Surah Asy-Syu'ara : Ayat 67
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu binasanya orang yang durhaka dan selamatnya orang yang beriman, terdapat suatu tanda kekuasaan Allah yang demikian besar, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. 68. Dan sesungguhnya tuhanmu dialah yang mahaperkasa mahakuat atas segala sesuatu, tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya, maha penyayang bagi mereka yang beriman dan mau kembali ke jalan Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 60-68 Sebagian mufasir berkata bahwa Fir'aun keluar dalam iringan yang besar yang mana itu merupakan ungkapan tentang kerajaan Mesir pada zamannya terdiri dari. sejumlah besar orang-orang kerajaannya, yaitu para pemimpin, para menteri, para pembesar, dan bala tentaranya. (Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit (60)) yaitu mereka berhasil mengejar mereka ketika matahari terbit (Maka setelah kedua golongan itu saling melihat) yaitu, masing-masing dari kedua golongan itu dapat melihat satu sama lain, maka saat itu (berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”) Demikian itu karena perjalanan mereka sampai di tepi pantai, yaitu Laut Merah. Di hadapan mereka terbentang laut yang luas, dan di belakang mereka ada Fir'aun dan tentaranya mengejar mereka. Oleh karena itu mereka berkata: ("Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul” (61) Musa menjawab, "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku” (62)) yaitu tidak ada sesuatupun dari hal yang kalian khawatirkan akan menimpa kalian, karena sesungguhnya Allah SWT Dialah yang telah memerintah­kanku untuk berjalan ke arah ini bersama kalian, sedangkan Dia tidak akan mengingkari janji. Allah SWT berfirman: (Maka terbelahlah lautan itu, dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar) yaitu seperti bukit yang besar-besar. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas. (Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya (65) Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu (66)) yaitu Kami menyelamatkan nabi Musa, Bani Israil dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan agama mereka; tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa. Fir'aun dan tentaranya ditenggelamkan sehingga tidak ada seorang pun dari mereka melainkan binasa. Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat)) yaitu di dalam kisah ini dan keajaiban yang terkandung di dalamnya, serta pertolongan dan kemenangan bagi hamba-hamba Allah yang mukmin, benar-benar terkandung dalil dan hujjah yang pasti serta hikmah yang jelas (tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (68)) penafsirannya telah disebutkan.
Tafsir As-Sa'di
63-68 “lalu kami wahyukan kepada Musa, ’pukullah lautan itu dengan tongkatmu’.” Dan Musa pun memukulkannya, “maka terbelahlah lautan itu,” menjadi dua belas jalan, “dan tiap-tiap belahan adalah seperti bukit,” maksudnya, seperti gunung “yang besar,” lalu Musa dan kaumnya memasukinya. ”dan disanalah kami dekatkan,” maksudnya, di tempat itu, ”golongan yang lain,” yaitu fir’aun
Tafsir Al-Wajiz
67. Sesungguhnya dalam azab penenggelaman itu terdapat nasehat, pelajaran dan tanda yang agung atas kekuasaan Allah yang sangat luar biasa. Dan kebanyakan orang-orang Mesir yang ikut bersama Fir’aun itu tidak beriman. Tidak ada yang beriman dari keluarga Fir’aun kecuali Asiyah istri Fir’aun dan ayahnya (Asiyah) yang bernama Hizqil serta Maryam binti Dzamus yang menunjukkan Tabut nabi Yusuf AS.
Tafsir Al-Muyassar
Sesengguhnya pada peristiwa yang terjadi tersebut benar-benar ada pelajaran besar yang menunjukkan kekuasaan Allah, namun kebanyakan pengikut Fir’aun tidak menjadi beriman meski terjadi tanda kekuasaanNya yang luar biasa tersebut.
Tafsir Al-Madinah
67-68. Peristiwa pada besar berupa penenggelaman dan penyelamatan itu terdapat ibrah yang besar, akan tetapi mayoritas orang yang mendengar kisah itu tidak beriman kepada Allah dan para rasul-Nya!! Hai Rasulullah, Sungguh Tuhanmu Maha Perkasa dalam membalas perbuatan orang-orang yang mendustakan dan Maha Pengasih bagi orang-orang beriman.
Tafsir Al-Mukhtashar
67. Sesungguhnya pada peristiwa terbelahnya lautan di hadapan Musa, dan keselamatan dirinya, serta kebinasaan Fir'aun dan kaumnya; benar-benar merupakan bukti kebenaran Musa, tetapi kebanyakan orang yang bersama Fir'aun itu tidaklah beriman.
Tafsir Zubdatut
67. (Sesungguhnya pada yang demikian itu) Yakni apa yang terjadi antara Musa dan Fir’aun sampai batas ini adalah bukti yang paling jelas atas kekuasaan Allah dan kebesaran kuasa-Nya. (tetapi kebanyakan mereka tidak beriman) Yakni kebanyakan orang-orang yang bersama Fir’aun itu bukanlah orang-orang beriman, tidak beriman dari mereka kecuali sedikit seperti Asiyah istri Fir’aun.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda, dan kebanyakan mereka tidak beriman
Tafsir Hidayatul
Yakni penenggelaman Fir’aun dan kaumnya. Ada pula yang menafsirkan dengan terdapat pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahnya, atau terdapat bukti yang besar yang menunjukkan benarnya apa yang dibawa Nabi Musa ‘alaihis salam dan batilnya apa yang dipegang oleh Fir’aun dan kaumnya selama ini. Yakni orang-orang Qibthi. Meskipun bukti-bukti telah ditunjukkan. Ada yang mengatakan, bahwa tidak ada yang beriman dari kalangan mereka selain Asiyah istri Fir’aun, Hazqil dari kalangan keluarga Fir’aun, dan Maryam binti Namusa yang menunjukkan tulang-belulang Nabi Yusuf (yakni kuburnya).
Tafsir An-Nafahat
Surat Asy-Syu’ara ayat 67: 67-68. Kemudian Allah akhiri ayat ini dengan jelas bahwa fir’aun dan bala tentaranya sebagai tanda-tanda yang nyata, dalil yang jelas atas kuasa Allah dan atas benarnya apa yang datang kepada Musa serta bathilnya apa yang di sisi fir’aun dan kaumnya. Dengan itu semua sungguh kebanyakan kaum fir’aun tetap tidak seluruhnya beriman dengan jujur. Ketahuilah wahai Nabi Allah, sesungguhnya Rabbmu, Dialah sungguh maha kuat yang maha kuasa atas urusanmu, dan dengan kemuliaan-Nya, Allah binasakan orang-orang yang mendustakan dan sombong, Dialah yang maha pengasih kepada hambanya yang beriman, di mana Allah menjadikan mereka berhasil, menjaga mereka dan memudahkan jalan hidayah bagi mereka.