Tafsir Ringkas Kemenag
Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi, yakni beraneka macam hewan, tumbuh-tumbuhan dan kekayaan alam yang tersimpan di dalamnya sebagai perhiasan baginya, yakni bagi bumi dan indah dipandang oleh manusia, untuk kami menguji mereka, di dalam menyikapi keindahan bumi dengan segala isinya. Dengan demikian, kami mengetahui secara nyata siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya, dan siapa yang jahat dan durhaka kepada tuhannya. Dan kelak di hari kiamat, kami benar-benar akan menjadikan apa yang di atasnya, yakni apa yang ada di atas bumi menjadi tanah yang tandus lagi kering, tidak ada lagi keindahannya. Demikianlah Allah menjadikan bumi dengan segala isinya yang dipandang indah oleh manusia sebagai sarana untuk menguji siapa di antara manusia itu yang baik perbuatannya dan siapa yang berbuat jahat. Kelak di hari kiamat kebaikan dan kejahatan itu akan mendapat pembalasan yang seadil-adilnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 6-8 Allah SWT berfirman seraya menghibur RasulNya SAW dalam kesedihan beliau dalam menghadapi orang-orang musyrik, karena mereka enggan beriman dan menjauhi dari beliau, sebagaimana Allah SWT berfirman: (maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka) (Surah Fathir: 8) dan (dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka) (Surah Al-Hijr: 88 serta (Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman (3)) (Surah Asy-Syu'ara) membinasakan yaitu membinasakan dirimu sendiri dengan kesedihanmu atas mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini) yaitu Al-Qur'an. (kecewa) yakni janganlah membinasakan dirimu sendiri karena kecewa. Qatadah berkata bahwa yang dimaksud adalah membunuh dirimu sendiri karena marah dan bersedih hati terhadap mereka. Mujahid berkata bahwa maknanya adalah kecewa. yaitu "Janganlah kamu kecewa terhadap mereka, melainkan sampaikanlah risalah Allah. Barangsiapa yang menjadikannya petunjuk, maka hal itu untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka" Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa Dia telah menjadikan dunia ini sebagai rumah yang fana yang dihiasi dengan perhiasan yang fana. Sesungguhnya Dia menjadikannya sebagai tempat ujian, bukan tempat untuk menetap. Maka Allah berfirman: (Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan untuknya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya (7)) Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa dunia itu pasti lenyap, fana, habis, lenyap dan hancur. Maka Allah berfirman: (Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus (8)) yaitu sesungguhnya sesudah menghiasinya Kami benar-benar akan menjadikan dunia rusak dan hancur, dan Kami akan menjadikan segala sesuatu yang ada di atasnya binasa, rata dan tandus yang tidak dapat menumbuhkan tanaman apapun dan tidak bermanfaat. Mujahid berkata terkait firmanNya: (tanah rata lagi tandus) yaitu tandus Qatadah berkata bahwa ”ash-sha’id” adalah tanah yang tidak ada pohon dan tanaman di atasnya. Ibnu Zaid berkata bahwa ”ash-sha’id” adalah tanah yang tidak ada apapun sama sekali di atasnya. Tidakkah kamu memperhatikan firman Allah SWT: (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus. Lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang darinya (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan? (27)) (Surah As-Sajdah) Muhammad bin Ishaq berkata tentang firman Allah: (Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus (8)) yaitu bumi dan apa yang ada di atasnya pasti akan lenyap dan binasa. Dan sesungguhnya temoat kembali adalah kepada Allah. Maka janganlah membuatmu bersedih apa yang kamu dengar dan kamu lihat
Tafsir As-Sa'di
7. Allah mengabarkan bahwa Dia telah menjadikan semua yang ada di muka bumi, baik berupa makanan-makanan yang lezat, aneka minuman, pakaian-pakaian yang bagus, pepohonan, sungai-sungai, sawah-sawah, buah-buahan, panorama yang mengagumkan, kebun-kebun yang memikat, suara-suara yang membangkitkan semangat, rupa-rupa yang manis, emas,perak, kuda, unta, dan lain sebagainya, semuanya Allah ciptakan sebagai perhiasan untuk perkampungan ini (kehidupan dunia) dan sebagai cobaan dan ujian. “Agar Kami menguji siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya,” maksudnya yang paling ikhlas dan paling benar.
Tafsir Al-Wajiz
7. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi seperti hewan, tumbuhan, pepohonan dan benda mati sebagai perhiasan baginya. Sebagai ujian Kami bagi mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Sehingga posisi orang musyrik sebagai ujian dan cobaan
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kami menjadikan apa yang ada di muka bumi berupa makhluk-mahkluk lain sebagai penghias baginya dan kemanfaatan bagi para penghuninya, agar kami dapat menguji mereka, siapakah dari mereka yang terbaik amalannya dengan taat kepada Kami dan siapakah dari mereka yang paling buruk tindakannya dengan berbuat berbagai macam maksiat. Dan kami akan memberi balasan kepada masing-masing mereka dengan balasan yang sesuai.
Tafsir Al-Madinah
7-8. Kami telah menciptakan makhluk-makhluk yang ada di muka bumi sebagai penghias dan penyempurna baginya, dan agar dimanfaatkan para penghuninya, supaya Kami menguji mereka dan melihat siapa yang paling taat kepada Allah dan yang paling baik amalannya untuk kehidupan akhirat. Dan pada hari kiamat Kami akan jadikan perhiasan yang ada di muka bumi itu menjadi tanah yang tandus.
Tafsir Al-Mukhtashar
7. Sesungguhnya Kami telah menjadikan segala apa yang ada di bumi ini berupa makhluk-makhluk yang beragam sebagai perhiasan dan keindahan baginya, dengan tujuan untuk Kami uji mereka; siapakah diantara mereka yang memiliki amalan paling baik lagi diridai Allah, atau siapakah diantara mereka yang memiliki amalan paling buruk, agar setiap dari mereka Kami berikan balasan yang setimpal.
Tafsir Zubdatut
7. (Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya) Yakni dari segala sesuatu yang layak untuk dijadikan perhiasan seperti hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan, atau dari benda mati, serta bangunan-bangunan dan perabotan yang Allah ilhamkan kepada manusia untuk membuatnya. (agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya) Yakni agar Kami menguji mereka, apakah orang tersebut baik amalnya atau tidak? Dan siapakah yang paling layak untuk diberi harta, kedudukan, kekuasaan, dan lain sebagainya.
Tafsir Li Yaddabbaru
Sungguh telah tertipu oleh perhiasan dunia orang-orang yang hanya melihat dunia ini dari luarnya saja, mereka berteman dengan dunia seperti pertemanan binatang, kepentingan mereka hanya untuk menunaikan keinginan syahwatnya, dengan segala cara akan mereka lakukan, dan ketika maut datang menghampiri, mereka akan gelisa dan menyesal atas perbuatannya.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka} menguji mereka {siapakah di antara mereka yang lebih baik perbuatannya
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Kahfi ayat 7: Seperti hewan, tumbuhan, sungai-sungai, tempat tinggal, pemandangan yang indah, dsb. Yakni yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.