Surah Sad : Ayat 66
رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفَّٰرُ

"Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dialah tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara ke-duanya. Dia menciptakan, menguasai, mengatur, mengawasi, dan me-melihara kelangsungan ciptaan-Nya. Dialah yang mahaperkasa dalam mengatur kerajaan-Nya, maha pengampun atas dosa-dosa hamba yang memohon ampunan-Nya. '67-68. Wahai nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir, 'ajakanku mengesakan Allah dan peringatanku tentang siksa akhirat itu adalah berita besar yang selama ini kamu berpaling darinya, wahai orang-orang kafir. Berita dalam Al-Qur'an itu benar adanya, tetapi ba-Nyak manusia mengingkari. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 65-70 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya SAW agar berkata kepada orang-orang musyrik dan mendustakan rasul­Nya, bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan dan aku tidak seperti yang kalian duga (dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) yaitu hanya Dia semata yang mengalahkan dan memaksa segala sesuatu (Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya) yaitu, Dia adalah Dzat yang merajai dan mengatur semuanya (Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun) yaitu Maha Pengampun, dengan keagungan dan keperkasaanNya. (Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar” (67)) yaitu berita besar dan perkara yang jelas itu adalah pengutusan Allah kepadaku untuk menyampaikan risalah kepada kalian (yang kamu berpaling darinya (68)) yaitu mereka lalai darinya. Mujahid, Syuraih Al-Qadhi, dan As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Katakanlah, "Berita itu adalah berita yang Besar” (67)) yaitu Al-Qur'an. Firman Allah: (Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala’ul a'la (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan (69)) yaitu seandainya tidak ada wahyu, maka dari manakah aku dapat mengetahui perselisihan yang terjadi di kalangan “al-mala'ul a'la”, yaitu tentang nabi Adam dan pembangkangan iblis dari bersujud kepadanya, serta tentang alasan iblis kepada Tuhannya karena Dia lebih mengutamakan nabi Adam daripada dirinya. Bantah-bantahan ini adalah bantah-bantahan yang disebutkan di dalam Al-Qur'an, yang dijelaskan seteah ini yaitu dalam firmanNya SWT:
Tafsir As-Sa'di
66. Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububiyah, seraya berfirman, “Rabb langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya.” Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, “Yang Mahaperkasa,” yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), “lagi Maha Pengampun” terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepadaNya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu memberi rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak memiliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemampuan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
Tafsir Al-Wajiz
66. dialah Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, yang maha Kuat yang tidak ada tandingannya, Maha Pengampun bagi hambaNya yang bertaubat dan yang taat.
Tafsir Al-Muyassar
Dia juga penguasa langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, juga mahaperkasa dalam menetapkan balasan, serta maha pengampun terhadap dosa-dosa bagi siapa yang bertaubat dan kembali kepada ridahaNYa,
Tafsir Al-Mukhtashar
66. Allah adalah Rabb langit dan Rabb bumi, Rabb di antara keduanya. Dia Maha Perkasa dalam kerajaan-Nya yang tidak seorang pun mengalahkan-Nya, Dia Maha Pengampun bagi dosa-dosa siapa yang bertobat kepada-Nya dari hamba-hamba-Nya.”
Tafsir Ash-Shaghir
{(yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa di antara keduanya, Yang Maha perkasa lagi Maha Pengampun ”
Tafsir Hidayatul
Yakni yang berkuasa terhadap urusan-Nya. Inilah Tuhan yang berhak dicintai dan diibadahi, bukan yang tidak mampu menciptakan dan tidak mampu memberi rezeki, yang tidak kuasa memberi manfaat atau menolak bahaya seperti patung dan berhala.
Tafsir An-Nafahat
Surat Shad ayat 66: (Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa) yakni Maha Menang atas semua perkara-Nya (lagi Maha Pengampun") terhadap kekasih-kekasih-Nya.