Surah Al-Jinn : Ayat 7
وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا۟ كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ ٱللَّهُ أَحَدًا
"Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sesungguhnya mereka jin mengira seperti kamu orang kaum musyrik mekah yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun pada hari kiamat untuk dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya. 8. Setelah berbicara yang berkaitan dengan tidak adanya hari kebangkitan, jin tersebut yang telah sadar tersebut melanjutkan ucapannya, "dan sesungguhnya kami jin telah mencoba berusaha keras untuk mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dari para malaikat dan panah-panah api yang menghalangi kami dan siapa pun untuk mendekat. ".
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-7 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya SAW untuk memberitahukan kepada kaumnya bahwa ada makhluk jin yang mendengarkan Al-Qur'an, lalu mereka beriman, membenarkan dan taat kepadanya. Maka Allah SWT berfirman: (Katakanlah (hai Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan (1) (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar") yaitu menuju jalan lurus dan keberhasilan (lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami) Kedudukan ini serupa dengan firmanNya: (Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur’an) (Surah Al-Ahqaf: 29) Telah kami sebutkan beberapa hadits yang menyebutkan tentang itu sehingga tidak perlu diulangi lagi. Firman Allah SWT: (dan bahwasanya Maha tinggi kebesaran Tuhan kami) diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (kebesaran Tuhan kami) yaitu perbuatan, perintah, dan takdirNya. Qatadah berkata bahwa Maha Tinggi kebesaran, keagungan, dan perintahNya. Firman Allah SWT: (Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak) yaitu, Maha Tinggi Allah dari mempunyai istri dan anak. Jin berkata bahwa Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Mulia dari mempunyai istri dan anak, ketika mereka masuk Islam dan beriman kepada Al-Qur'an. Kemudian mereka berkata: (Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (4)) Qatadah berkata tentang firmanNya: (Orang yang kurang akal daripada kami) yang mereka maksud adalah iblis. Ibnu zaid berkata tentang (yang melampaui batas) yaitu kezaliman yang besar. Bisa ditafsirkan bahwa maksud firmanNya, (Orang yang kurang akal daripada kami) sebagai isim jenis yang pengertiannya mencakup semua orang yang beranggapan bahwa Allah memiliki istri dan anak. Oleh karena itu mereka berkata: (Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan) yaitu sebelum dia masuk Islam ((perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah) yaitu, yang bathil dan tidak benar. Oleh karena itu mereka berkata: (dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah (5)) yaitu kami tidak mengira bahwa manusia dan jin itu bersepakat membuat kedustaan terhadap Allah SWT karena mereka menisbatkan istri dan anak kepadaNya. Dan setelah kami mendengar Al-Qur'an dan kami beriman kepadanya, lalu kami mengetahui bahwa mereka berdusta terhadap Allah dalam pengakuan mereka itu. Firman Allah SWT: (Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan (6)) yaitu kami berpandangan bahwa kami lebih utama daripada manusia karena mereka sering meminta perlindungan kepada kami, jika mereka berada di sebuah lembah atau suatu tempat yang mengerikan berupa hutan dan tempat lainnya. Sebagaimana yang biasa dilakukan orang-orang Arab di masa Jahiliyah mereka yangmeminta perlindungan kepada pemimpin jin di tempat mereka beristirahat agar mereka tidak ditimpa sesuatu yang buruk. Sebagaiman seseorang dari mereka jika memasuki kota musuh mereka di bawah perlindungan, dan penjagaan orang besar. Ketika jin melihat bahwa manusia itu selalu meminta perlindungan kepada mereka karena takut kepada mereka, maka jin-jin semakin membuat mereka lebih takut, lebih ngeri, dan lebih pengecut. sehingga manusia tetap takut kepada mereka dan lebih banyak meminta perlindungan kepada mereka, sebagaimana yang dikatakan Qatadah tentang firmanNya: (maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan) yaitu berdosa, dan jin bertambah berani kepada manusia. Abu Al-Aliyah, Ar-Rabi' dan Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya (rahaqa) bahwa maknannya adalah takut. Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun (7)) yaitu Allah tidak akan mengutus seorang rasulpun setelah itu. Pendapat ini dikatakan Al-Kalabi dan Ibnu Jarir
Tafsir As-Sa'di
7. Maksudnya, ketika mereka mengingkari Hari Kebangkitan, mereka melakukan kesyirikan dan tindakan yang melampaui batas.
Tafsir Al-Wajiz
7. Bahwa manusia mengira seperti apa yang kalian kira wahai jin. Mereka mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan siapapun, sehingga tidak ada hari kebangkitan dan hari pembalasan
Tafsir Al-Muyassar
7. Orang-orang kafir dari kalangan manusia menyangka sebagaimana kalian (wahai para jin) bahwa Allah tidak membangkitkan siapa pun sesudah kematian.
Tafsir Al-Madinah
7. Manusia yang meminta perlindungan kepada para pemimpin jin dari jin-jin lainnya itu sama sekali tidak beriman kepada Allah dan hari kebangkitan, demikian pula jin-jin yang durhaka, sehingga mereka sama-sama dalam kekafiran dan kesesatan.
Tafsir Al-Mukhtashar
7. Dan bahwa manusia menyangka sebagaimana kalian -wahai para jin- juga menyangka bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seseorang setelah kematiannya untuk perhitungan amalnya dan pembalasan.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya mereka mengira sebagaimana kalian mengira} sesungguhnya manusia mengira sebagaimana kalian mengira wahai jin {bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun
Tafsir Hidayatul
Oleh karena mereka mengingkari kebangkitan, maka mereka berani berbuat syirk dan melampui batas.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Jin ayat 7: Berkata para jin yang mendengar Al Qur’an : Sesungguhnya mereka jin yang bodoh menyangka bahwa Allah tidak akan membangkitkan seorang pun di antara mereka / makhluk setelah kematian, ini hanyalah sangkaan dan keyakinan yang juga kalian yakini wahai orang-orang kafir.