Surah Ghafir : Ayat 68
هُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
"Dialah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah selanjutnya menguraikan bahwa menghidupkan dan mematikan manusia dan makhluk lainnya adalah hal yang mudah bagi Allah. Dialah Allah tuhan yang mahakuasa yang menghidupkan makhluk dan dia pula yang mematikan-Nya. Maka apabila dia hendak menetapkan se-suatu urusan itu adalah sangat mudah, dia hanya cukup berkata kepada-Nya, 'jadilah!' maka jadilah sesuatu itu. 69. Setelah disimpulkan pada ayat-ayat yang lalu bahwa Allah-lah pe-nguasa alam semesta ini, dan yang berkuasa menghidupkan dan mematikan, maka ayat-ayat berikut kembali menghadapkan perhatian terhadap orang-orang yang mendebat kebenaran wahyu terutama tentang akibat yang akan mereka terima karena perbuatan tersebut. "apakah kamu, wahai nabi Muhammad, tidak memperhatikan tentang orang-orang yang selalu membantah dengan batil terhadap semua bukti kebenaran ayat-ayat Allah' bagaimana jalan pikiran mereka sehingga mereka dapat dipalingkan dari bukti-bukti kebenaran yang sangat jelas dari wahyu itu''.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 66-68 Allah SWT berfirman,"Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik itu bahwa sesungguhnya Allah SWT melarang untuk menyembah berhala-berhala, tandingan-tandingan, dan sekutu-sekutu selain Dia" Allah SWT menjelaskan bahwa tidak ada yang layak disembah selain Dia, dalam firmanNya: (Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari 'alaqah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup) sampai tua) yaitu, Dialah Dzat yang menciptakan kalian dalam semua tingkatan itu sendirian, tidak ada sekutu bagiNya, dan Dia yang mengaturdan menentukan ukuran-ukurannya dalam semua itu (di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu) yaitu sebelum dilahirkan ke alam ini, bahkan gugur sejak masih dalam kandungan ibunya. Di antara mereka ada yang wafat dalam usia anak-anak dan usia muda, ada pula sebelum usia tua. Sebagaimana firmanNya: (agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan) (Surah Al-Hajj:5) dan Allah berfirman di sini: ((Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya)) Ibnu Juraij berkata bahwa yaitu kalian mengingat hari kebangkitan. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dialah yang menghidupkan dan mematikan) yaitu hanya Dia saja yang dapat melakukan hal itu, tidak ada seorangpun yang mampu melakukannya selain Dia (maka apabila Dia menetapkan suatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah" maka jadilah ia) yaitu tidak ada yang menentang dan mencegahNya, tetapi apa yang Dia kehendaki pasti ada
Tafsir As-Sa'di
68. “Dialah yang menghidupkan dan mematikan,” Maksudnya, Dialah yang sendirian menghidupkan dan mematikan. Maka tidak ada jiwa yang mati karena satu sebab atau tanpa sebab melainkan dengan izinNYa. “dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab. Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah mudah,” (fatir:11) “maka apabila Dia menetapkan suatu urusan,” yang mulia atau yang hina, “Dia hanya berkata kepadanya, ’jadilah’, maka jadilah ia,” tidak tertolak, tidak tertangguhkan, dan tidak terhalangi padanya.
Tafsir Al-Wajiz
68. Hanya Alahlah yang mampu menghidupkan dan mematikan. Jika Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu maka Dia akan berfirman: “Jadilah” maka terjadilah suatu ciptaan yang dikehendaki Allah SWT.
Tafsir Al-Muyassar
Hanya Allah semata Yang menghidupkan dan mematikan, bila Dia menetapkan sesuatu perkara, maka dia tinggal berfirman, “Jadilah.” Maka ia pun jadi. Tiada yang menolak keputusanNya.
Tafsir Al-Mukhtashar
68. Hanya Allah semata pemilik kekuasaan untuk menghidupkan. Hanya Allah semata pemilik kekuasaan untuk mematikan. Jika Allah memutuskan satu perkara, maka Allah hanya berfirman kepadanya, “Jadilah!” maka jadilah ia.
Tafsir Zubdatut
68. (Dialah yang menghidupkan dan mematikan) Yakni Dialah yang mampu menghidupkan dan mematikan. (maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan) Dari urusan yang Dia kehendaki. (Dia hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia) Tanpa harus menunggu.
Tafsir Ash-Shaghir
Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia menetapkan suatu urusan, maka Dia hanya berkata kepadanya,“Jadilah” Maka jadilah sesuatu itu
Tafsir Hidayatul
Dialah yang sendiri menghidupkan dan mematikan, sehingga seseorang tidak akan mati baik karena sebab atau tanpa sebab kecuali dengan izin-Nya. Dia berfirman, “Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” (Terj. Fathir: 11) Besar atau kecil. Tidak ada yang mampu menolak dan menghalanginya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Mu’min ayat 68: (Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan) artinya, Dia berkehendak mewujudkan sesuatu (Dia hanya berkata kepadanya, 'Jadilah!' maka jadilah ia.") lafal Fayakuunu dapat pula dibaca Fayakuuna akan tetapi dengan memperkirakan adanya huruf An sebelumnya. Yakni, sesuatu yang dikehendaki itu langsung ada sesudah ada kehendak-Nya, sebagaimana yang telah digambarkan oleh makna firman yang tadi itu.