Surah Az-Zalzalah : Ayat 7
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Pada saat itu setiap manusia akan mengetahui nasib dirinya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia akan menerima pahala atasnya. Dia merasa senang dan bahagia karena perbuatannya tidak sia-sia. 8. Dan sebaliknya, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah dan menganggapnya remeh, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia pun akan menerima balasannya. Inilah bukti kemahaadilan Allah; dia tidak menzalimi siapa pun.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-8 (Apabila bumi diguncangkan dengan seguncang-guncangnya (yang dahsyat) (1)) yaitu bergerak dan bergetar dari bagian bawahnya (dan bumi mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya (2)) yaitu mengeluarkan orang-orang mati dari dalamnya. Pendapat itu dikatakan beberpaa ulama Salaf, dan ini sebagaimana firmanNya: (Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat) (1)) (Surah Al-Hajj) sebagaimana firmanNya: (dan apabila bumi diratakan (3) dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong (4)) (Surah Al-Insyiqaq) Firman Allah: (dan manusia bertanya, "Mengapa bumi (jadi begini)?” (3)) yaitu heran dengan keadaannya, padahal sebelumnya bumi tenang, kokoh, dan stabil, dan manusia diam di atas permukaannya. yaitu, keadaannya berbalik, saat itu bumi bergerak dan berguncang. Telah datang kepadanya perintah Allah SWT yang memerintahkan kepadanya untuk melakukann guncangan yang tidak bisa dielakkan lagi. Kemudian bumi mengeluarkan semua orang mati yang ada dalam perutnya dari kalangan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian. Saat itulah manusia heran dengan keadaan bumi, karena bumi diganti dengan bumi yang lain, begitu juga langit; lalu mereka digiring untuk menghadap kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Menang. Firman Allah: (pada hari itu bumi menceritakan beritanya (4)) yaitu memberitahukan tentang apa yang dilakukan oleh orang-orang yang tinggal permukaannya. Firman Allah: (karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya (5)) Imam Bukhari berkata bahwa kalimat “auha laha” dan “wa auha ilaiha” serta “waha laha” dan “waha ilaiha” itu sama. Demikian juga dikatakan Ibnu Abbas, bahwa (auha laha) itu sama dengan auha ilaiha. Makna yang tampak adalah bahwa ini mengandung makna mengizinkan kepadanya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (pada hari itu bumi menceritakan beritanya (4)) dia berkata yaitu Tuhannya berfirman kepadanya,'"Berbicaralah" maka saat itu juga bumi berbicara. Mujahid berkata tentang firmanNya (auha laha) yaitu memerintahkan kepadanya. Firman Allah: (Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam) yaitu mereka kembali dari tempat penghisaban (dalam keadaan yang bermacam-macam) yaitu dalam keadaan bermacam-macam, ada yang celaka dan yang berbahagia. Para malaikat diperintahkan untuk membawa ke surga, dan membawa ke neraka. Firman Allah SWT: (supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka) yaitu agar mereka mengetahui dan mendapat balasan dari apa yang telah mereka perbuat di dunia, dari yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu Allah berfirman: (Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7) Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula (8)) Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari disebutkan dari Adi secara marfu',”Hindarilah neraka, sekalipun dengan separuh buah kurma, dan sekalipun dengan kalimat yang baik” dan hadits shahih,”Jangan sekali-kali kamu meremehkan sesuatupun dari kebaikan, sekalipun kamu menuangkan sebagian air dari wadahmu ke wadah orang yang meminta minum, dan sekalipun kamu menyambut saudaramu dengan wajah yang berseri-seri”
Tafsir As-Sa'di
7-8. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” Ini bersifat umum untuk seluruh kebaikan dan keburukan, karena bila manusia bisa melihat amalan seberat biji dzarrah yang merupakan sesuatu yang terkecil dan diberi balasannya, maka yang lebih besar tentu bisa dilihat,. Sebagaimana firman Allah : Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh. (Qs. ali-imran.30) dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). (QS. surat-al-kahfi.49) Dalam ayat ini terdapat anjuran untuk mengerjakan kebaikan meski suatu yang kecil serta ancaman dari perbuatan buruk meski suatu yang sepele.
