Surah Al-Kahfi : Ayat 75
۞ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِىَ صَبْرًا
"Khidhr berkata: “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?”"
Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah memperingatkan nabi musa untuk tidak mempertanyakan hal yang dia lakukan, hamba yang saleh (nabi khidir) kembali memperingatkan nabi musa yang mempertanyakan perbuatan nabi khidir membunuh seorang anak tanpa sebab yang dibenarkan. Dia berkata, 'bukankah sudah pernah kukatakan kepadamu bahwa engkau tidak akan mampu bersikap sabar bersamaku saat melihat apa yang kulakukan''76. Mendengar peringatan kedua itu, nabi musa merasa tidak enak dan malu. Namun, karena keinginan untuk memperoleh ilmu darinya sangat kuat, dia memohon agar diberi kesempatan lagi. Dia berkata kepadanya, 'jika aku bertanya lagi kepadamu tentang sesuatu yang kaulakukan setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu dalam perjalanan ini. Sesungguhnya engkau sudah cukup bersabar terhadapku yang terlalu banyak bertanya dan engkau juga mau menerima alasan dariku dan memaafkan aku. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 74-76 Allah SWT berfirman: (Maka berjalanlah keduanya) yaitu setelah itu (hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhir membunuhnya) penjelasan sebelumnya disebutkan bahwa anak itu sedang bermain dengan anak lainnya di salah satu wilayah itiu. Lalu nabi Khidhir sengaja menangkap anak yang paling tampan dan paling cerah di antara mereka, lalu membunuhnya. Dalam suatu riwayat, nabi Khidhir cara mencabut kepalanya. Hanya Allah yang lebih mengetahui. Ketika nabi Musa menyaksikan hal itu, dia mengingkarinya dengan protes yang lebih keras daripada yang pertama. dan berkata: (Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih) yaitu yang masih kecil dan belum melakukan hal kotor, dan dosa apapun, lalu kamu membunuhnya (bukan karena dia membunuh orang lain) yaitu, tanpa alasan pembunuhan (Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar) yaitu suatu perbuatan mungkar yang jelas (Khidhir berkata, "Bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku” (75)) menguatkan syarat pertama yang telah diajukan. Oleh karena itu nabi Musa berkata: (Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali ) ini) yaitu jika aku menanyakan sesuatu kepadamu sesudah ini (maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur kepadaku) yaitu, aku sudah memberi maaf kepadamu berkali-kali.
Tafsir As-Sa'di
75. Khidhir berkata kepada Musa untuk menegur dan mengingatkan, “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?”
Tafsir Al-Wajiz
75. Khidhr mengulangi peringatannya dengan berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku atas perbuatanku?" kata laka ditambahkan sebagai penekanan peringatan dan pengulangan ketidaksetujuan
Tafsir Al-Muyassar
Khadir berkata kepada Musa untuk menegurnya dan mengingatkannya, ”bukankah sudah aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya engkau tidak akan bisa bersabar berjalan bersamaku terhadap apa yang engkau lihat pada tindakan-tindakanku yang engkau tidak menguasai pengetahuannya tentangnya?
Tafsir Al-Madinah
75. Maka Khadhir berkata: “Bukankah aku telah berkata kepadamu bahwa kamu tidak akan bersabar dengan perbuatanku yang kamu lihat?”
Tafsir Al-Mukhtashar
75. Khaḍir berkata kepada Musa, "Sungguh aku telah memberitahukanmu bahwa engkau tidak akan sanggup bersabar dengan perbuatan yang akan aku lakukan."
Tafsir Zubdatut
75. (ia berkata) Yakni Khidhir berkata. (Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?) Khidhir menambahkan lafadz () karena sebab dan alasan untuk menegur Nabi Musa lebih besar dan kuat, karena pelanggaran Nabi Musa terulang kembali.
Tafsir Ash-Shaghir
{Dia berkata} Khidzir berkata kepada Musa {“Bukankah aku sudah berkata kepadamu bahwa sesungguhnya kamu tidak akan mampu bersabar bersamaku”