Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah jelas dan tuntas tentang keniscayaan bahwa hanya Allah yang layak untuk disembah dan sebagai tempat meminta, bukan kepada yang lain, maka pada ayat di atas dan ayat-ayat berikut disampaikan larangan untuk menyembah selain Allah. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'sungguh, aku sangat dilarang untuk menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah yang maha esa, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dan bukti-bukti dari tuhanku; dan lebih dari itu aku diperintahkan agar dengan bersungguh-sungguh berserah diri kepada tuhan pemelihara seluruh alam. '67. Setelah menjelaskan bahwa hanya dia yang layak disembah, Allah lalu menguraikan beberapa bukti kekuasaan-Nya yang ada dalam diri manusia. Dialah tuhan yang maha esa, yang telah menciptakanmu, wahai manusia, dari tanah, kemudian sesudah itu dari setetes mani yang bertemu dengan indung telur dalam rahim, lalu sesudah itu dari segumpal darah, kemudian setelah menempuh waktu sembilan bulan atau lebih, kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan-Nya kamu tumbuh sampai menjadi manusia dewasa, lalu kemudian menjadi tua dan lanjut usia. Akan tetapi, di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu atau sebelum mencapai usia dewasa atau tua. Kami perbuat demikian agar kamu menyadari bahwa ada batas sampai kepada kurun waktu yang ditentukan bagi setiap orang, agar kamu mengerti dan memahami ketentuan ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 66-68 Allah SWT berfirman,"Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik itu bahwa sesungguhnya Allah SWT melarang untuk menyembah berhala-berhala, tandingan-tandingan, dan sekutu-sekutu selain Dia" Allah SWT menjelaskan bahwa tidak ada yang layak disembah selain Dia, dalam firmanNya: (Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari 'alaqah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup) sampai tua) yaitu, Dialah Dzat yang menciptakan kalian dalam semua tingkatan itu sendirian, tidak ada sekutu bagiNya, dan Dia yang mengaturdan menentukan ukuran-ukurannya dalam semua itu (di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu) yaitu sebelum dilahirkan ke alam ini, bahkan gugur sejak masih dalam kandungan ibunya. Di antara mereka ada yang wafat dalam usia anak-anak dan usia muda, ada pula sebelum usia tua. Sebagaimana firmanNya: (agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan) (Surah Al-Hajj:5) dan Allah berfirman di sini: ((Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya)) Ibnu Juraij berkata bahwa yaitu kalian mengingat hari kebangkitan. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dialah yang menghidupkan dan mematikan) yaitu hanya Dia saja yang dapat melakukan hal itu, tidak ada seorangpun yang mampu melakukannya selain Dia (maka apabila Dia menetapkan suatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah" maka jadilah ia) yaitu tidak ada yang menentang dan mencegahNya, tetapi apa yang Dia kehendaki pasti ada
Tafsir As-Sa'di
66. setelah Allah menjelaskan perintah ikhlas beribadah kepada Allah semata dan menyebutkan dalil-dalinnya dan bukti-buktinya, maka Dia secara tegas melarang ibadah kepada selainNya seraya berfirman, “katakanlah” wahai nabi “sesungguhnya aku dilarang menyenbah sembahan yang kamu sembah selain Allah”. Seperti berhala dan patung-patung serta segala apa saja yang disembah dari selain Allah. Aku sama sekali tidak ragu terhadap perkaraku ini, melainkan benarr-benar atas dasar keyakinan dan pengetahuan yang dalam, dank arena itu beliau berrkata “setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Rabbku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Rabb semesta alam” dengan hati, lisan, dan selurruh anggota tubuhku, sehingga semuanya tunduk taat kepadaNya, berrserah diri kepada perintahNya. Ini adalah perintah yang paling agung secara mutlak, sebagaimana halnya larangan beribadah kepada selainNya merupakan larangan yang paling agung secara mutlak.
Tafsir Al-Wajiz
66. Katakanlah kepada orang-orang musyrik wahai nabi: “Sesungguhnya aku dilarang dan dicegah untuk menyembah sesuatu yang kalian sembah selain Allah, berupa berhala-berhala dan patung-patung setelah datang kepadaku dalil-dalil yang jelas dan terang yang menunjukkan pada keesaan Allah. Dalil yang menunjukkan Tuhanku itu mendidikku dengan nikmat-nikmatNya. Aku diperintahkan untuk menyerahkan dan memasrahkan semuanya kepada Allah, Tuhan seluruh makhluk” Jubair dari Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya Walid bin Mughirah dan Syaibah bin Rabi’ah berkata: “Wahai Muhammad, tariklah ucapanmu tentang agama leluhurmu” Lalu Allah menurunkan ayat ini”
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik dari kaummu, “Sesungguhnya aku dilarang untuk menyembah apa-apa yang kalian sembah selain Allah, ketika ayat-ayat yang jelas telah datang kepadaku dari sisi Tuhanku dan Dia telah memerintahkanku agar tunduk dan patuh dengan memberikan ketaatan sempurna kepadaNya, Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.
Tafsir Al-Madinah
66. Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikan kepada umatnya larangan menyembah selain-Nya, setelah Allah menurunkan kepadanya ayat-ayat yang jelas yang dapat didengar dan disaksikan; dan untuk menyampaikan bahwa beliau diperintahkan untuk taat dan patuh kepada-Nya, Tuhan seluruh makhluk.
Tafsir Al-Mukhtashar
66. Katakanlah -wahai Rasul-, “Sesungguhnya Allah melarangku untuk menyembah apa-apa yang kalian sembah selain Allah berupa berhala-berhala yang tidak mendatangkan manfaat dan mudarat manakala bukti-bukti dan argumentasi-argumentasi yang nyata atas kebatilan penyembahannya telah datang kepadaku. Allah memerintahkanku agar tunduk kepada-Nya semata dengan beribadah hanya kepada-Nya. Dia adalah Rabb seluruh makhluk tidak ada yang hak kecuali Allah.
Tafsir Zubdatut
66. (Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah) Yakni patung-patung dan orang-orang mati yang disembah oleh orang-orang musyrik. (setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku) Yakni dalil-dalil secara akal dan wahyu, yang mengharuskan untuk mengesakan Allah. (dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam) Yakni aku menyerahkan diri kepada-Nya dengan mentaati perintah-Nya dan tunduk kepada-Nya.
Tafsir Ash-Shaghir
Katakanlah,“Sesungguhnya aku dilarang menyembah sesembahan yang kalian seru} kalian sembah {selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku. Aku diperintahkan agar berserah diri} berserah diri dan tunduk dengan melakukan ketaatan dan beribadah {kepada Tuhan alam semesta
Tafsir Hidayatul
Setelah Allah menyebutkan perintah beribadah dengan ikhlas kepada Allah, dan menyebutkan pula dalil dan buktinya, maka Dia menegaskan larangan beribadah kepada selain-Nya. Baik berupa patung, berhala maupun lainnya. Yang menunjukkan keesaan-Nya. Baik dengan hatiku, lisanku maupun anggota badanku, yaitu dengan tunduk menaati-Nya dan menyerahkan diri kepada perintah-Nya. Perintah mentauhidkan-Nya merupakan perintah paling agung secara mutlak, dan larangan berbuat syirk merupakan larangan paling agung secara mutlak.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Mu’min ayat 66: (Katakanlah, "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sesembahan yang kalian seru) yang kalian sembah (selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan) yakni bukti-bukti tauhid (dari Rabbku, dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Rabb semesta alam.)