Tafsir Ringkas Kemenag
67-68. Wahai nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir, 'ajakanku mengesakan Allah dan peringatanku tentang siksa akhirat itu adalah berita besar yang selama ini kamu berpaling darinya, wahai orang-orang kafir. Berita dalam Al-Qur'an itu benar adanya, tetapi ba-Nyak manusia mengingkari. '69-70. Katakanlah pula kepada mereka, 'aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala'ul a'l' itu, yaitu malaikat, ketika mereka berbantah-bantahan terhadap keputusan Allah terkait penciptaan nabi adam sebagai khalifah di bumi. Yang diwahyukan kepadaku hanyalah kepastian bahwa aku hanyalah seorang rasul pemberi peringatan dan petunjuk yang nyata tentang adanya siksa di akhirat bagi orang-orang yang mengingkari para utusan Allah. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 65-70 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya SAW agar berkata kepada orang-orang musyrik dan mendustakan rasulNya, bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan dan aku tidak seperti yang kalian duga (dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) yaitu hanya Dia semata yang mengalahkan dan memaksa segala sesuatu (Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya) yaitu, Dia adalah Dzat yang merajai dan mengatur semuanya (Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun) yaitu Maha Pengampun, dengan keagungan dan keperkasaanNya. (Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar” (67)) yaitu berita besar dan perkara yang jelas itu adalah pengutusan Allah kepadaku untuk menyampaikan risalah kepada kalian (yang kamu berpaling darinya (68)) yaitu mereka lalai darinya. Mujahid, Syuraih Al-Qadhi, dan As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Katakanlah, "Berita itu adalah berita yang Besar” (67)) yaitu Al-Qur'an. Firman Allah: (Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala’ul a'la (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan (69)) yaitu seandainya tidak ada wahyu, maka dari manakah aku dapat mengetahui perselisihan yang terjadi di kalangan “al-mala'ul a'la”, yaitu tentang nabi Adam dan pembangkangan iblis dari bersujud kepadanya, serta tentang alasan iblis kepada Tuhannya karena Dia lebih mengutamakan nabi Adam daripada dirinya. Bantah-bantahan ini adalah bantah-bantahan yang disebutkan di dalam Al-Qur'an, yang dijelaskan seteah ini yaitu dalam firmanNya SWT:
Tafsir As-Sa'di
67-68. “Katakanlah” kepada mereka, seraya mempertakuti mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, “Berita itu adalah berita yang besar.” Artinya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebangkitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi “kamu berpaling darinya” hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (perhitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
Tafsir Al-Wajiz
67 – 68 katakanlah wahai Nabi: ajaran Tauhid dan berilah peringatan adanya siksa. Adalah berita yang sangat penting. “Sedang kalian semua berpaling darinya”, itu adalah teguran bagi mereka.
Tafsir Al-Muyassar
67-68 Katakanlah (wahai rasul) kepada kaummu ”sesungguhnya al-qur’an ini adalah kebaikan yang besar manfaatnya, tetapi kalian justru melalaikannya dan berpaling darinya, kalian tidak mengamalkannya.
Tafsir Al-Mukhtashar
68. Namun kalian malah berpaling dari berita besar ini, kalian tidak sudi menoleh kepadanya.
Tafsir Zubdatut
68. (yang kamu berpaling daripadanya) Ini merupakan olokan bagi mereka karena mereka berpaling dari berita itu serta tidak memikirkannya agar mereka dapat mengetahui kebenarannya.
Tafsir Ash-Shaghir
{Kalian berpaling darinya
Tafsir Hidayatul
Maksudnya, seakan-akan di hadapan kamu tidak ada hisab, tidak ada siksa dan pahala. Jika kamu meragukan ucapanku dan meragukan beritaku, maka sesungguhnya aku telah memberitahukan kamu berita-berita yang aku tidak memiliki ilmu terhadapnya dan aku tidak mempelajarinya dari kitab. Oleh karena itu, berita yang aku sampaikan tanpa ada tambahan dan tanpa dikurangi merupakan bukti yang besar yang menunjukkan kebenaranku dan sebagi dalil bahwa yang aku bawa adalah benar. Oleh karena itu, lanjutan ayatnya adalah, “Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang Al Mala'ul A'la (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.” Kalau bukan karena pengajaran dari Allah kepadaku dan wahyu yang diberikan-Nya kepadaku tentu aku tidak dapat memberitahukan hal itu. Oleh karena itu, ayat berikutnya lagi adalah, “Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.”
Tafsir An-Nafahat
Surat Shad ayat 68: (Yang kalian berpaling darinya) dari Alquran yang aku beritakan dan aku datangkan kepada kalian; di dalamnya terdapat hal-hal yang tidak dapat diketahui, melainkan hanya dengan jalan wahyu. Yang dimaksud dengan berita yang besar itu ialah: