Tafsir Ringkas Kemenag
71-72. Usai menafikan pengetahuan rasulullah menyangkut al-mala'ul-a'la kecuali apa yang sudah diwahyukan oleh Allah, pada ayat berikut Allah lalu menguraikan sekelumit tentang al-mala'ul-a'la dan penciptaan nabi adam. Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat, 'sesungguhnya aku akan menciptakan manusia adam sebagai khalifah di bumi. Aku menciptakannya dari tanah bercampur air. Kemudian, apabila telah aku sempurnakan kejadian fisik-Nya dengan anggota tubuh dan bentuk yang sempurna dan aku tiupkan roh ciptaan-ku kepadanya, maka tunduklah kamu semua dengan bersujud penuh hormat kepadanya, bukan sujud penghambaan dan pengagungan
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 71-85 Kisah yang telah disebutkan Allah dalam surah Al-Baqarah, permulaan surah Al-A'raf, surah Al-Hijr, surah Al-Isra’, surah Al-Kahfi dan di sini, yaitu bahwa Allah SWT sebelum menciptakan nabi Adam, Dia memberitahukan kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat dari lumpur hitam yang dibentuk. Dan Allah memerintahkan kepada mereka bahwa ketika nabi Adam telah diciptakan dan disempurnakan bentuknya, maka hendaknya mereka bersujud kepadanya sebagai penghormatan, dan pemuliaan untuknya, dan pelaksanaan perintah Allah SWT. Semua malaikat mengerjakan hal itu kecuali iblis yang bukan termasuk jenis malaikat, namun dari golongan jin. Kemudian watak dan kejadiannya membuat dirinya sombong, maka dia menolak bersujud kepada nabi Adam dan mendebat Tuhannya tentang hal ini. Iblis menduga bahwa dirinya lebih baik daripada nabi Adam karena dia diciptakan dari api, sedangkan nabi Adam diciptakan dari tanah liat, dan api lebih baik daripada tanah menurut sangkaannya. Dengan demikian, berarti iblis bersikap salah dan menentang perintah Allah SWT serta ingkar dalam hal itu. Maka Allah SWT menjauhkan dan mengusirnya dari rahmatNya dan dari hadapanNya, yang Maha Suci, serta menamainya iblis karena dia dijauhkan dari rahmatNya, dan Allah menurunkannya dari langit dalam keadaan tercela dan terhina ke bumi. Maka dia meminta kepada Allah agar diberi masa tangguh sampai hari kebankitan, dan Allah yang Maha Penyantun mengabulkan permintaannya, yang tidak menyegerakan azab terhadap orang yang durhaka kepadaNya. Setelah iblis merasa aman dari kebinasaan sampai hari kiamat, maka dia berlaku membangkang dan melampaui batas Dan dia berkata (Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya (82) kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas di antara mereka (83)) Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil) (Surah Al-Isra: 62) Mereka adalah orang-orang yang dikecualikan dalam ayat lain, yaitu melalui firmanNya: (Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga (65))) (Surah Al-Isra’) Firman Allah SWT: (Allah berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpahKu) dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan” (84) Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka semua (85)) Demikianlah yang dibaca mayoritas ulama, di antaranya adalah Mujahid, dengan merafa' kata “al-haqqu” yang pertama. Dan Mujahid menafsirkan bahwa makna yang dimaksud adalah,”Akulah Yang Maha Benar dan hanya kebenaran yang Aku firmankan” Dalam riwayat lain darinya, makna yang dimaksud adalah “Kebenaran itu datangnya dariKu dan hanya Aku hanya kebenaran yang Aku firmankan” Ulama lain menashabnya. As-Suddi berkata bahwa ini adalah sumpah yang difirmankan Allah SWT. Saya berkata, ayat ini sebagaimana firmanNya: (tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari-Ku, "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama”) (Surah As-Sajdah: 13) dan (Tuhan berfirman, "Pergilah, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup” (63)) (Surah Al-Isra’)
Tafsir As-Sa'di
71-72. Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, “Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat” sebagai informasi, “SEsungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” Maksudnya, materinya dari tanah liat, “Maka apabila telah Kusempurnakan,” maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk, “dan Kutiupkan kepadanya ruhKu, maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.”
Tafsir Al-Wajiz
71. ketika Tuhanmu berkata pada malaikat: aku akan menciptakan manusia, yaitu Adam dan keturunannya, dari tanah. Dialah yang menjelaskan percakapan di ‘arsy
Tafsir Al-Muyassar
71-72 Katakanlah kepada mereka (wahai rasul), saat tuhanmu berfirman kepada malaikat “sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah basah. Kemudian apabila Aku telah menyempurnakan jasad dan bentuk penciptaanNya dan meniupkan arwah kepadanya, sehingga dia hidup maka sujudlah kepadanya,” sebagai penghormatan dan penghargaan, bukan sujud pengagungan dan ibadah, karena ibadah hanya untuk Allah semata. Dan Allah telah mengharamkan sujud demi menghormati dalam syariat islam.
Tafsir Al-Madinah
71-74. Hai Muhammad, sampaikanlah kepada kaummu kisah penciptaan Adam, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Aku akan menciptakan manusia dari tanah, jika aku telah menyempurnakan penciptaannya, meniupkan ruh dari-Ku kepadanya, dan mulai hidup; maka bersujudlah kalian kepadanya sebagai penghormatan baginya, bukan sujud untuk menyembah.” Maka para malaikat bersujud seluruhnya kepadanya untuk mentaati perintah Allah; kecuali iblis yang enggan bersujud karena kesombongan dan keangkuhannya, dan pada ilmu Allah telah diketahui bahwa iblis termasuk orang-orang yang kafir.
Tafsir Al-Mukhtashar
71. Ingatlah manakala Rabbmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah, yaitu Adam -'alaihissalām-.
Tafsir Zubdatut
71. ((Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”) Ini merupakan perselisihan antar malaikat yang disebutkan secara umum sebelumnya, dan di sini Allah menyebutkannya dengan lebih terperinci. Yang dimaksud dengan manusia adalah Adam dan para keturunannya. Terdapat pendapat lain mengatakan bahwa perselisihan para malaikat ini tentang siapa yang akan menjadi khalifah di bumi.
Tafsir Ash-Shaghir
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat,“Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah
Tafsir Hidayatul
Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tentang perbantahan para malaikat, lihat pula surah Al Baqarah: 30. Yaitu Adam ‘alaihis salam bapak manusia.
Tafsir An-Nafahat
Surat Shad ayat 71: Ingatlah (ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah) yaitu Adam.