Surah An-Nisa : Ayat 70
ذَٰلِكَ ٱلْفَضْلُ مِنَ ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ عَلِيمًا
"Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui."
Tafsir Ringkas Kemenag
Yang demikian itu, yakni keadaan bersama-sama dengan para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orangorang saleh berada di kehidupan surga, adalah karunia yang bersumber dari Allah, dan cukuplah Allah yang maha pemurah yang juga maha mengetahui pemberi ganjaran yang setimpal. Wahai orang-orang yang beriman! bersiapsiagalah kamu menghadapi musuh, dan majulah dengan sungguh-sungguh dan penuh keberanian ke medan pertempuran secara berkelompok yakni menyerang secara bergelombang sekelompok dengan sekelompok bila taktik ini terbaik, atau majulah bersama-sama secara serentak apabila taktik ini kamu nilai lebih efektif.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 66-70 Allah SWT memberitahukan bahwa kebanyakan manusia jika diperintahkan untuk menjauhi perbuatan-perbuatan terlarang yang mereka lakukan, mereka tidak akan melakukannya. Hal ini disebabkan oleh sifat buruk yang melekat pada diri mereka untuk melanggar perintah. Ini adalah bagian dari ilmuNya SWT tentang apa yang terjadi dan tidak terjadi, serta bagaimana hal itu terjadi. Allah SWT berfirman, (Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka) Allah SWT berfirman, (Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka) yaitu jika mereka melakukan apa yang diperintahkan untuk mereka, dan meninggalkan sesuatu yang dilarang untuk mereka (tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka) yaitu daripada melanggar perintah dan melakukan larangan (dan lebih menguatkan) As-Suddi berkata yaitu lebih kuat membenarkannya (dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka dari sisi Kami) dari sisi Kami (pahala yang besar) (pahala yang besar) yaitu surga (dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus (68)) yaitu di dunia dan akhirat Kemudian Allah berfirman, (Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (69)) yaitu sapa saja yang melaksanakan perintah Allah dan RasulNya, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, maka Allah akan menempatkannya pada tempat yang mulia, dan menjadikannya berada di samping para nabi, kemudian bersama orang-orang baik yang secara berurutan yaitu orang-orang shiddiq, para syuhada', lalu orang-orang mukmin secara umum. Mereka adalah orang-orang shalih yang baik perbuatan tersembunyinya dan perbuatan terang-terangannya. Kemudian Allah memuji mereka, dan berfirman (Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya) Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (Yang demikian itu adalah karunia dari Allah) yaitu dari sisi Allah dengan rahmatNya bahwa Dia menempatkan mereka pada hal itu, bukan karena amal mereka (dan Allah cukup mengetahui) Dia Maha Mengetahui siapa saja yang layak mendapatkan petunjuk dan bimbingan.
Tafsir As-Sa'di
70. “Yang demikian itu adalah karunia,” yaitu apa yang mereka peroleh “dari Allah,” karena dia-lah yang membimbing mereka kepada hal tersebut dan menolong mereka atasnya, kemudian memberikan kepada mereka pahala yang tidak mampu diraih oleh amal-amal mereka, “dan cukuplah Allah sebagai Dzat yang Maha Mengetahui,” dia mengetahui kondisi hamba-hambaNya dan mengetahuai orang-orang yang berhak mendapat pahala yang melimpah karena apa yang telah mereka lakukan dari perbuatan-perbuatan shalih yang berkolerasi antara hati dan tubuh.
Tafsir Al-Wajiz
70. Kenikmatan di surga itu adalah kenikmatan yang diberikan Allah kepada para hambaNya. Dan cukuplah Allah yang mengetahui orang yang berhak diberi keutamaan ini
Tafsir Al-Muyassar
Pemberian besar tersebut hanya berasal dari Allah semata. Dan cukuplah Allah maha mengetahui, Dia mengetahui segala keadaan hamba-hambaNYA, dan siapa saja dari mereka yang berhak memperoleh pahala besar melalui apa yang telah mereka usahakan sebelumnya berupa amal-amal shalih
Tafsir Al-Mukhtashar
70. Ganjaran tersebut merupakan anugerah dari Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dan cukuplah bagi Allah Yang Maha Mengetahui kondisi mereka dan akan memberikan balasan yang setimpal menurut amal perbuatannya masing-masing.
Tafsir Zubdatut
70. (Yang demikian itu adalah karunia dari Allah) Yakni masuk surga dan kebersamaan dengan para nabi dan pengikutnya adalah karunia dari Allah. (dan Allah cukup mengetahui) Yakni mengetahui siapa yang berhak mendapat karunia dari-Nya sehingga menjadikannya termasuk orang-orang yang disebutkan tadi, dan Allah mengetahui siapa yang tidak berhak mendapatkan hal itu.
Tafsir Ash-Shaghir
{Itulah karunia dari Allah. Cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui
Tafsir Aisarut
Makna ayat : Allah berfirman { } maknanya adalah pertemuan dengan orang-orang baik yang ada di surga adalah keutaman dari Allah bukan sekedar karena ketaat mereka. { } cukup Allah lah yang Maha Mengetahui dengan orang-orang yang taat kepada-Nya dan para pelaku maksiat dengan masing-masing perbuatan yang mereka lakukan, oleh karenanya ganjaran bagi mereka adil dan sesuai.
Tafsir Hidayatul
Yakni karena karunia Allah yang diberikan kepada mereka. Hal itu, karena ketaatan mereka tidak dapat mencapainya. Terhadap pahala di akhirat, maka percayalah dengan berita yang disampaikan-Nya.
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Nisa ayat 70: Yang demikian itulah kurnia dari Allah, karena cukuplah Allah sebagai Pengetahui.