umur kalian telah habis. ( kemudian menghidupkan kamu (lagi)) Saat membangkitkan kalian untuk perhitungan dan pembalasan. (sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat) Yakni sangat ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah kepadanya, padahal nikmat-nikmat tersebut sangat jelas. Termasuk pula keingkaran mereka terhadap kekuasaan Allah untuk menghidupkan orang yang telah mati, padahal ia mengetahui bahwa dirinya awalnya tidak ada kemudian Allah menciptakannya sebagai manusia yang sempurna bentuknya, lalu ia tumbuh dengan kenikmatan dari-Nya.
Tafsir Ash-Shaghir
Dialah Dzat yang menghidupkan kalian, kemudian mematikan kalian, kemudian menghidupkan kalian lagi. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat ingkar} sungguh menyangkal nikmat-nikmat Allah beserta segala perwujudan nikmatnya
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Hajj ayat 66: Ketika sudah tiba ajalmu. Agar Dia memberikan balasan kepada kamu. Kecuali orang yang dijaga Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Ia kufur terhadap nikmat, kufur kepada Allah, tidak mengetahui ihsan-Nya, bahkan ada yang kafir kepada kebangkitan dan kekuasaan Allah.