Tafsir Al-Wajiz
6-7. Pada hari itu, manusia keluar dari kuburnya menuju tempat penghitungan (amal) secara terpisah untuk diperlihatkan oleh Allah kepada balasan perbuatan mereka yaitu surga atau neraka. Jadi barangsiapa melakukan suatu kebaikan di dunia seberat dzarrah (semut kecil), maka dia akan mengetahui balasannya di akhirat. Imam Bukhari dan Imam Muslim mengatakan dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulallah SAW menamai ayat ini sebagai ayat yang sangat dahsyat secara keseluruhannya.
Tafsir Al-Muyassar
7-8. Barangsiapa yang melakukan kebaikan seberat semut kecil, dia akan melihat pahalanya di akhirat. Dan barangsiapa melakukan keburukan seberat semut kecil, dia akan melihat balasannya di akhirat.
Tafsir Al-Madinah
7-8. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan -sekecil apapun ukuran dan timbangannya- maka dia akan menerima balasannya, baik itu amalan baik maupun buruk.
Tafsir Al-Mukhtashar
7. Maka barangsiapa berbuat kebaikan dan pengabdian seberat semut kecil, maka dia akan melihatnya di depannya.
Tafsir Zubdatut
7. (Barangsiapa yang mengerjakan) Ketika di dunia. (kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya) Yakni dia akan melihatnya di hari kiamat dalam kitab catatan amalnya, sehingga ia merasa bahagia. Atau dia akan melihatnya terpampang baginya.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ) . Abu darda' berkata : "Janganlah sekali-kali engkau meremahkan suatu keburukan yang nilainya kecil lantas kamu mengerjakannya, dan jangan pula kamu mengabaikan suatu kebaikan yang kelihatannya kecil lalu kamu tinggalkan, karena sesungguhnya Allah berfirman : { , } "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya , Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." 2 ) . Segala kemaslahatan dan amalan, besar dan kecilnya, sedikit dan banyaknya, baik dan buruknya, pada akhirnya akan jatuh kedalam dua ayat ini : { } { } " Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran". An-Nahl : 90. 3 ) . Jika seorang petani saja rela merasakan letih saat menanam dan membajak tanah, dengan harapan akan meraih hasil yang baik ketika musim panen tiba, sesungguhnya dunia ini adalah ladang kebaikan untuk kehidupan diakhirat, maka berkebunlah kamu diatasnya segala kebaikan; agar kamu dapat memanen hasilnya di hari ketika setiap amalan manusia akan dihitung. { }.
Tafsir Ash-Shaghir
{Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah} seberat semut yang sangat kecil {niscaya dia akan melihatnya
Tafsir Hidayatul
Yakni seukuran semut yang kecil. Jika amal seukuran itu saja diperlihatkan, lalu bagaimana dengan amal yang lebih besar dari itu? Tentu lebih diperlihatkan lagi. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Pada hari ketika setiap diri mendapatkan segala kebajikan dihadapkan kepadanya, begitu (pula) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” (Terj. Ali Imran: 30)
Tafsir An-Nafahat
Surat Az-Zalzalah ayat 7: 7-8. Allah menjelaskan barangsiapa yang dulu di dunia beramal dengan amalan yang baik, sangat dekat amalannya dan akan melihat balasan dari amalannya. Dan barangsiapa yang beramal dengan amalan yang buruk sewaktu di dunia meskipun sedikit, akan melihat hukumannya di akhirat. Dengan kata lain, tidaklah hilang sesuatupun dari apa yang telah lalu atas amalannya baik besar maupun kecilnya, baik amalan yang baik maupun buruk.