Surah Al-Anbiya : Ayat 67
أُفٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?"

Tafsir Ringkas Kemenag
66-67. Menanggapi pernyataan tersebut, dia, ibrahim, berkata di depan para pembesar kota ur, kaldea, babilonia, mesopotamia selatan, 'mengapa kamu sekalian menyembah tuhan selain Allah, menyembah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dengan menyembahnya, dan tidak pula mendatangkan mudarat kepada kamu dengan tidak menyembahnya'" ibrahim kemudian menegaskan tanggapannya, "celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah di dunia dan di akhirat! apakah kamu tidak memikirkan, apakah kamu akan terus menyembah patung-patung itu atau berhenti''68. Tanggapan ibrahim yang tegas dan lugas tersebut direspon oleh para pembesar kota ur, kaldea dengan sangat marah. Mereka berkata, 'bakarlah dia, ibrahim, hidup-hidup di tengah alun-alun, dan bantulah tuhan-tuhan kamu dengan menyiapkan kayu bakar yang cukup untuk membakar dia selama satu bulan, jika kamu benar-benar hendak berbuat untuk tuhan kamu. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 64-67 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kaum nabi Ibrahim saat nabi Ibrahim berkata kepada mereka apa yang telah dia katakan. (Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka) yaitu mencela diri mereka sendiri karena tidak hati-hati dan menjaga berhala-berhala mereka, lalu mereka berkata: (Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)) Karena kalian meninggalkan berhala-berhala kalian tanpa ada seorang pun yang menjaganya (kemudian kepala mereka menjadi tertunduk) yaitu mereka menundukkan kepalanya, memandang ke tanah, lalu berkata: (Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara) Qatadah berkata kaum nabi Ibrahim kebingungan, lalu mereka berkata: (Sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa mereka (berhala-berhala ini) tidak dapat berbicara) As-Suddi berkata tentang firmanNya: (kemudian kepala mereka jadi tertunduk) yaitu dalam menghadapi ujian itu. Ibnu Zaid berkata bahwa mereka melakukan demikian karena memikirkan pendapat mereka. Tetapi pendapat Qatadah lebih jelas maknannya, karena sesungguhnya mereka melakukan hal itu karena kebingungan dan kelemahan. Oleh karena itu mereka berkata: (Sesungguhnya kamu mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara) maka bagaimana bisa kamu berkata kepada kami agar kami bertanya kepada berhala-berhala itu jika mereka berbicara, sedangkan kamu mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara. Maka pada saat itu juga Ibrahim berkata kepada mereka setelah mereka mengakui hal itu: (Maka mengapakah kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kalian?) yaitu, jika berhala-berhala itu tidak bisa berbicara yaitu tidak bisa memberikan manfaat dan mudharat, maka mengapa kalian menyembah mereka selain Allah? (Ah (celakalah) kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah. Maka apakah kalian tidak memahami? (67)) yaitu Apakah kalian tidak merenungkan kesesatan dan kekafiran kalian yang berat ini yang tidak laku kecuali hanya di kalangan orang-orang yang bodoh, aniaya, durhaka. Nabi Ibrahim menegakkan hujjah terhadap mereka dan membungkam mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan itulah hujah Kami yang Kami .berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya…..) (Surah Al-An'am: 83).
Tafsir As-Sa'di
67. “Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah,” maksudnya alangkah sesat kalian, betapa ruginya usaha kalian, dan betapa hinanya kalian dan patung-patung yang kalian ibadahi selain Allah. Jika kalian benar-benar berpikir, niscaya kalian akan mengetahui hakikat kondisi ini. Namun, ketika kalian tidak mendayagunakan akal pikiran, berbuat kebodohan dan kesesatan dengan sadar, maka binatang-binatang ternak lebih baik daripada kalian.
Tafsir Al-Wajiz
67. Celakalah kalian, tuhan-tuhan kalian, dan peribadatan kalian terhadap berhala-berhala ini yang kalian anggap sebagai tuhan selain Allah. Apakah kalian tidak berpikir betapa buruknya tiruan kalian dan bahwa berhala-berhala ini tidak layak disembah?! Huruf lam pada kata {lakum} untuk menjelaskan kejenuhannya terhadap peribadatan itu
Tafsir Al-Muyassar
66-67. Ibrahim berkata kepada mereka seraya merendahkan patung-patung tersebut, “Bagaimana kalian mau menyembah berhala-berhala yang tidak dapat mendatangkan manfaat bila disembah, dan tidak bisa mendatangkan madorot jika ditinggalkan? Amat buruk kalian dan tuhan-tuhan kalian itu yang kalian sembah selain Allah. Apakah kalian tidak berpikir, lalu memahami buruknya keadaan kalian itu?”
Tafsir Al-Mukhtashar
67. Sungguh celaka dan amat buruklah kalian dan patung-patung yang kalian sembah selain Allah, yang tidak bisa mendatangkan manfaat dan menolak mudarat, maka apakah kalian tidak juga berakal dan meninggalkan penyembahan terhadap patung-patung itu?"
Tafsir Zubdatut
67. (Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah) Ini merupakan celaan bagi mereka dan sesembahan mereka. Makna () yakni suara yang menunjukkan ketidaksukaan dan olokan. (Maka apakah kamu tidak memahami?) Sehingga kalian dapat mengetahui keburukan perbuatan ini.
Tafsir Ash-Shaghir
Celakalah kalian} sungguh buruk dan kotor kalian {dan apa yang kalian sembah selain Allah. Apakah kalian tidak berpikir”
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Anbiya ayat 67: Yakni sungguh sesat, rugi, dan hina dirimu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Yakni bahwa patung-patung itu tidak berhak disembah, dan bahwa yang pantas disembah adalah Allah Subhaanahu wa Ta'aala.