Surah Az-Zukhruf : Ayat 69
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُوا۟ مُسْلِمِينَ
"(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri."
Tafsir Ringkas Kemenag
Orang-orang yang tidak takut dan tidak bersedih hati itu ialah orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami yang tertulis yang dibawa oleh para rasul utusan kami serta yang terhampar di alam ini, dan mereka berserah diri dengan sepenuhnya kepada Allah dengan melaksanakan ajaran-ajaran-Nya. 70. Di hari kiamat kelak kami akan memerintahkan mereka, "masuklah kamu semua ke dalam surga, kamu dan pasangan-pasanganmu, yaitu suami atau istrimu yang berserah diri kepada Allah dengan sepenuhnya itu akan selalu di gembirakan dengan segala pelayanan dan ke nikmatan surga yang sangat menyenangkan. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 66-73 Allah SWT berfirman,”Tidaklah yang ditunggu orang-orang musyrik yang mendustakan para rasul itu (melainkan kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadarinya) karena sesungguhnya hari kiamat itu pasti terjadi, sedangkan mereka lalai terhadapnya dan tidak bersiap-siap. Apabila hari kiamat itu datang, sesungguhnya kedatangannya itu tidak disadari oleh mereka. Pada saat itu mereka sangat menyesal dengan penyesalan yang tidak memberikan manfaat bagi mereka dan tidak melindungi mereka. Firman Allah: (Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa (67)) yaitu semua teman dan sahabat yang bukan karena Allah, maka akan berubah menjadi permusuhan pada hari kiamat, kecuali apa yang karena Allah SWT, maka sesungguhnya hal itu kekal karena kekekalanNya. Dan hal ini seperti yang dikatakan nabi Ibrahim kepada kaumnya: (Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknat sebagian (yang lain): dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolong pun) (Surah Al-'Ankabut: 25) Firman Allah: (Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tiada pula kamu bersedih hati (68)) Kemudian memberi kabar gembira kepada mereka, lalu berfirman: ((Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri (69)) yaitu hati dan batin mereka beriman, serta semua anggota tubuh dan lahi mereka taat kepada Allah SWT (Masuklah kamu ke dalam surga) yaitu dikatakan kepada mereka,"Masuklah kamu ke dalam surga!" (Kamu dan istri-istri kamu) yaitu pasangan-pasangan kalian (digembirakan) yaitu disenangkan dan dibahagiakan. Hal ini telah dijelaskan dalam surah Ar-Rum (Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas) yaitu piring-piring besar yang berisi makanan (dan piala-piala) yaitu gelas-gelas minum dari emas yang tidak ada tidak ada pegangannya (dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati) dan sebagian ulama’ membaca (tasytahiihil anfusu) (dan sedap (dipandang) mata) yaitu, lezat rasanya, harum aromanya dan indah dipandang (dan kamu di dalamnya) yaitu di surga (hidup kekal) yaitu tidak akan keluar darinya dan tidak mau pindah darinya. Kemudian dikatakan kepada mereka dengan penuh kepuasan dan keridhaan: (Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan) yaitu amal-amal shalih kalian itu menjadi sebab limpahan rahmat Allah kepada kalian, karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang masuk surga karena amal perbuatannya, tetapi berkat keutamaan dan rahmat Allah. Dan sesungguhnya derajat di dalam surga itu didapatkan berdasarkan amal-amal shalih yang dikerjakan. Rasulullah SAW bersabda,”Tidak ada seorangpun melainkan baginya tempat di surga dan tempat di neraka. Orang kafir itu mewarisi tempat orang mukmin yang ada di neraka. Dan orang mukmin mewarisi tempat orang kafir di surga. Yang demikian itu disebutkan firmanNya: (Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan (72)) Firman Allah SWT: (Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu) yaitu dari semua jenis buah-buahan (yang sebagiannya kamu makan) yaitu bagaimanapun yang kalian pilih dan kehendaki. Setelah disebutkan tentang makanan dan minuman di surga, maka disebutkan setelahnya buah-buahan sebagai kesempurnaan dari nikmat dan anugerah.
Tafsir As-Sa'di
69. “(yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami dan mereka dahulu adalah orang-orang yang berserah diri,” artinya Allah menyifati meeka sebagai orang-orang yang berriman dengan ayat-ayat Allah dan hal itu mencakup pembenaran terhadap ayat tersebut serta segala sesuatu yang mana pembenaran tidak akan berat kecuali dengannya seperti mengetahui maknanya dan mengamalkan tuntutannya. Mereka adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah,tunduk kepadaNya di berbagai kondisi mereka. Mereka menyatukan sifat antara praktik lahir dan batin.
Tafsir Al-Wajiz
69. Wahai kalian para hamba-Ku, kalian telah beriman dan membenarkan ayat-ayat Kami yaitu Alquran. Kalian semua adalah orang-orang yang berserah diri, taat pada jalan Allah, ikhlas dan patuh.
Tafsir Al-Muyassar
69-70. Orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mengamalkan apa-apa yang datang kepada mereka, mereka tunduk kepada Allah, Tuhan semesta alam dengan hati dan anggota badan mereka. Dikatakan kepada mereka, “Masuklah kalian bersama rekan-rekan kalian yang beriman ke dalam surga, kalian diberi nikmat didalamnya dan gembira.”
Tafsir Al-Mukhtashar
69. Orang-orang yang membenarkan Al-Qur`ān yang diturunkan kepada Rasul mereka dan mereka mematuhi Al-Qur`ān, menjalankan perintah-perintahnya dan menajuhi larangan-larangannya.
Tafsir Zubdatut
69. ((Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri) Firman Allah ( ....) bukanlah bagi semua hamba-hamba Allah, namun hanya bagi orang-orang beriman dan beragama Islam.
Tafsir Ash-Shaghir
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang muslim
Tafsir Hidayatul
Sifat mereka beriman kepada ayat-ayat Allah, hal ini tentu mencakup membenarkannya, dan melakukan sesuatu yang dengannya pembenaran menjadi sempurna, yaitu mengetahui maknanya dan mengamalkan konsekwensinya. Kepada Allah dan tunduk kepada-Nya dalam semua keadaan mereka. Oleh karena itu, mereka menggabung antara mengerjakan amalan zhahir (berserah diri dan tunduk) maupun batin (beriman).
Tafsir An-Nafahat
Surat Az-Zukhruf ayat 69: (Yaitu orang-orang yang beriman) lafal ayat ini menjadi Na'at atau sifat bagi lafal 'Ibaadi' pada ayat di atas (kepada ayatayat Kami) yakni Alquran (dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri.)