Surah Al-Qari'ah : Ayat 7
فَهُوَ فِى عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ

"maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan."

Tafsir Ringkas Kemenag
6-7. Maka adapun orang yang berat timbangan kebaikan-Nya, baik berupa ibadah ritual maupun sosial yang dikerjakan dengan ikhlas, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan dan membahagiakan. Itulah surga yang penuh nikmat. 8-9. Dan adapun orang yang ringan timbangan kebaikan-Nya dan kalah berat dibanding timbangan keburukannya karena lebih banyak berbuat maksiat dan kebatilan daripada taat dan kebajikan, maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-11 Al-Qari'ah adalah salah satu hari kiamat, seperti Al-Haqqah, Ath-Thammah, Ash-Shakhkhah, Al-Ghasyiyah, dan lainnya. Kemudian Allah SWT menggambarkan tentang kedahsyatan dan kengeriannya: (Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (3)) Kemudian Dia menjelaskannya dengan firmanNya: ((yaitu) pada hari manusia seperti anai-anai yang bertebaran (4)) yaitu mereka menyebar tercerai-berai, ke sana kemari karena kebingungan atas apa yang mereka alami, seakan-akan mereka anai-anai yang bertebaran. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (seakan-akan mereka belalang yang beterbangan) (Surah Al-Qamar: 7) Firman Allah SWT: (dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan (5)) yaitu, gunung-gunung di hari itu seakan-akan seperti bulu domba yang dihambur-hamburkan sehingga lenyap dan porak-poranda. Qatadah berkata tentang firmanNya, "Al-'ihni" bahwa maknannya adalah adalah bulu domba. Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang apa yang akan dialami orang-orang yang beramal dan tempat kembali mereka, yang adakalanya di tempat yang mulia atau tempat yang terhina sesuai dengan amal perbuatan mereka. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya (6)) yaitu, timbangan kebaikannya lebih berat daripada timbangan keburukannya (maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (7)) yaitu di surga (Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya (8)) yaitu timbangan keburukannya lebih berat daripada timbangan kebaikannya. Firman Allah: (maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah (9)) Dikatakan bahwa maknanya adalah terjatuh ke dalam neraka dengan kepala di bawah, yaitu neraka Jahanam. Diriwayatkan dari Qatadah, dia berkata bahwa maknanya adalah neraka, dan neraka itu adalah tempat kembali mereka. Oleh karena itu Allah berfirman seraya menjelaskan tentang Hawiyah, yaitu. (dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (10) (Yaitu) api yang sangat panas (11)) Firman Allah: ((Yaitu) api yang sangat panas (11)) yaitu amat sangat panas dan sangat kuat nyala dan gejolak apinya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: “Api Bani Adam yang biasa kalian nyalakan merupakan suatu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka Jahanam”
Tafsir As-Sa'di
6-7. “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya,” yaitu yang kebaikan-kebaikannya lebih berat melebihi keburukan-keburukannya, “maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan,” di dalam surga penuh kenikmatan.
Tafsir Al-Wajiz
6-7. Adapun orang yang kebaikannya lebih berat daripada keburukannya maka dia di surga dalam kehidupan yang penurh keridhaan dan kebahagiaan
Tafsir Al-Muyassar
6-7. Maka barangsiapa timbangan kebaikannya lebih berat, Maka dia berada dalam kehidupan yang diridhai di dalam surga.
Tafsir Al-Mukhtashar
7. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan yang mereka dapati di dalam Surga.
Tafsir Zubdatut
7. ‏ (maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan) Yakni kehidupan yang memuaskan bagi orang tersebut. Dan yang dimaksud dengan kehidupan yakni segala kenikmatan yang ada di surga.
Tafsir Ash-Shaghir
{maka dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan} kehidupan yang diridhai di surga
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Qari’ah ayat 7: 6-7. Allah mengabarkan bahwa siapa yang timbangan amalan kebaikannya lebih dominan, maka Allah tambahkan kebaikannya di atas keburukan. Dan ia dalam kehidupannya menjadi manusia yang diridhai masuk dalam surga, merasa nyaman pandangannya, dan dirinya bergembira.