Surah An-Naml : Ayat 72
قُلْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم بَعْضُ ٱلَّذِى تَسْتَعْجِلُونَ

"Katakanlah: “Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu."

Tafsir Ringkas Kemenag
Katakanlah kepada mereka, wahai nabi Muhammad, 'boleh jadi sebagian dari azab yang kamu minta disegerakan itu telah hampir sampai kepadamu dan akan segera menimpamu. ' 73. Dan sungguh, tuhanmu benar-benar memiliki karunia yang diberikan-Nya kepada seluruh manusia. Di antara wujud rahmat dan karunia-Nya itu adalah penundaan hukuman yang akan ditimpakan atas orang-orang yang berdusta guna memberi mereka kesempatan berpikir dan bertobat akan tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri karunia Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 71-75 Allah SWT berfirman seraya membaritahukan tentang orang-orang musyrik yang meminta agar kiamat disegerakan, padahal mereka menganggap mustahil terjadinya hal itu (Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar” (71) Maka Allah berfirman seraya menjawab mereka: (Katakanlah) wahai Muhammad (Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu) Ibnu Abbas bahwa maknannya adalah sudah dekat, atau dekat bagi kalian azab yang kalian minta untuk disegerakan. Hal inilaa yang dimaksud oleh firmanNya SWT: (dan mereka berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah, "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”) (Surah Al-Isra’: 51) dan (Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir (54)) (Surah Al-'Ankabut) Dan sesungguhnya huruf lam masuk ke dalam firmanNya (radifa lakum) karena mengandung makna disegerakan kepada kalian. Seperti yang dikatakan Mujahid dalam suatu riwayat tentang firmanNya: (Mungkin telah hampir datang kepadamu) yaitu disegerakan terhadap kalian. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai karunia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia) yaitu melimpahkan nikmat-nikmatNya kepada mereka, sekalipun dengan kezaliman mereka terhadap diri mereka sendiri; dan dengan semua itu mereka tidak bersyukur kepadaNya atas nikmat-nikmat itu, kecuali hanya sedikit orang dari mereka (Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan (74)) yaitu mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati dan hal rahasia, sebagaimana mengatahui hal yang tampak: (Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu) (Surah Ar-Ra'd: 10) dan (Dia mengetahui rahasia dan yang tersembunyi) (Surah Thaha: 7) serta (Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan) (Surah Hud: 5) Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa Dia mengetahui hal yang ghaib dari di langit dan bumi, dan bahwa sesungguhnya Dia mengetahui hal ghaib dan nyata, yaitu sesuatu yang ghaib dan tampak bagi para hamba. Jadi Allah SWT berfirman: (Tidak ada sesuatu pun yang gaib di langit dan bumi) Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah tidak ada sesuatu pun (di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhil Mahfuz)) Ini sebagaimana firmanNya SWT: (Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwa yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauhil Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah (70)) (Surah Al-Hajj)
Tafsir As-Sa'di
72. “Katakanlah, ‘Mungkin telah hampir datang kepadamu’.” Maksudnya, sudah dekat dari kalian, atau sudah hampir menimpa kalian, “sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu,” yaitu berupa azab (siksaan).
Tafsir Al-Wajiz
72. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul: "Mungkin sebentar lagi, akan datang kepadamu sebagian dari azab yang kamu minta agar disegerakan itu akan kamu terima di dunia. Adapun azab akhirat akan benar-benar kalian terima, tidak ada keraguan lagi. Pasti ketetapan Allah akan terjadi setelah itu
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah kepada mereka (wahai Rasul) “Boleh jadi sudah dekat terhadap kalian sebagian siksaan Allah yang kalian minta disegerakan kedatangannya.”
Tafsir Al-Madinah
72. Hai Rasulullah, katakanlah kepada mereka: “Aku berharap ancaman dari Allah yang kalian tunggu itu telah dekat kedatangannya.” Ayat ini mengandung isyarat tentang kesudahan yang mereka tunggu, yaitu kekalahan mereka pada perang Badar.
Tafsir Al-Mukhtashar
72. Katakan kepada mereka -wahai Rasul- "Mungkin telah dekat kepada kalian sebagian dari siksa yang kalian minta supaya disegerakan itu.”
Tafsir Zubdatut
72. (Katakanlah: “Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu) Yakni mungkin saja telah dekat apa yang kita harapkan dan segera datang sebagian azab yang kalian minta untuk disegerakan, namun kalian tidak merasakan kedekatannya.
Tafsir Ash-Shaghir
Katakanlah,“Boleh jadi sudah dekat} sudah dekat {kepada kalian sebagian dari apa yang kalian minta untuk disegerakan
Tafsir Hidayatul
Para mufassir menafsirkan bahwa azab yang akan segera mereka alami ialah kekalahan mereka di peperangan Badar, dan selebihnya akan mereka alami setelah mati.
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Naml ayat 72: Katakanlah wahai Nabi Allah kepada mereka orang-orang musyrik : Janganlah terburu-buru menunggu adzab, (akan tetapi) semoga akan segera menghampiri sebagian dari kalian yang menginginkan disegerakannya adzab. Berkata ahli tafsir : Pada saat ketika mereka ditunggangi kekalahan dan ketika telah terbunuh para pembesar mereka di perang badar.